Tindak Tegas Mafia Timah, Momentum Perbaikan Tata Kelola Tambang

- Penulis

Minggu, 4 Mei 2025 - 19:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Srikandi Ritiarini, mahasiswa Akuntansi, Universitas Bangka Belitung

Srikandi Ritiarini, mahasiswa Akuntansi, Universitas Bangka Belitung

Oleh: Srikandi Ritiarini *)

SUARAMUDA, SEMARANG — Keberhasilan Polda Bangka Belitung dalam menggagalkan penyeludupan 19 ton timah patut diapresiasi.

Pasalnya, langkah itu merupakan sebuah capaian dalam upaya melindungi kekayaan alam yang dimiliki daerah ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di Bangka Belitung, timah telah lama menjadi salah satu komoditas andalan yang menompang perekonomian lokal.

Sayangnya dibalik potensi besar itu, penambangan illegal dan penyelundupan masih kerap terjadi—yang pada akhirnya membawa dampak negatif bagi lingkungan, perekonomian dan tatanan sosial masyarakat.

Penyeludupan pasir timah bukan sekedar persoalan hukum dan kehilangan potensi pendapatan negara, tetapi membawa konsekuensi serius terhadap kelestarian lingkungan.

Aktivitas tambang illegal sering kali dilakukan tanpa mempertimbangkan segala aspek konservasi, sehingga mengakibatkan kerusakan ekosistem,pencemaran air dan tanah serta hilangnya habitat fauna dan flora lokal.

Baca Juga :  Mentalitet Korea ala Bambang Pacul: Etos Melenting dan Nasionalisme Marhaen

Jika hal itu tidak terkendali, maka kerugian ekologis bisa lebih besar daripada kerugian finasial yang tampak dipermukaan.

Solusi Komperehensif

Aksi tegas aparat menunujukkan komitmen memberantas mafia tambang sekaligus memberi efek jera.

Namun, penindakan saja tidak cukup. Pemerintah harus memperkuat pengawasan, memperbaiki tata kelola tambang dan menyediakan alternatif ekonomi bagi masyarakat yang bergantung pada tambang illegal.

Program pemberdayaan ekonomi, pelatihan keterampilan hingga pengembangan sektor pariwista dan perikanan bisa menjadi solusi untuk mencipatkan lapangan kerja yang baru.

Sosialisasi pentingnya tambang yang ramah lingkungan juga perlu diperluas agar masyarakat memahami bahwa menjaga alam bukan semata tugas pemerintah tapi tanggung jawab bersama.

Baca Juga :  Rangkong Terancam Punah: Ketika Tahura Pocut Meurah Intan Gagal Menjaga Rumahnya.

Harapannya Bangka Belitung tidak hanya terkenal sebagai daerah penghasilan timah, tetapi juga sebagai contoh keberhasilan dalam mengelola sumber daya alam yang bijak.

Dengan kerja sama yang baik antara pemerintah, aparat penegak hukum, pelaku usaha dan masyarakat, masa depan Bangka Belitung bisa terjaga baik sisi ekonomi maupun lingkungan.

Keberhasilan ini semoga menjadi titik awal perubahan besar yang membawa manfaat untuk generasi sekarang dan mendatang. (Red)

*) Srikandi Ritiarini, mahasiswa Akuntansi, Universitas Bangka Belitung
**) Artikel ini disusun untuk memenuhi tugas kuliah, isi dan pesan dalam artikel bukan menjadi tanggung jawab redaksi

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menghemat Anggaran, Menekan Food Waste: Kantin Sekolah adalah Jalan Tengah MBG
Filosofi “Haha-Hihi” Purbaya: Belajar Tenang di Tengah Badai
Membaca dan Memahami: Jalan Menuju Keselamatan
Membaca Nalar Logis Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 282/PUU-XXIII/2025: Lembaga Negara Tidak Memiliki Perasaan Seperti Manusia
Profesionalisme: Seni Beradaptasi di Lingkungan Kerja
Palu Arit dan Bulan Bintang: Jalan Sunyi Sang Bolsyewik Mengawinkan Dua Poros Besar
Di Balik Tenda Pengungsian, Ada Rasa Aman yang Harus Dijaga
Menjaga Gunung Ungaran, Menimbang Masa Depan Energi Kabupaten Semarang
Berita ini 10 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:50 WIB

Menghemat Anggaran, Menekan Food Waste: Kantin Sekolah adalah Jalan Tengah MBG

Jumat, 18 September 2026 - 18:53 WIB

Filosofi “Haha-Hihi” Purbaya: Belajar Tenang di Tengah Badai

Kamis, 17 September 2026 - 08:25 WIB

Membaca dan Memahami: Jalan Menuju Keselamatan

Kamis, 10 September 2026 - 07:34 WIB

Membaca Nalar Logis Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 282/PUU-XXIII/2025: Lembaga Negara Tidak Memiliki Perasaan Seperti Manusia

Selasa, 8 September 2026 - 08:49 WIB

Profesionalisme: Seni Beradaptasi di Lingkungan Kerja

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB