Presiden Prabowo Pilih Kunjungi Rusia Ketimbang G7, Langkah Strategis untuk Indonesia?

- Penulis

Kamis, 19 Juni 2025 - 17:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden RI Prabowo Subianto saat kunjungan resmi ke Rusia pada 18-20 Juni 2025, sekaligus menjadi pembicara di Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg (SPIEF). (dok istimewa)

Presiden RI Prabowo Subianto saat kunjungan resmi ke Rusia pada 18-20 Juni 2025, sekaligus menjadi pembicara di Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg (SPIEF). (dok istimewa)

SUARAMUDA, St. PETERSBURG, RUSIA – Presiden Indonesia Prabowo Subianto memenuhi undangan Presiden Vladimir Putin untuk melakukan kunjungan resmi pada 18-20 Juni 2025, sekaligus menjadi pembicara di Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg (SPIEF).

Keputusan ini menarik perhatian global, mengingat Presiden Prabowo memilih absen dari KTT G7 di Kanada yang digelar pada periode yang sama.

Menurut pengamat hubungan Indonesia-Rusia dari Center for Mediastrategi, Amy Maulana, langkah ini merupakan tindakan strategis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Indonesia adalah negara berdaulat. Kerja sama dengan Rusia lebih konkret bagi kepentingan nasional ketimbang mengikuti agenda G7 yang didominasi kepentingan Eropa,” jelasnya.

Amy juga menyinggung isu perang Iran-Israel yang akan dibahas di G7, di mana jelas kemana arah dukungan Eropa.

Baca Juga :  Ketika Sepak Bola Bukan Lagi Prioritas: Kenangan Sesungguhnya dari Piala Dunia 2026
Presiden RI Prabowo Subianto saat kunjungan resmi ke Rusia pada 18-20 Juni 2025, sekaligus menjadi pembicara di Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg (SPIEF). (dok istimewa)

Sementara itu, Indonesia secara konsisten mendukung kemerdekaan Palestina dan menurut gencatan senjata kedua belah pihak.

Momen Penting Usai Gabung BRICS

Pertemuan bilateral Prabowo-Putin pada 19 Juni menjadi momen penting, terutama setelah Indonesia resmi bergabung dengan BRICS awal 2025.

Agenda utama mencakup kerja sama di bidang transportasi, pertanian, teknologi, dan ekonomi kreatif.

Delegasi Indonesia turut melibatkan sejumlah menteri kunci, seperti Menteri Koordinasi Bidang Ekonomi Ailangga Hartarto, Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, Menrsitek Brian Yuliarto.

Tak hanya itu, Menteri Investasi, Rosan Roeslani, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, dan Menteri Luar Negeri, Sugiono, juga turut serta dalam lawatan ke Rusia.

Baca Juga :  Kerjasama Strategis Indonesia-Rusia: Mempercepat Dividen Demografi Menuju Indonesia Emas 2045

Amy menambahkan, pilihan Prabowo untuk hadir di Rusia ketimbang G7 mempertegas sikap Indonesia yang mandiri dalam diplomasi, mengejar kepentingan nasional tanpa terikat pada agenda pihak lain.

Langkah ini diprediksi akan membuka peluang ekonomi baru, sekaligus mengukuhkan peran Indonesia di BRICS.

Kunjungan ini dinilai sebagai upaya memperkuat posisi Indonesia di kancah global, dengan menjalin kemitraan yang setara di luar blok Barat.

SPIEF juga menjadi panggung bagi Prabowo untuk mempromosikan investasi dan proyek strategis Indonesia di hadapan pemimpin dunia. (Red)

Kontributor: Vadim Varigim

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ribuan Migran Serbu Ceuta! Spanyol Turunkan Militer, Maroko Semprot Massa Pakai Meriam Air
Rusia Buru Bos Telegram!
76 Tahun Indonesia-Rusia dan 35 Tahun ASEAN-Rusia: Perkemahan Pemuda di Leningrad Jadi Simbol Diplomasi Kerakyatan
Strategi Rusia di ASEAN: Peluang Besar di Tengah Kompleksitas Geopolitik Kawasan
Indonesia Tegaskan Dukungan Total untuk Palestina, Rekonstruksi Gaza Jadi Komitmen Nyata
Ketika Sepak Bola Bukan Lagi Prioritas: Kenangan Sesungguhnya dari Piala Dunia 2026
Selamat! Akhirnya Spanyol Juara!
Ambisi Inggris di Arktika: Tantangan dari Skotlandia dan Risiko bagi Skandinavia
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:04 WIB

Ribuan Migran Serbu Ceuta! Spanyol Turunkan Militer, Maroko Semprot Massa Pakai Meriam Air

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:31 WIB

76 Tahun Indonesia-Rusia dan 35 Tahun ASEAN-Rusia: Perkemahan Pemuda di Leningrad Jadi Simbol Diplomasi Kerakyatan

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:47 WIB

Strategi Rusia di ASEAN: Peluang Besar di Tengah Kompleksitas Geopolitik Kawasan

Senin, 27 Juli 2026 - 23:34 WIB

Indonesia Tegaskan Dukungan Total untuk Palestina, Rekonstruksi Gaza Jadi Komitmen Nyata

Senin, 27 Juli 2026 - 08:04 WIB

Ketika Sepak Bola Bukan Lagi Prioritas: Kenangan Sesungguhnya dari Piala Dunia 2026

Berita Terbaru

Gambar: Kompas.com

KABAR NUSANTARA

Masyarakat Tak Yakin Kopdes Merah Putih Akan Mampu Berkembang?

Sabtu, 1 Agu 2026 - 20:05 WIB

RAGAM

PDPM Ogan Ilir selenggarakan Madrasah Anti Korupsi

Jumat, 31 Jul 2026 - 10:58 WIB