Omah Rembug Sukoharjo Resmi Diluncurkan: Ruang Baru Pemuda Menyuarakan Gagasan dan Kolaborasi untuk Daerah

- Penulis

Senin, 21 Juli 2025 - 15:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, SUKOHARJO — Upaya membangun Sukoharjo yang lebih maju, adil, dan bermartabat kini mendapat energi baru dengan hadirnya Omah Rembug Sukoharjo.

Adalah sebuah ruang dialog dan kolaborasi lintas iman, budaya, dan generasi yang digagas oleh Forum Komunikasi Pemuda Lintas Iman dan Budaya Sukoharjo (FKPLIBS).

Peluncuran resmi program ini digelar Sabtu (19/7/2025) malam, di Aula Rumah Dinas Wakil Bupati Sukoharjo dan dihadiri puluhan pemuda dari berbagai komunitas serta tokoh inspiratif daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan bertajuk “Sukoharjo Lebih Maju, Adil, dan Bermartabat: Pemuda Bisa Apa?” menjadi ruang awal bagi anak muda Sukoharjo untuk menyuarakan aspirasi, membangun jejaring kolaborasi, dan memperkuat kontribusi nyata mereka dalam pembangunan sosial yang inklusif.

Wakil Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, SE, hadir sebagai Keynote Speaker dan memberikan apresiasi atas inisiatif FKPLIBS.

“Sukoharjo ini memang kecil secara wilayah, tapi tantangan pembangunannya besar dan kompleks. Maka tidak bisa dibangun sendirian. Pemuda harus menjadi mitra strategis pemerintah,” tegasnya.

Baca Juga :  4 Tradisi Kupatan di Kudus yang Wajib Kamu Kunjungi untuk Menutup Momen Lebaran 2025

Dalam sambutan pembukaan, Fadhel Moubharok, Ketua FKPLIBS sekaligus penggagas Omah Rembug menyampaikan bahwa program ini lahir dari keresahan bersama atas minimnya ruang dialog lintas kelompok pemuda di Sukoharjo.

“Sudah saatnya kita tidak hanya bicara di grup WA atau status media sosial, tapi duduk bareng, bicara setara, dan melahirkan solusi bareng. Omah Rembug adalah tempat kita belajar mendengar dan bertumbuh bersama,” ujar Fadhel.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan sesi diskusi publik yang dimoderatori oleh Tri Rohmadi, aktivis muda inklusi dan penggerak komunitas.

Dalam pengantarnya, Tri menekankan pentingnya “rembug” sebagai warisan kultural sekaligus metode partisipatif yang masih sangat relevan hari ini. “Remuk-remukan gagasan bareng, bukan saling meniadakan. Itu spirit kita malam ini,” ucapnya.

Sesi dialog menghadirkan Arif Dehan Ramadhan, guru muda dan pegiat citizen journalism, serta Ari Nugroho, SH, Ketua Lingkar Perdamaian Solo Raya.

Baca Juga :  Pelajar Sukoharjo Bersuara: Ruang Pahlawan Kekinian Siap Bongkar Isu, Gagasan, dan Kritik Gen Z

Keduanya menyampaikan materi tentang pentingnya literasi digital, peran pemuda sebagai produsen narasi damai, serta bagaimana membangun gerakan kolaboratif yang berkelanjutan.

Selain itu, acara juga dimeriahkan oleh pemantik budaya, Ki Jantit Sanakala, budayawan Sukoharjo yang mengajak peserta merenungi nilai-nilai lokal sebagai sumber etika sosial dalam pembangunan.

Peserta yang hadir tak hanya berdiskusi, tetapi juga mendapatkan kesempatan menyampaikan usulan program inovatif secara langsung kepada Wakil Bupati.

Ide-ide tersebut akan dikaji dan ditindaklanjuti melalui jaringan program Omah Rembug Sukoharjo.

Sebanyak 50 peserta terpilih dari organisasi kepemudaan, komunitas, dan individu menghadiri kegiatan ini.

Selain e-sertifikat dan konsumsi, mereka juga mendapatkan akses jejaring kolaborasi lintas sektor sebagai bagian dari follow-up kegiatan.

Dengan peluncuran ini, FKPLIBS berharap Omah Rembug Sukoharjo menjadi simpul gerakan pemuda lintas iman dan budaya, serta ruang partisipasi publik yang sehat, terbuka, dan berdaya dorong dalam mewujudkan Sukoharjo yang lebih adil dan bermartabat. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wujudkan Inklusi Sosial Tanpa Sekat, BAZNAS RI dan Yayasan Kiblat Abinaya Gagas Pembinaan Edutainment bagi Kaum Marjinal Sukoharjo
Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat
Gaji PPPK Mau Diambil Alih Pemerintah Pusat? Jateng Bisa Punya Napas Baru Rp2 Triliun
MUI Jateng Punya “Skuad” Baru: Banyak Profesor, Siap Jadi Cooling System di Tengah Dinamika Zaman
Berita ini 13 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 09:24 WIB

Wujudkan Inklusi Sosial Tanpa Sekat, BAZNAS RI dan Yayasan Kiblat Abinaya Gagas Pembinaan Edutainment bagi Kaum Marjinal Sukoharjo

Minggu, 13 September 2026 - 15:36 WIB

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak

Kamis, 10 September 2026 - 15:15 WIB

FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!

Senin, 7 September 2026 - 20:18 WIB

Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB