Soroti Tragedi di Sampang, Ketua Forum Silaturahmi Mahasiswa Keluarga Madura Yogyakarta Luthfi: Tak Ada Pilkada Seharga Nyawa!

- Penulis

Rabu, 20 November 2024 - 14:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum Forum Silaturahmi Mahasiswa Keluarga Madura Yogyakarta (FSM KMY) Ach Nurul Luthfi/ dok. istimewa

Ketua Umum Forum Silaturahmi Mahasiswa Keluarga Madura Yogyakarta (FSM KMY) Ach Nurul Luthfi/ dok. istimewa

SUARAMUDA, YOGYAKARTA — Forum Silaturahmi Mahasiswa Keluarga Madura Yogyakarta (FSM KMY) mengecam keras terhadap tindakan pengeroyokan dan pembacokan di Kabupaten Sampang Jawa Timur.

Peristiwa yang terjadi pada Ahad 17 November 2024 itu menewaskan satu korban Jimmy Sugito Putra, yang merupakan salah satu saksi Pasangan Calon (Paslon) di Pilkada Sampang. Tragedi tersebut tidak hanya masalah kemanusiaan, tetapi juga mencederai proses demokrasi di Indonesia.

Ketua Umum FSM KMY Ach Nurul Luthfi, sangat menyayangkan dan merasa miris apabila motif dari tragedi tersebut memang berlatar belakang politik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fanatisme yang ekstrem terhadap politik ataupun salah satu paslon yang berujung kepada penghilangan nyawa orang lain, tidak pernah dibenarkan dalam aspek dan kondisi apa pun.

“Tidak ada Pilkada seharga nyawa. Pilkada yang seharusnya mencari pemimpin baru justru nyawa jadi tumbalnya” tegas Luthfi, seperti disampaikan pada suaramuda.net, Rabu (20/11/2024).

Tangkapan layar tragedi pengeroyokan dan pembacokan salah satu saksi paslon di Kab Sampang, Jatim, Ahad (17/11) 2024)

Luthfi berharap pihak Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur yang masih menginvestigasi motif pengeroyokan itu bisa bersikap profesional, transparan dan objektif.

Baca Juga :  Sinergi Akar Rumput: GENTAR Siap Gelar Majelis Kebangsaan, Bagikan Ratusan Jaminan Sosial Gratis Bersama Wabup Sukoharjo

Dia juga meminta penyelidikan harus menyeluruh, bisa jadi tindak pidana tersebut dilakukan secara terstruktur, sistematis dan masif karena dilakukan pada masa-masa politik daerah.

“Polisi harus bergerak cepat tapi transparan dan tanpa intervensi kepentingan politik, kalau benar motifnya politis ditakutkan ada proses balas dendam” lanjutnya.

Luthfi berpandangan, penegak hukum harus mengusut tuntas para pelaku pengeroyokan dan diadili sesuai perundang-undangan yang berlaku.

Namun tidak hanya itu, keadilan bagi keluarga korban perlu diperhatikan apalagi motifnya bukan carok melainkan tindak pidana pengeroyakan yang mengakibatkan pembunuhan demensi politik.

Cambuk Pilkada Sampang

Luthfi juga menyoroti kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sampang, bahwa peristiwa ini menjadi cambuk untuk menjadikan Pilkada Sampang yang lebih terhormat dan bermartabat. Harusnya, kedua lembaga itu bisa memastikan proses Pilkada berjalan dengan jujur, damai, tertib dan aman.

Baca Juga :  Lewat Tapak Suci, SMK Muhammadiyah 2 Sumedang Inginkan Siswa Tangguh dan Berkarakter

“Jika motifnya politik, KPU dan Bawaslu juga harus bertanggungjawab sebagai lembaga penyelenggara Pilkada. Bukan malah lepas tangan dan melemparkan kepada pihak lainnya” pungkas Luthfi.

Di samping itu, Moh Heri Kepala Divisi Jaringan dan Advokasi FSM KMY, berpendapat bahwa banyaknya tokoh masyarakat yang terjun ke dunia politik tidak membawa angin segar untuk menghidupkan demokrasi di Sampang. Justru mereka memainkan politik praktis yang ujung-ujungnya pada kekuasaan.

“Doktrin atau dogma yang dibawa sering kali memecah belah masyarakat yang sebetulnya jauh dari nilai-nilai agama yang mereka sering ajarkan, damai, aman, dan nyaman” jelas Heri.

Lanjut Heri, Komisioner Bidang Penelitian dan Dokumentasi Komisi Informasi (KI) Pusat RI saat melakukan kunjungan resmi ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sampang, sudah menjelaskan bahwa Sampang masuk daftar daerah rawan, berdasarkan data dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

“Artinya konflik di kabupaten Sampang menjelang pemilihan kepala daerah sering terjadi” tegas Heri. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
Berita ini 8 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Senin, 21 September 2026 - 21:18 WIB

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB