Aktivis Lingkungan: Gen Z Jangan FOMO dengan Daur Ulang Sampah

- Penulis

Sabtu, 1 Maret 2025 - 08:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivis dan juga Co-founder Trash Ranger Indonesia Putri Melta Sari (kedua dari kanan) berikut pembicara pada diskusi Erafone Jaga Bumi, Kamis (27/2/2025) di Jakarta bersiap memasukkan ponsel pintar bekas yang tak terpakai lagi ke dalam drop box.

Sumber foto: Primus

Aktivis dan juga Co-founder Trash Ranger Indonesia Putri Melta Sari (kedua dari kanan) berikut pembicara pada diskusi Erafone Jaga Bumi, Kamis (27/2/2025) di Jakarta bersiap memasukkan ponsel pintar bekas yang tak terpakai lagi ke dalam drop box. Sumber foto: Primus

SUARAMUDA, JAKARTA – Aktivis lingkungan hidup sekaligus Co-founder Trash Ranger Indonesia Putri Melta Sari punya tips bikin Gen Z jangan FOMO dengan daur ulang sampah.

Gen Z atau Generasi Z adalah generasi yang lahir pada 1997 hingga 2013.

Gen Z di Indonesia, perlahan tapi pasti, akan menyentuh angka 70 persen dari total jumlah penduduk Indonesia yang 267 juta jiwa itu, kata data Badan Pusat Statistik (BPS).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam khazanah perilaku Gen Z, ada istilah FOMO atau Fear of Missing Out.

FOMO adalah perasaan merasa diri menjadi yang tertinggal dalam informasi teranyar pada kelompoknya.

Dalam memahami isu sampah dan daur ulang, Putri Melta Sari menggagaskan ide agar Gen Z tidak FOMO tapi sebaliknya menjadi yang paling tahu.

Pada diskusi di Jakarta, Kamis (27/2/2025), bertajuk “Erafone Jaga Bumi”, hasil kerja sama Erafone dengan Katadata, Putri Melta Sari mengisahkan inspirasi gelaran konser musik untuk Gen Z.

Baca Juga :  Aion V Resmi Meluncur di Indonesia, SUV Listrik dengan Desain Berani dan Fitur Mewah

Kata Putri Melta Sari, saat Gen Z mendaftar online untuk nonton konser itu, panitia sudah mewajibkan para penonton bawa botol minum sendiri.

“Gen Z wajib bawa tumbler sebagai edukasi Gen Z enggak memakai banyak plastik selama konser,” kata Putri Melta Sari.

Berlanjut, agar isu sampah elektronik atau e-waste dari ponsel bekas tak terpakai bukan hal FOMO bagi Gen Z, edukasi adalah syarat penting.

Ponsel pintar bekas yang sudah tak terpakai

Sementara itu Head of CSR Erajaya Group Rezza Lazuardi Pratama pada diskusi itu menceritakan langkah proses daur ulang ponsel pintar bekas yang sudah tak terpakai lagi.

Rezza Lazuardi Pratama menerangkan, saat melalui proses daur ulang, sebuah ponsel pintar, misalnya, harus melewati proses dismantling.

Baca Juga :  Gokil Parah! Gegara Takut Disunat, Remaja 15 Tahun Dijemput Damkar

Pada proses ini ponsel melalui kondisi pembongkaran komponen yang sudah tidak digunakan lagi.

“Ponsel di-dismantling dari bagian plastiknya, kacanya, hingga logamnya,” ujar Rezza.

Bahan logam pada ponsel yang disebut ingot akan dilebur untuk bahan baku pembuatan barang elektronik berikutnya.

Terang Rezza Lazuardi Pratama, ingot paling memiliki nilai jual mahal apabila dijadikan bagian dari ekonomi sirkular ketimbang bahan plastik atau kaca pada ponsel yang dalam proses daur pulang.

“Bahan plastik pada ponsel bekas lebih mudah didaur ulang,” lanjut Rezza.

Alasannya, sudah banyak mitra usaha daur ulang plastik yang sudah berkolaborasi dengan Erafone pada Jaga Bumi ketimbang mitra yang melebur dan mendaur ulang logam.

Erafone adalah perusahaan ritel online untuk gadget atau gawai semisal ponsel pintar hingga IoT serta aksesoris pendukungnya. (**)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
Staycation Seru di Montera Glamping Lembang
Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
TEP UI Dorong Hilirisasi Pala Berbasis Riset Melalui Uji Laboratorium
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
Menyulam Kebhinekaan dalam Irama Borneo
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Rabu, 16 September 2026 - 18:44 WIB

Staycation Seru di Montera Glamping Lembang

Sabtu, 12 September 2026 - 15:04 WIB

Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak

Jumat, 11 September 2026 - 13:22 WIB

TEP UI Dorong Hilirisasi Pala Berbasis Riset Melalui Uji Laboratorium

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB