Bukan Sekadar Air: Hujan yang Mengungkap Luka Lama di Kampus UTM

- Penulis

Sabtu, 10 Mei 2025 - 04:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, BANGKALAN — Hari ini, Universitas Trunojoyo Madura bukan hanya basah oleh hujan, tapi juga oleh kekecewaan dan kelelahan warganya.

Hujan deras yang mengguyur dalam waktu singkat seakan mengungkap kelemahan lama yang belum juga diperbaiki: genangan air yang kembali melumpuhkan akses utama kampus.

Jalan masuk yang menjadi nadi pergerakan mahasiswa berubah menjadi lautan kecil yang memaksa mereka menepi, menunggu, bahkan menerobos dengan langkah ragu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tengah aliran air yang deras menutup aspal, mahasiswa berjalan dengan sepatu basah, celana menggulung, dan wajah lelah.

Sebagian tergelincir, sebagian lain hanya bisa menghela napas panjang. Yang jelas, pagi ini bukan pagi biasa di UTM.

Presiden Mahasiswa, Moh. Fauzi. ABM, menyuarakan keresahannya, bukan hanya sebagai perwakilan, tapi sebagai sesama korban.

Baca Juga :  Simak 7 Bahaya Judi Online Menurut Kepala Kemenag Kota Semarang Ahmad Farid

“Air meluap ke badan jalan, kendaraan terhenti, mahasiswa terjebak. Ini bukan sekadar genangan—ini bentuk nyata dari sistem drainase yang tak lagi mampu melindungi kami,” ujarnya dengan nada getir.

“Kami tidak hanya kehilangan waktu, tapi juga rasa aman di kampus kami sendiri.”

Masalah ini bukan yang pertama. Drainase yang tersumbat, ukuran saluran yang tak memadai, dan kawasan kampus yang datar semakin mempercepat akumulasi air hujan.

Namun yang paling menyesakkan adalah rasa seolah tak ada perubahan nyata dari tahun ke tahun.

Lebih dari sekadar fisik, genangan ini menggerus semangat mahasiswa. Keterlambatan masuk kelas, pakaian basah, hingga resiko jatuh saat menyeberangi genangan adalah beban yang mereka pikul di luar beban akademik mereka.

Baca Juga :  Suryadharma Ali, Mantan Menteri Agama dan Ketum PPP Wafat: Innalillahi Wa Innalillahi Rojiun

Ahmad Jundi, Menteri Advokesma BEM KM UTM, turut menyampaikan sikap tegasnya. “Genangan seperti ini menjadi perhatian kami di Advokesma UTM.

Ini bukan hanya soal ketidaknyamanan, tapi soal hak mahasiswa untuk belajar dengan aman.

Kami akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait agar masalah ini segera ditangani. Mahasiswa tidak seharusnya terus menjadi korban,” katanya dengan penuh keprihatinan.

Hari ini, kampus seolah bicara—melalui air yang menggenang, melalui langkah yang terhenti, dan melalui suara mahasiswa yang tak ingin lagi diabaikan.

UTM harus berubah, bukan hanya untuk mencegah banjir, tapi untuk menjaga semangat belajar tetap menyala, bahkan di tengah hujan deras. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Soliditas Pramuka Tasikmalaya Warnai Parade Batik Sukapura, Dukung Hari Jadi ke-394
Wamen ESDM Ajak Generasi Muda Buddhis Kawal Ketahanan Energi Menuju Indonesia Emas 2045
IAILM Suryalaya Istiqamah Cetak Pembina Pramuka Berkarakter Lewat KMD dan KML
Prof. Philip K. Widjaja Bawa Pesan Aksi Nyata, Bambang Patijaya Dorong Kepemimpinan Berdampak
GovLine: Hak Angket DPRD Gowa Belum Berarti Pemakzulan, Publik Diminta Menunggu Putusan Paripurna
Ketum GEMABUDHI Bambang Patijaya Dorong Kader Kuasai Isu Energi, Pangan, hingga Lingkungan
Madrasah Ramah Anak! MIN 9 Langkat Hadirkan Sekolah Aman, Nyaman, dan Bebas Bullying
Kamu Wajib Tahu! Prabowo Bikin Kampus Baru, Namanya Universitas Republik Indonesia
Berita ini 12 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 08:28 WIB

Soliditas Pramuka Tasikmalaya Warnai Parade Batik Sukapura, Dukung Hari Jadi ke-394

Minggu, 26 Juli 2026 - 08:07 WIB

Wamen ESDM Ajak Generasi Muda Buddhis Kawal Ketahanan Energi Menuju Indonesia Emas 2045

Minggu, 26 Juli 2026 - 08:02 WIB

IAILM Suryalaya Istiqamah Cetak Pembina Pramuka Berkarakter Lewat KMD dan KML

Sabtu, 25 Juli 2026 - 07:53 WIB

GovLine: Hak Angket DPRD Gowa Belum Berarti Pemakzulan, Publik Diminta Menunggu Putusan Paripurna

Sabtu, 25 Juli 2026 - 07:28 WIB

Ketum GEMABUDHI Bambang Patijaya Dorong Kader Kuasai Isu Energi, Pangan, hingga Lingkungan

Berita Terbaru