Sino-Nusantara Institute Jembatani CAMSR Tiongkok Kerja Sama dengan Pemerintah Kota Semarang

- Penulis

Minggu, 18 Mei 2025 - 12:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Sino-Nusantara Institute, Ahmad Syaifudin Zuhri saat wawancara dengan jurnalis di sela-sela Heritage Forum di Gumaya Tower Hotel, Jl Gajahmada Semarang, Jumat (16/5/2025). (Dok pribadi)

Direktur Sino-Nusantara Institute, Ahmad Syaifudin Zuhri saat wawancara dengan jurnalis di sela-sela Heritage Forum di Gumaya Tower Hotel, Jl Gajahmada Semarang, Jumat (16/5/2025). (Dok pribadi)

SUARAMUDA, SEMARANG — Sino-Nusantara Institute ditunjuk oleh City Alliance Maritime Silk Road (CAMSR) atau Aliansi Kota Pelestarian Budaya Konservasi Jalur Sutera Maritim untuk menjembatani penjajakan kerja sama dengan Pemeritah Kota Semarang.

Direktur Sino-Nusantara Institute, Ahmad Syaifudin Zuhri mengungkapkan, langkah ini merupakan kali kedua lembaga yang dipimpinnya menjembatani kerja sama Pemerintah Kota Semarang dengan Tiongkok.

“Ini merupakan kali kedua, setelah sebelumnya, pada Februari yang lalu, Provinsi Heze datang langsung ke Semarang. Diharapkan, nantinya ada tindaklanjut dari kerja sama ini sehingga membuat Semarang semakin dikenal, makin maju dan pertumbuhan ekonomi bisa lebih meroket, “ungkap Zuhri, yang juga mantan Ketua Umum PPI Tiongkok 2014 dan Rois Syuriyah PCINU Tiongkok 2021-2023.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih spesifik, Zuhri juga menambahkan bahwa penjajakan kerja sama CAMSR dengan Pemeritah Kota Semarang sebenarnya telah dimulai sejak Kota Semarang dipimpin Hendrar Prihadi (Hendi) pada 2022.

“Lalu, di masa kepemimpinan Wali Kota Hevearita G. Rahayu (Mbak Ita), hingga kini, dipimpin Wali Kota Agustina Wilujeng, “ungkap alumnus Hubungan Internasional Universitas Wahid Hasyim Semarang, di sela-sela Heritage Forum yang digelar di Gumaya Tower Hotel, Jl Gajahmada Semarang, Jumat (16/5/2025).

Ia juga mengungkapkan, dari perjalanan panjang itu, akhirnya Kota Semarang secara resmi telah bergabung dalam Kerjasama City Alliance Maritime Silk Road (CAMSR) Tiongkok atau Aliansi Kota Pelestarian Budaya Konservasi Jalur Sutera Maritim yang dipimpin oleh kota Guangzhou.

Baca Juga :  Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok

“Penandatanganan kerja sama ini dilakukan langsung oleh Walikota Semarang, Agustina Wilujeng, di Balaikota pada 15 Mei 2025 malam. Dan penandatanganan itu di hadapan delegasi CAMSR Guangzhou dan Atase Kebudayaan Kedutaan Besar Tiongkok di Indonesia, Wang Si Ping, “ujar Zuhri, yang juga alumni Nanchang University, China.

Semarang Anggota CAMSR ke-36

Momen penandatanganan kerja sama Pemkot Semarang dengan CAMSR merupakan tonggak sejarah penting bagi Kota Semarang.

Pasalnya, Semarang adalah salah satu kota di Indonesia selain Cirebon yang telah menjalin kerja sama dengan anggota 34 kota anggota Aliansi Kota Pelestarian Budaya Konservasi Jalur Sutera Maritim (CAMSR).

Sementara, satu kota lain di Indonesia yang telah menjalin kerja sama lebih dulu adalah Cirebon, pada 2024 lalu. Masuknya Cirebon sebagai bagian dari CAMSR menjadikan kota itu sebagai anggota ke-35. Sedangkan Kota Semarang menjadi adalah anggota ke-36.

Zuhri juga menambahkan, keanggotaan Kota Semarang dalam CAMSR yang ditandai dengan acara Promosi Perjalanan Jalur Sutra Maritim dan Forum Heritage di Semarang pada 16 Mei 2025 ini tak lepas dari kolaborasi Sino-Nusantara Institute dan Yayasan Tay Kak Sie Semarang.

Baca Juga :  Sino-Nusantara Institute Jembatani Pertemuan Delegasi Pemkot Heze, China dengan Pemkot Semarang

“Memang, kami ditunjuk untuk mengatur mulai dari pertemuan dengan Wali Kota dan juga pejabat tinggi pemkot lainnya, hingga menjalankan teknis acara lainnya. Dan teman-teman Tay Kak Sie sangat membantu suksesnya acara ini, “ujar Zuhri, yang juga dosen FISIP UIN Walisongo Semarang.

Direktur Sino-Nusantara Institute, Ahmad Syaifudin Zuhri dan Sekda Kota Semarang, M. Khadhik dalam Heritage Forum di Gumaya Tower Hotel, Jl Gajahmada Semarang, Jumat (16/5/2025). (Dok pribadi)

Sekilas Sino-Nusantara dan CAMSR

Sebagai informasi, Sino-Nusantara Institute adalah lembaga kajian, konsultan dan penghubung kerja sama, terkait hubungan Indonesia-Tiongkok.

Lembaga yang berbasis di Semarang itu didirikan sejak 2021. Hingga kini, Sino-Nusantara Institute memiliki jaringan kerja di Jakarta, Beijing dan Guangzhou, China.

Sementara itu, City Alliance Maritime Silk Road (CAMSR) atau Aliansi Kota Pelestarian Budaya Konservasi Jalur Sutera Maritim berdiri pada 2018.

Awalnya, CAMSR hanya beranggotakan tiga kota di Tiongkok, yakni Guangzhou, Nanjing dan Ningbo. Lembaga yang berkantor di Guangzhou itu survive di bawah arahan National Cultural Heritage Administration dan Kementerian Kebudayaan Tiongkok.

Selain Cirebon dan Semarang, 34 Anggota CAMSR di wilayah Tiongkok adalah Guangzhou, Nanjing, Ningbo, Zhang Zhou, Putian, Jiangmen, Lishui, Yangjiang, Yang Zhou, Fuzhou, Yantai, Beihai dan Huanghua.

Sedangkan kota lainnya, yakni Shantou, Sanya, Zhanjiang, Chaozhou, Nantong, Lianyungang, Suzhou, Zibo, Shanghai, Dongying, Weihai, Changsha, Macao, Qingdao, Huizhou, Hongkong, Hangzhou, Wenzhou, Maoming, Foshan, dan Qinzhou. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
Berita ini 14 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Senin, 21 September 2026 - 21:18 WIB

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB