Mahasiswa dan Pelajar Gelar Dialog Interaktif, Tegaskan Peran Pemuda Jalankan Amanat Konstitusi untuk Palestina

- Penulis

Kamis, 18 Desember 2025 - 11:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, JAKARTA — Forum Komunikasi Mahasiswa Bela Palestina (FKM-BP) menggelar Dialog Interaktif bertajuk “Humanity in Crisis: Edukasi dan Aksi Pemuda untuk Palestina” sebagai upaya memperkuat kesadaran dan peran strategis pemuda dalam merespons krisis kemanusiaan yang terus berlangsung di Palestina.

Kegiatan ini menjadi ruang diskusi dan konsolidasi bagi mahasiswa dan pelajar lintas organisasi untuk membahas tanggung jawab moral dan konstitusional bangsa Indonesia terhadap isu penjajahan.

Dalam forum tersebut, Ketua BEM Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menegaskan bahwa dukungan terhadap Palestina merupakan amanat konstitusi sebagaimana tercantum dalam alinea pertama Pembukaan UUD 1945, yang menyatakan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena bertentangan dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyampaikan bahwa nilai konstitusional tersebut tidak boleh berhenti pada tataran normatif, melainkan harus diimplementasikan secara nyata melalui penguatan edukasi publik dan keberanian menyuarakan Palestina secara konsisten.

Baca Juga :  Sinergi TNI-POLRI dan Masyarakat, Babinsa Buktikan Perannya Bangun Desa Bugel, Tasikmalaya

Menurutnya, setiap elemen pemuda memiliki peran dan kapasitas masing-masing yang dapat dioptimalkan untuk menjaga isu Palestina tetap hidup dalam ruang publik.

Sementara itu, Ketua PW PII Jakarta, Imaddudin, menekankan pentingnya memaksimalkan potensi pelajar di tengah situasi global yang cenderung melemahkan narasi Palestina.

Ia menyampaikan bahwa pelajar sebagai bagian dari regenerasi bangsa harus dibekali pemahaman yang kuat mengenai nilai-nilai kemanusiaan, sejarah hubungan Indonesia dan Palestina, serta alasan moral dan konstitusional mengapa Indonesia harus terus mendukung kemerdekaan Palestina.

Pandangan tersebut diperkuat oleh Ketua Umum IMM Jakarta Timur yang menegaskan bahwa anak muda memiliki posisi strategis sebagai penjaga suara kemanusiaan.

Ia menilai generasi muda harus mengambil peran aktif dalam menyuarakan keadilan dan keberpihakan terhadap Palestina melalui berbagai ruang edukasi, advokasi, dan gerakan sosial.

Baca Juga :  ITS Gelar OMITS 18th: Adu Cerdas Ribuan Talenta Matematika dari Seluruh Indonesia

Menanggapi pandangan para pemantik dialog, Inisiator FKM-BP menyampaikan dukungannya terhadap gerakan kolektif anak muda dalam melakukan pencerdasan generasi bangsa sebagai bentuk ikhtiar menegakkan amanat konstitusi.

Ia menegaskan bahwa forum-forum diskusi strategis seperti ini harus terus digulirkan sebagai ruang perumusan kajian dan gagasan bersama, sekaligus sebagai dorongan moral agar para pemangku kebijakan lebih serius, bersatu, dan tegas dalam menyikapi isu Palestina.

Menurutnya, isu Palestina bukan sekadar persoalan geopolitik internasional, melainkan juga merupakan cerminan jati diri bangsa Indonesia yang lahir dari sejarah panjang perjuangan melawan penjajahan.

Oleh karena itu, keberpihakan terhadap Palestina merupakan bagian dari konsistensi bangsa Indonesia dalam menjaga nilai kemanusiaan dan keadilan global.

FKM-BP menegaskan komitmennya untuk terus menginisiasi agenda edukasi, diskusi, dan aksi kemanusiaan sebagai upaya berkelanjutan dalam memperkuat solidaritas pemuda Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina. (Red)

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 9 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Kamis, 17 September 2026 - 08:45 WIB

DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB