Pati Menggugat: Demo Raksasa Lawan Kebijakan Bupati, Meski PBB 250% Sudah Dicabut

- Penulis

Rabu, 13 Agustus 2025 - 08:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu hari ini menggelar aksi besar terhadap Bupati Pati, Sudewo, meski kenaikan PBB hingga 250 persen telah dibatalkan. ANTARA FOTO/AJI STYAWAN

Massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu hari ini menggelar aksi besar terhadap Bupati Pati, Sudewo, meski kenaikan PBB hingga 250 persen telah dibatalkan. ANTARA FOTO/AJI STYAWAN

SUARAMUDA.NET, PATI — Ribuan warga Pati bersiap memadati Alun-Alun pada Selasa (13/8/2025) dalam aksi bertajuk Pati Menggugat.

Ironisnya, demo ini tetap jalan walau Bupati Pati, Sudewo, sudah membatalkan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) 250 persen yang bikin panas warga.

“Bukan cuma soal pajak, ini soal rasa kecewa yang udah kelewat batas,” tegas Teguh Istyanto, Koordinator Donasi Masyarakat Pati Bersatu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, amarah publik sudah telanjur membuncah, apalagi Sudewo sempat melempar pernyataan yang dianggap menantang warga untuk turun ke jalan.

Baca Juga :  Jangan Sampai Jadi Semarang Kedua, Pati Harus Lebih Serius Urus Banjir Rob Wilayah Pesisir

Aksi ini diprediksi bakal diikuti hingga 100 ribu orang dari berbagai penjuru Pati. Tuntutannya pun tak main-main: warga meminta Sudewo mundur dari jabatannya.

Sebelumnya, kebijakan PBB-P2 yang naik hingga 250 persen termaktub dalam Perbup Pati Nomor 17 Tahun 2025, dalihnya untuk meningkatkan pendapatan daerah demi perbaikan jalan dan pelayanan publik.

Tapi rakyat keburu geram. Gelombang protes pun membesar sejak pengumuman awal, memaksa bupati membatalkan aturan itu pada Jumat (8/8/2025).

Baca Juga :  Kok Bupati Pati Sudewo Lantik Pejabat Malam-malam, Ada Apa?

Meski begitu, pembatalan dianggap terlambat. “Luka hati warga nggak sembuh cuma karena satu tanda tangan,” sindir seorang peserta aksi.

Untuk mengawal Aksi Damai Pati Menggugat, 2.684 personel gabungan TNI, Polri, dan instansi terkait sudah siaga.

Bupati Sudewo sendiri dijadwalkan menemui massa di lokasi. Entah untuk meredam atau malah memanaskan suasana, publik tinggal menunggu.

Pati kini berada di panggung sejarahnya: saat rakyat menguji keberanian pemimpinnya, dan pemimpin diuji oleh suara rakyatnya. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Senin, 21 September 2026 - 21:18 WIB

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB