Duh, Turun Level! Jumlah Kelas Menengah di Indonesia Terus Menurun, Apa Jadi Miskin?

- Penulis

Rabu, 19 Februari 2025 - 07:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi: Pinterest

Ilustrasi: Pinterest

SUARAMUDA, JAKARTA – Baru ketahuan pada pergelaran Katadata IDEA 2025 di Jakarta, Selasa (18/2/2025), ada data mengemuka bahwa jumlah kelas menengah di Indonesia terus menurun.

“Dalam kurun waktu 6 tahun, jumlah kelas menengah di Indonesia turun 7 persen,” tutur CEO Katadata Metta Dharmasaputra dalam sambutannya.

Fenomena itu menjadikan kelas menengah Indonesia rentan turun kasta ke kelas penduduk miskin.

Badan Pusat Statistik (BPS) dalam data termutakhir mengatakan bahwa ada 47,85 juta orang jumlah warga kelas menengah di Indonesia.

Pengunjung mencermati papan data tentang kelas menengah di Indonesia pada perhelatan Katadata IDE 2025 di Jakarta, Selasa (18/2/2025).

Angka itu setara dengan 17,13 persen dari total jumlah penduduk Indonesia.

Badan Pusat Statistik menyebut definisi kelas menengah Indonesia adalah masyarakat dengan besaran 3,5 hingga 17 kali lipat pengeluaran dari garis kemiskinan.

Angka pengeluarannya adalah di kisaran Rp 2.040.262 sampai dengan Rp 9.909.844 per kepala tiap bulannya.

Baca Juga :  Menyatukan Gagasan dan Spirit Silaturahmi, PMII Radikal Wasathiyyah Luncurkan Buku “Islam, Otoritas, dan Gender”

Badan Pusat Statistik mencatat pula, jumlah kelas menengah di Indonesia terus menurun sejak 2019 dengan terdapatnya 57,33 juta penduduk kelas menengah.

Sementara kata Metta, investasi adalah kunci untuk meningkatkan lagi jumlah dan kekuatan kelas menengah.

Investasi diyakini mampu mendongkrak konsumsi masyarakat, khususnya kelas menengah, untuk makin meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. (Red/ Primus)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 11 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Kamis, 17 September 2026 - 08:45 WIB

DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB