Di Puncak Andong: Ketika Langit dan Rindu Bertemu di Ketinggian 1.726 Mdpl

- Penulis

Rabu, 16 Juli 2025 - 07:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Hari itu, 15 Juli 2025, jam 06.15 pagi ketika langit Magelang masih menguap, kami—sekumpulan anak muda yang jenuh dengan rutinitas perkuliahan dan kerja—memulai langkah pertama menuju Gunung Andong via Pendem.

Matahari belum sepenuhnya bangun, tapi semangat kami sudah menyala seperti api unggun yang tak sabar menari.

Setiap tanjakan bercerita: tentang napas yang tertahan, keringat yang mengalir deras, dan tawa-tawa konyol yang sengaja kami tebarkan untuk mengusir lelah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di ketinggian 1.726 mdpl, kami bukan hanya mendaki gunung, tapi juga menaiki tangga-tangga rindu akan kebebasan.

Puncak Andong menyambut kami dengan sunyi yang syahdu. Kabut tipis menyelimuti hamparan hijau perbukitan, sesekali tersibak oleh angin yang membisikkan mantra-mantra alam.

Baca Juga :  MAX Messenger Kini Bisa Digunakan di Indonesia, Aplikasi Karya Rusia ini Saingi WhatsApp

Kami duduk di antara bebatuan vulkanik, menatap awan-awan yang bergerak lambat seperti kapal kertas raksasa.

Di sini, waktu tak lagi diukur oleh jam tangan, tapi oleh kedipan mata yang tak mau melewatkan detik-detik ketika matahari menerpa dedaunan hingga berkilau seperti emas cair.

Teman-teman bercerita tentang mimpi-mimpi yang tertunda, tentang dosen yang killer, tentang atasan yang menyebalkan—tapi semua keluh kesah itu larut dalam udara sejuk yang menyejukkan paru-paru.

Turun jam 14.43, kaki sudah pegal tapi hati ringan. Kami beristirahat di warung sederhana dekat basecamp, menyeruput kopi panas yang terasa lebih nikmat setelah perjuangan tadi.

Kaki yang lecet, baju yang basah, dan otot yang pegal—semua itu menjadi medali yang kami banggakan.

Baca Juga :  Masyaallah, Obyek Wisata Taman Bunga New Celosia Bandungan Gratiskan Tiket Pengunjung!

Gunung Andong mengajarkan kami bahwa liburan bukan sekadar pelarian, tapi ruang untuk mengingat kembali bahwa di balik tumpukan tugas dan deadline, ada langit yang selalu menunggu untuk dipandang.

Ada angin yang bersedia mendengarkan keluh kesah, dan ada bumi yang tak pernah berhenti memeluk kami dengan keindahannya.

Pulang ke Jogja, kami membawa lebih dari foto-foto. Kami membawa pulang ketenangan yang tak bisa dibeli di mall, kebersamaan yang tak tergantikan oleh virtual meeting, dan satu pelajaran sederhana: kadang, untuk menemukan diri sendiri, kita hanya perlu tersesat sejenak di antara puncak dan awan. (Red)

Penulis: Nashrul Mu’minin, content writer, tinggal di Jogja

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tumpukan Sampah Menggunung di Bawah Jembatan Pasar Sugio, Warga Keluhkan Bau hingga Rawan Kebakaran
Membedah Program Unggulan Sakola Kembara (Bimbel Gratis Masuk PTN)
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
Staycation Seru di Montera Glamping Lembang
Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
TEP UI Dorong Hilirisasi Pala Berbasis Riset Melalui Uji Laboratorium
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Berita ini 46 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 12:23 WIB

Tumpukan Sampah Menggunung di Bawah Jembatan Pasar Sugio, Warga Keluhkan Bau hingga Rawan Kebakaran

Minggu, 27 September 2026 - 09:20 WIB

Membedah Program Unggulan Sakola Kembara (Bimbel Gratis Masuk PTN)

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Rabu, 16 September 2026 - 18:44 WIB

Staycation Seru di Montera Glamping Lembang

Sabtu, 12 September 2026 - 15:04 WIB

Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”

Berita Terbaru

KABAR NUSANTARA

Madas Sedarah Soroti BPH Migas, Pertanyakan Ruang Suara DEM Madura

Selasa, 29 Sep 2026 - 10:03 WIB