Presiden Prabowo: Rusia dan China Tidak Pernah Menerapkan Standar Ganda

- Penulis

Sabtu, 21 Juni 2025 - 08:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam lawatan ke Rusia. (dok istimewa)

Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam lawatan ke Rusia. (dok istimewa)

SUARAMUDA, SEMARANG — Presiden RI Prabowo Subianto memuji kepemimpinan China dan Rusia yang dinilai tidak pernah menerapkan standar ganda dalam geopolitik dunia.

Ia menyatakan kedua negara di bawah pimpinan Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin itu konsisten melawan penindasan di dunia.

“Rusia dan China tidak pernah menerapkan standar ganda, Rusia dan Cina selalu membela kaum tertindas,” kata Prabowo dalam pidatonya di St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) `25, Rusia, Jumat (26/6/2025).

Prabowo menekankan Rusia dan Cina konsisten memperjuangkan keadilan bagi seluruh bangsa di muka bumi.

Ia pun berpendapat pasti banyak negara-negara selatan dunia alias Global South yang sepakat dengan pendapatnya itu.

“Saya mengatakan ini dari hati,” ucapnya.

Siap Tingkatkan Kerjasama

Prabowo pun menyatakan siap meningkatkan kerjasama dengan China dan Rusia.

Namun, pada saat yang sama, Prabowo juga menekankan bahwa Indonesia menganut azas politik luar negeri bebas aktif, yang akan menjalin hubungan baik dengan seluruh negara.

Baca Juga :  Berikut Ini 8 Misi Asta Cita Presiden Prabowo dan Wapres Gibran

Pada kesempatan itu, Prabowo juga mengucapkan terima kasih ke Rusia dan Cina yang mendukung Indonesia menjadi anggota penuh blok ekonomi BRICS.

Ia pun menyatakan bahwa Indonesia siap berkontribusi maksimal kepada BRICS guna membangun stabilitas dan kesejahteraan dunia. (Red)

Sumber: CNN Indonesia

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas
GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
Berita ini 10 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Senin, 21 September 2026 - 22:09 WIB

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Minggu, 20 September 2026 - 08:36 WIB

International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas

Minggu, 20 September 2026 - 08:25 WIB

GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB