SUARAMUDA.NET, JAKARTA — Forum Komunikasi Mahasiswa Bela Palestina (FKM-BP) menggelar Dialog Interaktif bertajuk “Humanity in Crisis: Edukasi dan Aksi Pemuda untuk Palestina” sebagai upaya memperkuat kesadaran dan peran strategis pemuda dalam merespons krisis kemanusiaan yang terus berlangsung di Palestina.
Kegiatan ini menjadi ruang diskusi dan konsolidasi bagi mahasiswa dan pelajar lintas organisasi untuk membahas tanggung jawab moral dan konstitusional bangsa Indonesia terhadap isu penjajahan.
Dalam forum tersebut, Ketua BEM Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menegaskan bahwa dukungan terhadap Palestina merupakan amanat konstitusi sebagaimana tercantum dalam alinea pertama Pembukaan UUD 1945, yang menyatakan bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena bertentangan dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.
Ia menyampaikan bahwa nilai konstitusional tersebut tidak boleh berhenti pada tataran normatif, melainkan harus diimplementasikan secara nyata melalui penguatan edukasi publik dan keberanian menyuarakan Palestina secara konsisten.
Menurutnya, setiap elemen pemuda memiliki peran dan kapasitas masing-masing yang dapat dioptimalkan untuk menjaga isu Palestina tetap hidup dalam ruang publik.
Sementara itu, Ketua PW PII Jakarta, Imaddudin, menekankan pentingnya memaksimalkan potensi pelajar di tengah situasi global yang cenderung melemahkan narasi Palestina.
Ia menyampaikan bahwa pelajar sebagai bagian dari regenerasi bangsa harus dibekali pemahaman yang kuat mengenai nilai-nilai kemanusiaan, sejarah hubungan Indonesia dan Palestina, serta alasan moral dan konstitusional mengapa Indonesia harus terus mendukung kemerdekaan Palestina.
Pandangan tersebut diperkuat oleh Ketua Umum IMM Jakarta Timur yang menegaskan bahwa anak muda memiliki posisi strategis sebagai penjaga suara kemanusiaan.
Ia menilai generasi muda harus mengambil peran aktif dalam menyuarakan keadilan dan keberpihakan terhadap Palestina melalui berbagai ruang edukasi, advokasi, dan gerakan sosial.
Menanggapi pandangan para pemantik dialog, Inisiator FKM-BP menyampaikan dukungannya terhadap gerakan kolektif anak muda dalam melakukan pencerdasan generasi bangsa sebagai bentuk ikhtiar menegakkan amanat konstitusi.
Ia menegaskan bahwa forum-forum diskusi strategis seperti ini harus terus digulirkan sebagai ruang perumusan kajian dan gagasan bersama, sekaligus sebagai dorongan moral agar para pemangku kebijakan lebih serius, bersatu, dan tegas dalam menyikapi isu Palestina.
Menurutnya, isu Palestina bukan sekadar persoalan geopolitik internasional, melainkan juga merupakan cerminan jati diri bangsa Indonesia yang lahir dari sejarah panjang perjuangan melawan penjajahan.
Oleh karena itu, keberpihakan terhadap Palestina merupakan bagian dari konsistensi bangsa Indonesia dalam menjaga nilai kemanusiaan dan keadilan global.
FKM-BP menegaskan komitmennya untuk terus menginisiasi agenda edukasi, diskusi, dan aksi kemanusiaan sebagai upaya berkelanjutan dalam memperkuat solidaritas pemuda Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina. (Red)