Gubernur Jateng Resmikan Layanan PET Scan Pertama di Jateng, Masyarakat Tidak Perlu Jauh-jauh ke Singapura

- Penulis

Jumat, 16 Mei 2025 - 00:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, SUKOHARJO — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meresmikan layanan Positron Emission Tomography (PET) Scan Rumah Sakit Indriati Solo Baru, Sukoharjo, Kamis, 15 Mei 2025.

Layanan tersebut merupakan yang pertama di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Luthfi mengatakan, dengan hadirnya layanan PET Scan Rumah Sakit Indriati Solo Baru, masyarakat Jawa Tengah tidak perlu lagi jauh-jauh pergi ke Singapura atau daerah lain untuk periksa kanker dan penyakit dalam lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya sebagai Gubernur mengucapkan terima kasih kepada RS Indriati yang telah mempunyai alat PET Scan. Jadi masyarakat Jawa Tengah tidak perlu jauh-jauh ke Singapura atau ke mana-mana kalau mau mendeteksi dirinya sehat, dalam hal deteksi kanker, cukup ke RS Indriati,” ujar Ahmad Luthfi usai peresmian.

PET Scan merupakan layanan kesehatan berbasis teknologi kedokteran nuklir. Keunggulannya antara lain mendeteksi penyakit lebih awal, akurat dan sensitive; merencanakan pengobatan yang tepat; mengurangi pemeriksaan yang tidak perlu, non invasif, dan aman; menambah nilai dan reputasi Rumah Sakit.

Baca Juga :  Debat Kedua Pilwakot Semarang Akan Berlangsung 8 November, "Sound Horeg" Tak Boleh Tampil

“Tentu ini akan menambah peralatan dalam rangka deteksi dini terhadap penyakit-penyakit mematikan. Salah satu di antaranya adalah kanker,” kata Ahmad Luthfi.

Dikatakan, RS Indriati Solo Baru salah satu rumah sakit swasta dengan tata pengelolaan yang sangat bagus. Peralatan baru tersebut akan menunjang kesehatan paripurna untuk wilayah Sukoharjo dan Jawa Tengah secara umum.

“Ini akan kita tularkan ke rumah sakit lain di kabupaten/kota, baik itu rumah sakit milik pemerintah maupun rumah sakit swasta, yang secara langsung itu bisa mengcover pelayanan kita di masyarakat,” jelas Luthfi.

Adapun dalam rangka memberikan layanan kesehatan paripurna, Ahmad Luthfi telah membuat program deteksi kesehatan gratis di tingkat desa.

Program tersebut dinamakan Speling atau spesialis keliling dengan menyertakan dokter-dokter spesialis terjun langsung ke desa.

“Program ini sudah kita laksanakan di seluruh kabupaten/kota. RS Indriati dan rumah sakit lain dapat ikut serta untuk deteksi dini kepada masyarakat kita di tingkat desa. Ini nanti akan kita rapatkan dengan dinas kita dan instansi terkait sehingga kita bisa bersama-sama menyehatkan masyarakat,” kata Luthfi.

Baca Juga :  Mengenal Tradisi "Open Punden" di Temanggung, Mampukah Dongkrak Wisata Umbul Jumprit?

Direktur RS Indriati Solo Baru, William Tanoyo, mengatakan, saat ini baru ada sekitar 8 unit PET Scan.

Layanan ini dapat membantu untuk deteksi dini penentuan stadium kanker maupun evaluasi terapi dan deteksi. PET Scan di Rumah Sakit Indriati Solo Baru akan melengkapi terapi kedokteran nuklir saat ini.

Lebih dari itu, RS Indriati merasa bertanggung jawab untuk membuka akses layanan ini kepada masyarakat yang membutuhkan. Sekaligus menjadi mitra strategis dari para dokter dalam mengambil keputusan-keputusan yang kritis.

“Semoga kehadiran pekan ini dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Jawa Tengah dan sekitarnya, serta semakin memperkuat peran Rumah Sakit Indriati Solo Baru sebagai pusat layanan pengobatan kanker yang terpercaya modern,” ujarnya. (*)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat
Gaji PPPK Mau Diambil Alih Pemerintah Pusat? Jateng Bisa Punya Napas Baru Rp2 Triliun
MUI Jateng Punya “Skuad” Baru: Banyak Profesor, Siap Jadi Cooling System di Tengah Dinamika Zaman
Demi Rp5,3 Triliun, Perut Gunung Ungaran Mau Dibongkar: Dapat Listrik atau Cuma Lubang?
Berita ini 17 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:18 WIB

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat

Minggu, 13 September 2026 - 15:36 WIB

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak

Kamis, 10 September 2026 - 15:15 WIB

FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!

Senin, 7 September 2026 - 20:18 WIB

Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB