Negara Eropa ini Ancam Tangkap PM Israel, Beneran Engga tuh!?

- Penulis

Minggu, 29 Desember 2024 - 09:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, SEMARANG — Konflik antarnegara Timur Tengah masih berlangsung. Kini Polandia mengancam akan menangkap Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu.

Ancaman tersebut menyusul perintah penangkapan yang dikeluarkan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) akibat dugaan kejahatan perang yang dilakukannya di Gaza, Palestina.

Dalam sebuah wawancara kepada surat kabar Rzeczpospolita, Wakil Menteri Luar Negeri Polandia Wladyslaw Bartoszewski mengatakan Netanyahu akan ditangkap jika ia menghadiri upacara yang menandai peringatan 80 tahun pembebasan penjara Auschwitz di Polandia bulan depan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Polandia, sebagai penandatangan Statuta Roma, sehingga berkewajiban untuk mematuhi arahan dari ICC,” ujarnya dalam wawancara tersebut sebagaimana dikutip dari Russia Today, Sabtu (28/12/2024).

Sementara itu, dalam laporan Jerusalem Post, Menteri Pendidikan Israel Yoav Kisch diperkirakan akan menjadi satu-satunya perwakilan pemerintah pada peringatan Auschwitz, yang menjadi salah satu kamp konsentrasi paling sentral dalam tragedi Holocaust yang dilakukan Nazi Jerman di Perang Dunia 2.

Baca Juga :  Taiwan Obral Duit! Kelebihan Pajak, Pemerintah Langsung Bagi-Bagi ke Rakyat

Pada November, ICC mengeluarkan surat perintah penangkapan Netanyahu dan mantan menteri pertahanan Israel Yoav Gallant, dengan alasan dugaan kejahatan perang.

Pengadilan menuduh Netanyahu dan Gallant menggunakan kelaparan sebagai metode peperangan dan sengaja merampas makanan, air, dan obat-obatan dari warga sipil di Gaza.

“Tidak ada kebutuhan militer yang jelas untuk tindakan tersebut, yang merupakan pelanggaran hukum internasional,” menurut jaksa penuntut.

Meskipun ke-27 negara anggota Uni Eropa merupakan pihak dalam Statuta Roma dan dengan demikian diharuskan untuk menegakkan surat perintah penangkapan ICC, tanggapan terhadap keputusan pengadilan tersebut beragam.

Baca Juga :  Drama Greenland yang "Direbut" Donald Trump, Denmark Pasang Badan!

PM Hungaria Viktor Orban secara terbuka mengundang Netanyahu untuk berkunjung.

Sebaliknya, negara-negara seperti Spanyol, Belanda, Belgia, Irlandia, Lithuania, dan Slovenia telah menunjukkan niat mereka untuk mematuhi arahan ICC, terlepas dari kekebalan diplomatik.

Prancis awalnya menyatakan niatnya untuk mematuhi surat perintah penangkapan tersebut. Namun kemudian mengutip perlindungan kekebalan diplomatik untuk Netanyahu.

Tindakan ICC telah menimbulkan reaksi keras dari pejabat Israel. Netanyahu telah menyamakan surat perintah penangkapan tersebut dengan “kasus Dreyfus zaman modern,” dengan menegaskan bahwa surat perintah tersebut bermotif politik. (Red/ sumber: CNBC)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Malaysia Merasa Ditipu Gibran, Begini Penjelasannya!
Ribuan Migran Serbu Ceuta! Spanyol Turunkan Militer, Maroko Semprot Massa Pakai Meriam Air
Rusia Buru Bos Telegram!
76 Tahun Indonesia-Rusia dan 35 Tahun ASEAN-Rusia: Perkemahan Pemuda di Leningrad Jadi Simbol Diplomasi Kerakyatan
Strategi Rusia di ASEAN: Peluang Besar di Tengah Kompleksitas Geopolitik Kawasan
Indonesia Tegaskan Dukungan Total untuk Palestina, Rekonstruksi Gaza Jadi Komitmen Nyata
Ketika Sepak Bola Bukan Lagi Prioritas: Kenangan Sesungguhnya dari Piala Dunia 2026
Selamat! Akhirnya Spanyol Juara!
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 10:25 WIB

Malaysia Merasa Ditipu Gibran, Begini Penjelasannya!

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:04 WIB

Ribuan Migran Serbu Ceuta! Spanyol Turunkan Militer, Maroko Semprot Massa Pakai Meriam Air

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:43 WIB

Rusia Buru Bos Telegram!

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:31 WIB

76 Tahun Indonesia-Rusia dan 35 Tahun ASEAN-Rusia: Perkemahan Pemuda di Leningrad Jadi Simbol Diplomasi Kerakyatan

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:47 WIB

Strategi Rusia di ASEAN: Peluang Besar di Tengah Kompleksitas Geopolitik Kawasan

Berita Terbaru

Foto: REUTERS/Anastasia Barashkova

KILAS GLOBAL

Malaysia Merasa Ditipu Gibran, Begini Penjelasannya!

Minggu, 2 Agu 2026 - 10:25 WIB

Gambar: Kompas.com

KABAR NUSANTARA

Masyarakat Tak Yakin Kopdes Merah Putih Akan Mampu Berkembang?

Sabtu, 1 Agu 2026 - 20:05 WIB

RAGAM

PDPM Ogan Ilir selenggarakan Madrasah Anti Korupsi

Jumat, 31 Jul 2026 - 10:58 WIB