Pernyataan Resmi Presma Politeknik Medical Farma Husada Soal Narasi Tendensius Jual-Beli Beasiswa

- Penulis

Selasa, 3 Juni 2025 - 22:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, MATARAM — Presiden Mahasiswa Politeknik Medical Farma Husada (MFH) Mataram keberatan dengan pemberitaan oleh aktivis dari luar kampus terkait dugaan praktik jual-beli beasiswa di lingkungan kampus MFH.

“Saya, selaku Presiden Mahasiswa, menyatakan keberatan dan menyayangkan penyampaian informasi yang tidak berimbang dan cenderung menyudutkan institusi pendidikan kami secara sepihak, “tegas Presma MFH, Mu amal Farizal.

Ia juga menyampaikan beberapa klarifikasi penting untuk meluruskan opini publik yang mulai terbentuk secara keliru.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

1. Beasiswa KIP Merupakan Hak Mahasiswa Kurang Mampu. Bahwa, program beasiswa KIP Kuliah diberikan kepada mahasiswa yang benar-benar memiliki latar belakang ekonomi tidak mampu dan memiliki potensi akademik yang layak.

Kampus tidak pernah memaksa atau mengarahkan mahasiswa untuk “membeli” beasiswa tersebut.

Tidak ada praktik sistematis yang menunjukkan bahwa kampus menjadikan beasiswa sebagai komoditas yang diperjualbelikan.

2. Mahasiswa yang Membantu Sesama, Bukan Menjual Hak. Dalam beberapa kasus yang muncul di lapangan, kami justru menemukan adanya solidaritas mahasiswa—dimana penerima KIP yang merasa cukup secara ekonomi secara sukarela mengalihkan bantuannya kepada mahasiswa lain yang lebih membutuhkan.

Baca Juga :  Sederhana Tapi Penuh Makna, Siswa Kelas X SMA Vianney Gelar Studi Ekskursi ke Bogor

Ini tidak bisa secara gegabah dikategorikan sebagai praktik jual beli, apalagi dikaitkan sebagai skema bisnis gelap institusi.

3. Tuduhan Sepihak Tanpa Bukti Valid. Saya mempertanyakan metode “investigasi” yang diklaim oleh pihak luar tersebut.

Tidak jelas siapa yang dimaksud dengan “mahasiswa Universitas Mataram” yang melakukan investigasi, serta tidak ada bukti kuat, transparan, atau saksi sah yang menunjukkan keterlibatan pihak kampus secara institusional dalam dugaan praktik jual beli beasiswa.

Menggeneralisasi dan menyudutkan nama baik kampus tanpa klarifikasi terlebih dahulu adalah bentuk pencemaran nama baik.

4. Kita Terbuka untuk Evaluasi, Bukan Fitnah Publik. Sebagai Presiden Mahasiswa, saya mendukung penuh transparansi dan perbaikan tata kelola beasiswa di kampus kami.

Baca Juga :  Anti Ribet! Mahasiswa KKN Kelompok 96 UMBY Bantu UMKM Sareyan lewat Banner Kece

Jika memang ada oknum yang bermain, Saya siap bekerja sama dengan pihak yang berwenang untuk mengusut secara tuntas.

Tapi kami menolak keras cara-cara framing media yang membunuh karakter lembaga pendidikan tanpa bukti hukum.

5. Aktivisme Jangan Dijadikan Alat Provokasi
Saya butuh aktivis yang mengedepankan data, bukan sensasi.

Membawa nama kampus ke ranah publik dengan narasi yang mengandung unsur penghinaan dan penghakiman adalah tindakan tidak bertanggung jawab, apalagi jika dilakukan tanpa prosedur dialog atau mediasi terlebih dahulu.

Sebagai Presiden mahasiswa MFH, dirinya tetap berkomitmen menjaga marwah pendidikan, dan menolak narasi yang menjadikan kampus sebagai kambing hitam atas persoalan struktural yang lebih luas di dunia beasiswa nasional.

“Demikian klarifikasi ini saya sampaikan sebagai bentuk tanggung jawab moral dan intelektual kepada masyarakat, ” tutup Mu amal Farizal, dalam laporan tertulis. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bukan Sekadar Datang! Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo Siap “Berburu” Inspirasi di EXTRANAS 2026
Honor Guru Madrasah Swasta Cuma Rp50 Ribu, Menag Akui Realita Pahit
Zuhri: Diplomasi Bukan Cuma Urusan Negara, Warga Bisa Jadi Jembatan Indonesia–Tiongkok
Dari Usus Ayam Jadi Cuan: UPN Veteran Jatim Dorong Siswa SMK Nazhatut Thullab Jadi Wirausaha
Dorong Produksi Lebih Efisien dan Bermutu, Tim Pengabdian Terapkan Mesin Chopper Kedelai Termodifikasi di UMKM Tahu Tulungagung
Tingkatkan Mutu Produk Olahan, Tim Pengabdian UPN Veteran Jatim Dampingi UMKM Sambal Pecel “Lestari” Blitar
Modernisasi Produksi Telur Asin di Tulungagung, Alat Pencuci Berbasis Riset Bikin UMKM Makin Efisien
Dorong UMKM Naik Kelas, Akademisi UPN Veteran Jawa Timur Kenalkan Oven Multitray dan Kemasan Baru di Bolu “Bu Pur”
Berita ini 9 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 05:53 WIB

Bukan Sekadar Datang! Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo Siap “Berburu” Inspirasi di EXTRANAS 2026

Sabtu, 12 September 2026 - 11:41 WIB

Honor Guru Madrasah Swasta Cuma Rp50 Ribu, Menag Akui Realita Pahit

Rabu, 9 September 2026 - 17:39 WIB

Zuhri: Diplomasi Bukan Cuma Urusan Negara, Warga Bisa Jadi Jembatan Indonesia–Tiongkok

Selasa, 8 September 2026 - 18:53 WIB

Dari Usus Ayam Jadi Cuan: UPN Veteran Jatim Dorong Siswa SMK Nazhatut Thullab Jadi Wirausaha

Senin, 7 September 2026 - 22:34 WIB

Dorong Produksi Lebih Efisien dan Bermutu, Tim Pengabdian Terapkan Mesin Chopper Kedelai Termodifikasi di UMKM Tahu Tulungagung

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB