Rumah Nusantara Diresmikan di Rusia, Jadi Simbol Diplomasi Pendidikan?

- Penulis

Selasa, 6 Mei 2025 - 09:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, MOSKOW — Pemerintah Indonesia meresmikan Rumah Nusantara di Rusia sebagai pusat kebudayaan dan pendidikan untuk memperkenalkan kekayaan Indonesia kepada masyarakat Rusia.

Peresmian ini dihadiri oleh Duta Besar Indonesia untuk Rusia, Josse Antonio Tavarez, perwakilan Kementerian Pendidikan, serta akademisi dari kedua negara.

Fasilitas ini akan menjadi tempat pertukaran budaya, pembelajaran bahasa Indonesia, serta promosi studi tentang Indonesia (baca: Studi Nusantara).

“Ini adalah langkah strategis untuk mempererat hubungan bilateral melalui pendidikan,” ujar Dubes, Tavarez.

Mengapa Studi Nusantara Menarik?

Studi Nusantara mempelajari keanekaragaman Indonesia, mulai dari budaya, sejarah, bahasa, hingga ekonomi.

Dengan lebih dari 17.000 pulau dan 700 bahasa daerah, Indonesia menjadi laboratorium hidup untuk penelitian multidisplin.

Baca Juga :  Tingkatkan Volume Perdagangan, Indonesia Bangun Kesepakatan dengan Uni Ekonomi Eurasia (EAEU)

Selain itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang pesat juga menarik minat pelajar asing untuk mempelajari peluang bisnis dan kerja sama di kawasan ASEAN.

Program ini menawarkan beasiswa dan kolaborasi dengan universitas terkemuka, menjadikannya pilihan menarik bagi mahasiswa Rusia yang ingin mendalami Asia Tenggara.(Amy)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!
International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas
GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029
Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
EEF-2026: Kehadiran Internasional Tunjukkan Pergeseran Ekonomi Global, Barat Tak Lagi Sentral
Iran Tebar Ranjau Lagi di Selat Hormuz, Perang dengan AS Makin Memanas
Prabowo di Rusia: Samudra Pasifik Penghubung, Indonesia Tegaskan Posisi Non-Blok
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:09 WIB

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Minggu, 20 September 2026 - 08:36 WIB

International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas

Minggu, 20 September 2026 - 08:25 WIB

GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029

Sabtu, 12 September 2026 - 12:14 WIB

Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?

Rabu, 9 September 2026 - 07:53 WIB

Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB