Peran Guru dalam Menumbuhkan Literasi Keuangan Remaja di Era Digital

- Penulis

Selasa, 29 Juli 2025 - 15:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Herna Mulyani, S.Pd., seorang guru TK Taruna Bakti Bandung (foto: dok pribadi)

Herna Mulyani, S.Pd., seorang guru TK Taruna Bakti Bandung (foto: dok pribadi)

Oleh: Herna Mulyani, S.Pd*)

SUARAMUDA.NET., JAKARTA – Di era serba digital alias di zaman generasi Alpa seperti sekarang, tantangan keuangan remaja semakin kompleks.

Mudahnya akses terhadap belanja daring, aplikasi paylater, hingga tren investasi instan kerap membuat remaja terjebak dalam perilaku konsumtif dan berisiko. Untuk itu, peran guru sangat vital dalam menumbuhkan literasi keuangan sejak usia sekolah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Remaja masa kini hidup di tengah banjir informasi dan promosi digital. Tanpa pemahaman yang memadai, mereka bisa tergoda membeli barang yang tidak dibutuhkan hanya demi mengikuti tren.

Ironisnya, banyak di antara mereka belum memahami cara mengelola uang saku, apalagi merencanakan keuangan jangka panjang. Inilah pentingnya literasi keuangan sebagai bekal hidup.

Literasi keuangan bukan sekadar menghitung uang, melainkan juga kemampuan merencanakan, mengelola, dan mengambil keputusan keuangan yang tepat.

Guru, terutama yang mengajar di tingkat SMP dan SMA, memiliki peran strategis untuk mengintegrasikan nilai-nilai literasi keuangan dalam pembelajaran.

Baca Juga :  Sangar, Bro! Mahasiswa FISIP Universitas Wahid Hasyim Tampakkan Taringnya di Hadapan Lima Kampus Besar

Guru bisa memulai dari hal sederhana, seperti mengajak siswa membuat anggaran harian, mencatat pemasukan dan pengeluaran uang saku, hingga membuat simulasi menabung dan investasi.

Kegiatan ini bisa dikaitkan dengan proyek-proyek P5 di Kurikulum Merdeka, yang menekankan pada pembentukan karakter dan keterampilan hidup.

Selain itu, penting pula bagi guru untuk menyadarkan remaja agar tidak mudah tergiur pada iklan digital atau tawaran cepat kaya dari investasi abal-abal.

Edukasi tentang risiko pinjaman online ilegal dan pentingnya menabung untuk masa depan harus terus digaungkan.

Tak kalah penting, guru juga bisa melibatkan orang tua dalam pembelajaran literasi keuangan. Sinergi antara sekolah dan rumah akan memperkuat pemahaman siswa dalam membentuk perilaku finansial yang bijak.

Saya Herna Mulyani, sebagai seorang pengajar di sekolah Taruna Bakti rindu sekali memberikan sharing ilmu untuk membangun literasi keuangan.

Sebab dengan bimbingan guru, dan komunikasi aktif pihak keluarga remaja dapat tumbuh menjadi generasi yang bijak dalam mengelola uang, bebas dari jebakan konsumtif, dan siap menghadapi masa depan dengan tangguh secara finansial.

Baca Juga :  PC JQHNU Semarang Dorong Kaderisasi Berbasis Kompetensi di Unwahas

Saatnya sekolah menjadi ladang subur bagi kecakapan hidup, termasuk kecakapan finansial. Ayo kenalkan sejak dini literasi keuangan ini. Jangan remehkan persoalan literasi keuangan pada remaja. Semoga bermanfaat. (Red)

*) Herna Mulyani, S.Pd adalah seorang guru Taman Kanak-kanak yang sampai saat ini masih aktif mengajar di sebuah TK besar di kota Bandung yaitu TK Taruna Bakti. Ia memiliki hobby selain bercerita ia juga mulai senang menulis kisah-kisah inspiratif maupun cerita-cerita pendek tentang fabel. Selain hobby bercerita Perempuan kelahiran Bandung, 19 Maret 1975 ia pun hobby bermain music, ia bahkan menjadi pelatih musik angklung di sekolahnya. Berawal dari mengikuti ajang bercerita Toyota, dan mengikuti lomba bercerita yang di adakan penerbit Erlangga sampai sekarang ia masih memiliki hobbynya tersebut. Semoga dengan menulis puisi, cerpen, cergam, kisah inspiratif mampu memberikan inspirasi bagi pembaca.

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bukan Sekadar Datang! Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo Siap “Berburu” Inspirasi di EXTRANAS 2026
Honor Guru Madrasah Swasta Cuma Rp50 Ribu, Menag Akui Realita Pahit
Zuhri: Diplomasi Bukan Cuma Urusan Negara, Warga Bisa Jadi Jembatan Indonesia–Tiongkok
Dari Usus Ayam Jadi Cuan: UPN Veteran Jatim Dorong Siswa SMK Nazhatut Thullab Jadi Wirausaha
Dorong Produksi Lebih Efisien dan Bermutu, Tim Pengabdian Terapkan Mesin Chopper Kedelai Termodifikasi di UMKM Tahu Tulungagung
Tingkatkan Mutu Produk Olahan, Tim Pengabdian UPN Veteran Jatim Dampingi UMKM Sambal Pecel “Lestari” Blitar
Modernisasi Produksi Telur Asin di Tulungagung, Alat Pencuci Berbasis Riset Bikin UMKM Makin Efisien
Dorong UMKM Naik Kelas, Akademisi UPN Veteran Jawa Timur Kenalkan Oven Multitray dan Kemasan Baru di Bolu “Bu Pur”
Berita ini 14 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 05:53 WIB

Bukan Sekadar Datang! Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo Siap “Berburu” Inspirasi di EXTRANAS 2026

Sabtu, 12 September 2026 - 11:41 WIB

Honor Guru Madrasah Swasta Cuma Rp50 Ribu, Menag Akui Realita Pahit

Rabu, 9 September 2026 - 17:39 WIB

Zuhri: Diplomasi Bukan Cuma Urusan Negara, Warga Bisa Jadi Jembatan Indonesia–Tiongkok

Selasa, 8 September 2026 - 18:53 WIB

Dari Usus Ayam Jadi Cuan: UPN Veteran Jatim Dorong Siswa SMK Nazhatut Thullab Jadi Wirausaha

Senin, 7 September 2026 - 22:34 WIB

Dorong Produksi Lebih Efisien dan Bermutu, Tim Pengabdian Terapkan Mesin Chopper Kedelai Termodifikasi di UMKM Tahu Tulungagung

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB