Apakah Data Pribadi Warga RI Jadi Tumbal Kesepakatan Tarif Trump – Prabowo?

- Penulis

Rabu, 23 Juli 2025 - 22:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto / pinterest.com

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto / pinterest.com

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Kesepakatan antara Pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Indonesia untuk memperkuat hubungan ekonomi bilateral melalui kerangka kerja Perjanjian Perdagangan Timbal Balik (Agreement on Reciprocal Trade) memang terdengar wajar.

Namun yang bikin warga RI syok, Tempo.co, Selasa (22/7/2025) merilis sebuah artikel bahwa dalam dokumen resmi Gedung Putih yang dirilis pada Selasa, 22 Juli 2025 waktu setempat, tertulis bahwa salah satu poin penting kerja sama ini adalah pengelolaan data pribadi warga Indonesia oleh AS.

“Indonesia telah berkomitmen untuk mengatasi hambatan yang memengaruhi perdagangan digital, layanan, dan investasi. Indonesia akan memberikan kepastian mengenai kemampuan untuk mentransfer data pribadi keluar dari wilayahnya ke Amerika Serikat,” demikian tertulis dalam dokumen tersebut, seperti dilansir Tempo.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain isu data pribadi, pemerintah Indonesia juga menyepakati penghapusan sejumlah lini tarif Harmonized Tariff Schedule (HTS) untuk produk tak berwujud seperti perangkat lunak dan layanan digital, serta menangguhkan persyaratan deklarasi impor terkait.

Baca Juga :  Indonesia–Pakistan Economic Networking Forum 2025: Memperkuat Kolaborasi Ekonomi dan Persahabatan Dua Negara

Selain itu, Indonesia mendukung moratorium permanen atas bea masuk untuk transmisi elektronik di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), tanpa syarat.

“Serta mengambil tindakan efektif untuk melaksanakan Inisiatif Bersama tentang Regulasi Domestik Jasa, termasuk menyerahkan Komitmen Khusus yang telah direvisi untuk disertifikasi oleh Organisasi Perdagangan Dunia (WTO),” tulis dokumen tersebut.

Sebelum kesepakatan ini, Indonesia menerapkan tarif rata-rata 8 persen terhadap produk dari AS, sementara Amerika Serikat hanya mengenakan tarif rata-rata 3,3 persen terhadap produk asal Indonesia.

Kini, AS menyepakati tarif 19 persen untuk barang-barang Indonesia, sementara barang dari AS yang masuk ke Indonesia akan dibebaskan dari tarif alias nol persen.

Gedung Putih juga menyebut bahwa Indonesia akan menghapus sekitar 99 persen hambatan tarif terhadap berbagai produk industri serta produk pangan dan pertanian asal AS.

Baca Juga :  Oh, Ternyata Destinasi Favorit Warga +62 itu Malaysia?

Di sisi lain, AS akan mempertimbangkan pengurangan tarif lebih lanjut terhadap komoditas yang tidak tersedia secara alami atau tidak diproduksi di dalam negeri.

Kedua negara juga akan menyusun aturan asal barang yang memastikan manfaat dagang hanya berlaku bagi AS dan Indonesia.

Presiden Donald Trump menyampaikan bahwa kesepakatan ini akan mendatangkan keuntungan besar bagi sektor ekonomi domestik AS.

“Hari ini, Amerika Serikat dan Republik Indonesia sepakat pada sebuah kerangka kerja untuk merundingkan Perjanjian Perdagangan Timbal Balik untuk memperkuat hubungan ekonomi bilateral kita, yang akan memberikan akses pasar yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi eksportir dari kedua negara,” kata Trump.

Dalam beberapa minggu ke depan, kedua negara dijadwalkan menandatangani dokumen final kesepakatan tarif tersebut.

Jika demikian, apakah data pribadi warga RI akan jadi tumbal kesepakatan tarif AS dengan Indonesia? (Red)

Sumber: Tempo.co

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengapa Greenland Penting bagi AS, Eropa, dan Masa Depan Arktik
Netanyahu Naik Podium, Delegasi Indonesia Pilih Walk Out dari Sidang PBB
BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!
International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas
GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029
Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
EEF-2026: Kehadiran Internasional Tunjukkan Pergeseran Ekonomi Global, Barat Tak Lagi Sentral
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 12:28 WIB

Mengapa Greenland Penting bagi AS, Eropa, dan Masa Depan Arktik

Jumat, 25 September 2026 - 07:49 WIB

Netanyahu Naik Podium, Delegasi Indonesia Pilih Walk Out dari Sidang PBB

Senin, 21 September 2026 - 22:09 WIB

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Minggu, 20 September 2026 - 08:36 WIB

International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas

Minggu, 20 September 2026 - 08:25 WIB

GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029

Berita Terbaru

Ilustrasi: suaramuda.net

Sino Insight

China Pimpin BRICS 2027, Dedolarisasi Kembali Jadi Sorotan

Rabu, 30 Sep 2026 - 13:42 WIB

KILAS GLOBAL

Mengapa Greenland Penting bagi AS, Eropa, dan Masa Depan Arktik

Rabu, 30 Sep 2026 - 12:28 WIB

KABAR NUSANTARA

Madas Sedarah Soroti BPH Migas, Pertanyakan Ruang Suara DEM Madura

Selasa, 29 Sep 2026 - 10:03 WIB