SUARAMUDA, SEMARANG — Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal, yang tak kalah penting berperan dalam membentuk kepribadian anak didik. Bahkan, sekolah bisa disebut sebagai lembaga pendidikan kedua yang berperan dalam mendidik peserta didik.
Macbeath & Moos (2004: 6) mengatakan sekolah adalah wadah yang bertujuan untuk mempengaruhi perilaku dan kognisi generasi muda untuk menjadikan mereka warga negara yang cakap dalam kehidupan masyarakat.
Dari pandangan di atas, maka lingkungan sekolah yang positif yaitu lingkungan yang memberikan fasilitas dan motivasi untuk berlangsungnya pendidikan agama, tugas sekolah sangat penting dalam menyiapkan anak untuk kehidupan masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sekolah juga sebagai produsen dan pemberi jasa yang sangat erat hubungannya dengan pembangunan.

Lebih jauh, pembangunan tidak mungkin berhasil dengan baik tanpa adanya dukungan sumber daya yang berkualitas sebagai produk pendidikan. Karena itu sekolah perlu dirancang dengan baik.
Sekolah merupakan lingkungan baru bagi anak. Tempat bertemunya ratusan anak dari berbagai kalangan dan latar belakang yang berbeda, baik status sosial maupun agamanya.
Di sekolah inilah anak akan terwarnai oleh berbagai corak pendidikan, kepribadian dan kebiasaan, yang dibawa masing-masing anak dari lingkungan dan kondisi rumah tangga yang berbeda beda.
Begitu juga para pengajar berasal dari berbagai latar belakang pemikiran dan budaya serta kepribadian. Oleh karenanya, peran sekolah dalam lingkungan pendidikan sangatlah luas dan beragam.
Fungsi Sekolah
Berikut adalah beberapa fungsi utama sekolah dalam konteks pendidikan.
1. Pendidikan Berkualitas Mengembangkan Potensi Siswa. Sekolah menyediakan lingkungan belajar yang kondusif untuk mengembangkan potensi siswa secara optimal, baik dalam aspek akademik maupun non-akademik.
2. Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia. Melalui pendidikan berkualitas, sekolah membantu meningkatkan kualitas dan kemampuan sumber daya manusia, sehingga masyarakat dapat bersaing secara global.
3. Membentuk Karakter. Sekolah tidak hanya memberikan pengetahuan akademik, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai moral dan etika yang penting untuk membentuk karakter masyarakat.
4. Mengembangkan Sikap Sopan Santun dan Disiplin. Melalui aturan dan tata tertib, sekolah membantu siswa terbiasa dengan keteraturan dan tindakan yang pantas, serta mengajarkan adab berkomunikasi yang baik.
5. Meningkatkan Kesadaran Lingkungan Lewat Program Lingkungan. Sekolah melalui program-program lingkungan, diajarkan tentang pentingnya menjaga kelestarian alam dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
6. Pemberdayaan Ekonomi dan Sosial Lewat Program Studi Kejuruan. Dalam hal ini, sekolah memberdayakan ekonomi masyarakat melalui program studi kejuruan yang mengajarkan keterampilan yang relevan dengan dunia kerja, membantu siswa memiliki keahlian dan membuka peluang usaha di bidang tersebut.
7. Kegiatan Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat. Sekolah melakukan berbagai kegiatan sosial, seperti penggalangan dana, gotong royong, dan pengabdian masyarakat.
Semua itu dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan membangun rasa kebersamaan dan solidaritas di antara warga desa.
8. Mengembangkan Sosialisasi. Sekolah juga berperan sebagai proses sosialisasi dalam masyarakat. Di mana, para guru dianggap sebagai model yang dapat mengemban amanat orang tua (keluarga dan masyarakat) agar anak-anak memahami dan menerapkan nilainilai budaya masyarakat.
9. Mengembangkan Kontrol Sosial. Sekolah berfungsi untuk mempertahankan dan mengembangkan proses sosialisasi serta kontrol sosial, sehingga tatanan masyarakat dapat terjalin dengan baik.
10. Mengajarkan Keterampilan Komunikasi dan Pemecahan Masalah. Melalui mata pelajaran seperti Bahasa Indonesia, Matematika, dan ilmu pengetahuan, sekolah mengajarkan keterampilan komunikasi dan pemecahan masalah yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, sekolah berperan sebagai pusat pendidikan dan pengembangan karakter masyarakat, serta berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan. Namun, lingkungan pendidikan sangat berpotensi mempengaruhinya. (Red)
*) Penulis: Sidiq Haryono, mahasiswa Prodi Pendidikan Matematika, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
*) Artikel ini ditulis dan disusun untuk kepentingan tugas kuliah













Komentar