Setelah Gabung BRICS, Kini Prabowo ‘Joint’ di Bank Pembangunan

- Penulis

Kamis, 27 Maret 2025 - 04:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pose Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden New Development Bank, Dilma Vana Rousseff. (Foto: Cahyo/ Biro Pers Sekretariat Presiden)

Pose Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden New Development Bank, Dilma Vana Rousseff. (Foto: Cahyo/ Biro Pers Sekretariat Presiden)

SUARAMUDA, SEMARANG – Pemerintah Indonesia akhirnya bergabung dalam New Development Bank (NDB), yakni lembaga di bawah BRICS.

Tapi, ada beberapa syarat untuk Indonesia bisa masuk ke NDB, salah satunya adalah setoran modal.

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga menjelaskan NDB adalah bank pembangunan yang dibentuk langsung oleh BRICS.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Indonesia sebagai anggota BRICS pun memiliki jatah tempat untuk bergabung.

Baca Juga :  Sah! Kini, Indonesia Telah Resmi Jadi Anggota BRICS

“New Development Bank itu kan bagian dari perbankan di bawah BRICS dan Indonesia sebagai anggota BRICS punya jatah untuk ikut dalam New Development Bank,” sebut Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (26/3/2025).

Airlangga menyebut setoran modal ke NDB nanti dalam bentuk uang sesuai dengan formula yang ditetapkan NDB.

“Kemarin Bapak Presiden sudah putuskan kita akan masuk di sana dan ada formulanya, dan dari formula itu kita diminta untuk investasi dalam bentuk uang,” kata Airlangga.

Baca Juga :  BRICS dan Peluang Indonesia dalam Lompatan Sebagai Negara Maju

Akan tetapi, Airlangga mengaku tidak bisa menyebutkan besaran modal yang harus disetor ke NDB.

Dia hanya bilang modal tersebut bisa dibayarkan dalam 7 tahun.

“Pokoknya bayarnya bisa dalam 7 tahun,” ujarnya singkat. (Red/ sumber: detik finance)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 11 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 22:54 WIB

Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB