Buntut Adu Kekuatan Jet Tempur, Benarkah India Akan Memutus Suplai Air ke Pakistan?

- Penulis

Rabu, 21 Mei 2025 - 17:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bendera India dan Pakistan (sumber: pinterest)

Bendera India dan Pakistan (sumber: pinterest)

SUARAMUDA, SEMARANG — Buntut aksi saling serang, Pakistan kini kembali mendapat ancaman dari India.

Di tengah gencatan senjata, India dikabarkan akan men-stop suplai air Pakistan.

Hal serupa juga pernah dilakukan India sebelumnya, bahwa New Dehli akan membekukan Perjanjian Air Indus yang sudah terjalin sejak 1960 itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk diketahui, wacana blokade suplai air Pakistan dari Sungai Indus itu sebagai respons atas insiden penembakan oleh milisi The Resistance Front (TRF) di pegunungan Pahalgam, Kashmir.

Baca Juga :  KBRI Tunis Gelar Shalat Id, Momentum Pererat Silaturahmi Warga Indonesia di Tunisia

Dalam insiden, dikabarkan sedikitnya 26 turis yang sebagian besar warga India: tewas. New Delhi menuduh bahwa Pakistan menyokong TRF.

Manuver India itu pun disebut bisa membuat Pakistan krisis air dan pangan karena 80 persen suplai air negara itu berasal dari Sungai Indus.

Dikutip dari South China Morning Post, Sungai Indus selama ini menjadi nadi utama Pakistan untuk cadangan air tawar dan lahan pertanian.

Berbuntut Perang?

Sebelumnya, Pakistan sempat merespons keras rencana India untuk memutus pasokan air dari Sungai Indus.

Baca Juga :  Nasib Apes! Mantan Presiden Filipina Rodrigo Duterte Ditangkap!

Islamabad menyebut bahwa rencana itu akan menjadi “tindakan perang” dan akan membalas “dengan kekuatan penuh dalam semua spektrum kekuatan nasional.”

“Air adalah kepentingan vital nasional Pakistan, nadi kehidupan untuk 240 juta orang (Pakistan) dan ketersediaannya akan dibela dengan semua cara,” demikian pernyataan pemerintah Pakistan saat itu.

Lantas, apakah India benar-benar nekat mewujudkan ambisinya, dengan memblokade suplai air Pakistan dari Sungai Indus ? Kita lihat! (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!
International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas
GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029
Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
EEF-2026: Kehadiran Internasional Tunjukkan Pergeseran Ekonomi Global, Barat Tak Lagi Sentral
Iran Tebar Ranjau Lagi di Selat Hormuz, Perang dengan AS Makin Memanas
Prabowo di Rusia: Samudra Pasifik Penghubung, Indonesia Tegaskan Posisi Non-Blok
Berita ini 6 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:09 WIB

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Minggu, 20 September 2026 - 08:36 WIB

International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas

Minggu, 20 September 2026 - 08:25 WIB

GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029

Sabtu, 12 September 2026 - 12:14 WIB

Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?

Rabu, 9 September 2026 - 07:53 WIB

Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB