Ekstra Kerja Keras Banser Tangani Lumpur Banjir Patebon Kendal

- Penulis

Kamis, 23 Januari 2025 - 17:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Satkorcab Banser Kendal usai pembersihan lumpur di fasilitas umum yang terdampak banjir bandang di Patebon Kendal. Kamis, 23/1/2025.

Satkorcab Banser Kendal usai pembersihan lumpur di fasilitas umum yang terdampak banjir bandang di Patebon Kendal. Kamis, 23/1/2025.

Kendal, SUARAMUDA – Penanganan banjir di Kecamatan Patebon, Kendal, terus digenjot oleh berbagai pihak. Kepala Satuan Koordinasi Cabang (Kasatkorcab) Barisan Ansor Serbaguna (Banser), Primardiyanto, menegaskan bahwa pihaknya bekerja ekstra keras dan cerdas untuk menangani dampak banjir, terutama pembersihan lumpur yang menumpuk akibat luapan Sungai Kali Bodri.

“Hari ini kami melakukan upaya pembersihan lumpur akibat banjir, sebab ini bukan hanya air yang menggenang, tetapi juga membawa lumpur dari sungai. Kami juga sudah mendekati para tokoh ulama dan masyarakat setempat untuk menenangkan warganya, karena ada yang saling berebut ingin didahulukan dalam bantuan,” ujar Primardiyanto ketika ditemui di MI NU 17 Kebonharjo, Patebon, di sela-sela kegiatannya.

Menurut Primardiyanto, fasilitas umum seperti mushola, masjid, dan madrasah menjadi prioritas dalam pembersihan.

“Kami utamakan fasilitas umum karena bisa digunakan bersama-sama. Jika rumah warga belum selesai dibersihkan, mereka bisa sementara menggunakan fasilitas umum untuk istirahat. Kami juga kejar tayang agar setidaknya aktivitas belajar bisa dimulai kembali pada Senin,” tambahnya.

Kepala Satuan Khusus (Kasatsus) Banser Tanggap Bencana, Ahmad Sahri, mengungkapkan adanya kendala di lapangan.

“Kemarin sempat terjadi selisih paham antara relawan dan warga terdampak. Relawan ingin membersihkan lumpur dengan alat semprot untuk mempercepat proses, tetapi warga meminta cara manual karena lumpur campur air dikhawatirkan akan menyulitkan saat dibuang. Akhirnya, relawan mengikuti keinginan warga,” jelas Sahri.

Meski menggunakan alat sederhana, Sahri menegaskan pihaknya tetap berupaya menyelesaikan pembersihan secepat mungkin.

“Kami sedang mencari cara untuk pembuangan lumpur ini, tetapi butuh waktu lama. Apalagi kemarin sore hujan sempat mengguyur lagi. Selain itu, hewan ternak yang mati belum semuanya ditangani. Jika dibiarkan, ini berisiko memicu wabah penyakit,” tandasnya.

Baca Juga :  Sekolah Perempuan Plus 2025 Chapter 13: Peserta Difokuskan pada Bidang Tata Rias dan Pengolahan Bawang Merah
Masyarakat bersama TNI, Polri dan Relawan lakukan pembersihan lumpur pasca banjir bandang di Patebon Kendal. Kamis, 23/1/2025.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal juga turut membantu dengan melakukan penyedotan air yang masih menggenangi Desa Kebonharjo dan Lanji. Pelaksana Seksi Kedatangan Logistik pada BPBD Kendal, Endri, menjelaskan bahwa penyedotan ini dilakukan untuk menurunkan debit air sehingga warga dapat kembali beraktivitas.

Penyedotan dilaksanakan dengan menggunakan mesin pompa kapasitas tinggi yang merupakan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dengan kapasitas mencapai 15.000 liter per menit.

Meski berbagai pihak telah turun tangan, situasi di lapangan masih membutuhkan banyak bantuan, termasuk tenaga relawan. Kebutuhan mendesak seperti air bersih, popok bayi, dan obat-obatan masih menjadi prioritas bagi warga terdampak.

Dari pantauan kami, tiga alat berat telah didatangkan untuk menutup tanggul yang jebol. Para relawan, termasuk dari TNI, Polri, ormas serta masyarakat, terus bekerja tanpa henti untuk menormalkan kembali kondisi. Namun, dengan tantangan yang ada, semua pihak diharapkan terus bersinergi untuk mengatasi bencana ini.

Baca Juga :  Catatan Bencana Alam 2024 di Indonesia: 1.936 Kejadian, 5,6 Juta Terdampak

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat
Gaji PPPK Mau Diambil Alih Pemerintah Pusat? Jateng Bisa Punya Napas Baru Rp2 Triliun
MUI Jateng Punya “Skuad” Baru: Banyak Profesor, Siap Jadi Cooling System di Tengah Dinamika Zaman
Demi Rp5,3 Triliun, Perut Gunung Ungaran Mau Dibongkar: Dapat Listrik atau Cuma Lubang?
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:18 WIB

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat

Minggu, 13 September 2026 - 15:36 WIB

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak

Kamis, 10 September 2026 - 15:15 WIB

FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!

Senin, 7 September 2026 - 20:18 WIB

Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB