Kebaya: Bukan Sekadar Busana, Tapi Warisan yang Bicara

- Penulis

Sabtu, 26 Juli 2025 - 17:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Maudya Ayunda saat mengenakan kebaya. (Sumber: pinterest.com)

Foto Maudya Ayunda saat mengenakan kebaya. (Sumber: pinterest.com)

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Tepat tanggal 24 Juli lalu, masyarakat Indonesia telah memperingati tonggak penting dalam upaya pelestarian kebaya sebagai warisan budaya bangsa: Hari Kebaya Nasional.

Penetapan Hari Kebaya Nasional ini tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 19 Tahun 2023, dan menjadi wujud nyata komitmen negara dalam merawat kekayaan budaya Indonesia.

Simbol dan Identitas Perempuan Indonesia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kebaya bukan cuma soal kain dan jahitan rapi. Ia adalah simbol budaya, identitas perempuan Indonesia, dan kisah panjang yang hidup dari masa ke masa.

Banyak yang mengira kebaya hanya pakaian tradisional yang dipakai saat upacara atau hari Kartini. Padahal, kebaya jauh lebih dalam dari sekadar tampilan luar—ia menyimpan napas sejarah, nilai-nilai sosial, hingga semangat perempuan Nusantara.

Asal-usul kebaya dipercaya bermula dari zaman Majapahit, bahkan ada yang menyebut pengaruhnya datang dari Timur Tengah lewat jalur dagang, lalu diadaptasi oleh masyarakat Jawa dan berkembang jadi busana bangsawan.

Baca Juga :  Top! Ajarkan Budaya Berkebaya pada Generasi Muda, Menteri PPPA Ajak Kenalkan Kebaya

Di masa kolonial Belanda, kebaya menjadi identitas perempuan-pribumi terpelajar. Para pejuang perempuan seperti Kartini dan Dewi Sartika memakainya sebagai simbol perlawanan tanpa kekerasan: lembut tapi penuh makna.

Keunikan kebaya terletak pada kemampuannya menyesuaikan zaman tanpa kehilangan ruh tradisinya. Lihat saja ragamnya—ada kebaya Kartini yang klasik dan formal, kebaya encim dengan sentuhan Tionghoa yang penuh warna, hingga kebaya Bali dan Kutubaru yang khas daerah.

Meski berbeda bentuk dan hiasan, semuanya punya benang merah: menggambarkan keanggunan perempuan dalam balutan budaya.

Kebaya Masa Kini

Yang menarik, kebaya tak pernah mati gaya. Di era modern, para desainer muda justru menjadikan kebaya sebagai kanvas ekspresi kreatif.

Baca Juga :  Terbaik! Jumbo Jadi Film Animasi Terlaris di Asia Tenggara, Lho ....

Lihat saja saat kebaya tampil di ajang fashion dunia, atau saat anak muda mengenakannya dengan sneakers di acara kondangan. Kebaya tak lagi kaku, tapi lentur mengikuti gaya hidup zaman, tanpa melupakan akar tradisinya.

Lebih dari itu, kebaya mengajarkan satu nilai penting: menjadi anggun tak harus mewah, menjadi kuat tak harus bising. Ia hadir dalam keheningan namun menginspirasi.

Tak heran, banyak gerakan untuk mengusulkan kebaya sebagai warisan budaya tak benda UNESCO. Karena kebaya bukan milik satu etnis atau generasi, tapi milik seluruh perempuan Indonesia yang ingin tetap jadi diri sendiri dalam balutan budaya.

Jadi, kalau kamu pakai kebaya, sadarilah: kamu sedang membawa cerita panjang yang tak lekang oleh waktu—sebuah elegansi yang menyatukan masa lalu, kini, dan nanti. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
Staycation Seru di Montera Glamping Lembang
Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
TEP UI Dorong Hilirisasi Pala Berbasis Riset Melalui Uji Laboratorium
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
Menyulam Kebhinekaan dalam Irama Borneo
Berita ini 21 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Rabu, 16 September 2026 - 18:44 WIB

Staycation Seru di Montera Glamping Lembang

Sabtu, 12 September 2026 - 15:04 WIB

Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak

Jumat, 11 September 2026 - 13:22 WIB

TEP UI Dorong Hilirisasi Pala Berbasis Riset Melalui Uji Laboratorium

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB