Peningkatan Ekspor dan Indeks Pembangunan Manusia di Jawa Tengah pada Oktober 2024

- Penulis

Jumat, 15 November 2024 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Semarang, SUARAMUDA –
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah mencatat adanya peningkatan signifikan pada nilai ekspor di bulan Oktober 2024, baik secara bulanan maupun tahunan.

Hal ini disampaikan oleh Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah, Ir. Endang Tri Wahyuningsih, M.M dalam siaran pers daring pada Jumat, 15/11/2024.

Pada Oktober 2024, nilai ekspor Jawa Tengah mencapai 985,09 juta dolar AS, sehingga secara kumulatif dari Januari hingga Oktober 2024, total ekspor mencapai 9.239,30 juta dolar AS.

“Ekspor pada Oktober 2024 mengalami kenaikan sebesar 10,56 persen dibandingkan bulan sebelumnya, dan naik 14,79 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ungkap Endang.

Penyumbang utama kenaikan ekspor tersebut adalah sektor industri pengolahan. Sepanjang Januari hingga Oktober 2024, total ekspor meningkat 9,15 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Sektor industri pengolahan memberikan kontribusi terbesar terhadap ekspor nonmigas, dengan kenaikan 9,27 persen. “Total ekspor nonmigas dari Januari hingga Oktober 2024 mencapai 8.877,46 juta dolar AS,” jelasnya.

Selain itu, tujuan utama ekspor nonmigas Jawa Tengah antara lain ke Amerika Serikat (41,35 persen), Jepang (8,50 persen), Tiongkok (5,97 persen), ASEAN (7,04 persen), dan Uni Eropa (13,02 persen).

Tidak hanya di sektor ekspor, BPS Jawa Tengah juga mencatat peningkatan pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di tahun 2024. IPM Jawa Tengah mencapai angka 73,87, meningkat 0,48 poin atau 0,65 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Angka tersebut meliputi harapan hidup saat lahir sebesar 74,91 tahun, rata-rata lama sekolah 8,02 tahun, serta harapan lama sekolah mencapai 12,86 tahun.

Pertumbuhan IPM yang termasuk dalam kategori tinggi meliputi Kota Magelang, Kota Surakarta, Kota Semarang, dan Kota Salatiga. Sementara itu, beberapa daerah seperti Banjarnegara dan Pemalang masuk dalam kategori IPM sedang.

Laporan ini menunjukkan tren positif dalam perkembangan ekonomi dan pembangunan manusia di Jawa Tengah, memberikan harapan cerah bagi masa depan provinsi tersebut.

Baca Juga :  Kepala Daerah Pecah Kongsi, Wacana Pilkada Tanpa Wakil Kembali Mencuat
Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 9 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 22:54 WIB

Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB