Optimalisasi Limbah Air Cucian Beras Menjadi Pupuk Organik Cair Melalui Kombinasi EM4 oleh Tim Bina Desa MBKM UPN “Veteran” Jawa Timur di Desa Karangkuten

- Penulis

Kamis, 29 Mei 2025 - 23:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

POV Foto: Foto Sosialisasi Oembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari Limbah Cucian Air Beras

POV Foto: Foto Sosialisasi Oembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dari Limbah Cucian Air Beras

SUARAMUDA, MOJOKERTO – Dalam rangkapelaksanaan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Kelompok Bina Desa dari Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur menyelenggarakan kegiatan sosialisasi

Kegiatan tersebut utamanya, mengenai pemanfaatan limbah rumah tangga, khususnya air bekas cucian beras, sebagai bahan dasar pembuatan pupuk organik cair (POC) yang ramah lingkungan dan memiliki nilai ekonomis tinggi.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 13 Mei 2025, bertempat di Balai Dusun Karanglo, Desa Karangkuten, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh masyarakat, khususnya ibu-ibu rumah tangga, yang berasal dari tiga dusun di wilayah desa Karangkuten, yaitu Dusun Tumbuk, Dusun Karanglo, dan Dusun Oto-Oto.

Tingginya antusiasme masyarakat dalam mengikuti kegiatan ini mencerminkan besarnya ketertarikan terhadap alternatif pengelolaan limbah yang bermanfaat, terutama mengingat bahwa sebagian besar masyarakat Desa Karangkuten bermata pencaharian sebagai petani.

Oleh karena itu, pemanfaatan limbah air cucian beras sebagai pupuk organik cair dinilai sangat relevan untuk mendukung kegiatan pertanian sehari-hari mereka.

Baca Juga :  Angkat Disertasi tentang Kontestasi Ideologi Islam di Media Sosial, Agus Fathuddin Yusuf Raih Gelar Doktor UIN Walisongo

Dalam kegiatan ini, Tim Bina Desa memberikan edukasi secara menyeluruh mengenai kandungan nutrisi yang terdapat dalam air cucian beras dan bagaimana limbah tersebut dapat diolah secara sederhana dengan menambahkan EM4 (Effective Microorganisms 4).

EM4 merupakan larutan yang mengandung mikroorganisme efektif yang berperan penting dalam proses fermentasi dan penguraian bahan organik, sehingga mampu meningkatkan kesuburan tanah dan kualitas pertumbuhan tanaman jika diaplikasikan secara tepat.

Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk mendorong masyarakat agar dapat mengolah limbah rumah tangga menjadi produk yang bermanfaat, serta mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia yang berdampak negatif terhadap lingkungan dalam jangka panjang.

Dengan memanfaatkan air cucian beras yang sebelumnya dianggap tidak berguna, masyarakat diharapkan dapat memproduksi pupuk organik cair secara mandiri untuk keperluan pertanian.

Setelah sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pelatihan praktis mengenai cara pembuatan pupuk organik cair. Pelatihan ini bertujuan agar masyarakat memiliki kemampuan dan keterampilan dalam memproduksi pupuk organik cair sendiri secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Tanamkan Akhlak, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Kenalkan Sastra lewat Puisi, Pantun, dan Cerita di SD Negeri Pulosari

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Karangkuten tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam praktik pertanian mereka.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa UPN “Veteran” Jawa Timur dalam memberdayakan masyarakat desa melalui pendekatan edukatif dan lingkungan yang berkelanjutan.

Dalam kaitannya dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), program ini sejatinya mendukung SDG 8 – Decent Work and Economic Growth, yakni dengan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pemanfaatan limbah organik menjadi produk bernilai guna yang dapat mendukung produktivitas pertanian, membuka peluang usaha kecil, dan meningkatkan keterampilan masyarakat desa. (Red)

Penulis: Reyka Dinar A., Ir. Sani, M.T. Mahasiswa dan Dosen Teknik Kimia UPN “Veteran” Jawa Timur

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bukan Sekadar Datang! Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo Siap “Berburu” Inspirasi di EXTRANAS 2026
Honor Guru Madrasah Swasta Cuma Rp50 Ribu, Menag Akui Realita Pahit
Zuhri: Diplomasi Bukan Cuma Urusan Negara, Warga Bisa Jadi Jembatan Indonesia–Tiongkok
Dari Usus Ayam Jadi Cuan: UPN Veteran Jatim Dorong Siswa SMK Nazhatut Thullab Jadi Wirausaha
Dorong Produksi Lebih Efisien dan Bermutu, Tim Pengabdian Terapkan Mesin Chopper Kedelai Termodifikasi di UMKM Tahu Tulungagung
Tingkatkan Mutu Produk Olahan, Tim Pengabdian UPN Veteran Jatim Dampingi UMKM Sambal Pecel “Lestari” Blitar
Modernisasi Produksi Telur Asin di Tulungagung, Alat Pencuci Berbasis Riset Bikin UMKM Makin Efisien
Dorong UMKM Naik Kelas, Akademisi UPN Veteran Jawa Timur Kenalkan Oven Multitray dan Kemasan Baru di Bolu “Bu Pur”
Berita ini 11 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 05:53 WIB

Bukan Sekadar Datang! Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo Siap “Berburu” Inspirasi di EXTRANAS 2026

Sabtu, 12 September 2026 - 11:41 WIB

Honor Guru Madrasah Swasta Cuma Rp50 Ribu, Menag Akui Realita Pahit

Rabu, 9 September 2026 - 17:39 WIB

Zuhri: Diplomasi Bukan Cuma Urusan Negara, Warga Bisa Jadi Jembatan Indonesia–Tiongkok

Selasa, 8 September 2026 - 18:53 WIB

Dari Usus Ayam Jadi Cuan: UPN Veteran Jatim Dorong Siswa SMK Nazhatut Thullab Jadi Wirausaha

Senin, 7 September 2026 - 22:34 WIB

Dorong Produksi Lebih Efisien dan Bermutu, Tim Pengabdian Terapkan Mesin Chopper Kedelai Termodifikasi di UMKM Tahu Tulungagung

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB