Begini Profil Singkat Tokoh Muhammadiyah Abdul Mu’ti yang Akan Menjabat sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah

- Penulis

Selasa, 15 Oktober 2024 - 06:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, KOTA SEMARANG – Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, belakangan ini digadang-gadang masuk dalam radar calon menteri Kabinet Prabowo.

Nama tokoh Muhammadiyah inipun santer ke permukaan jelang pelantikan Presiden terpilih Prabowo Subianto pada 20 Oktober 2024 besok.

Kini, sosok sentral dalam organisasi Muhammadiyah ini memdapat kepercayaan dati Presiden terpilih Prabowo untuk memimpin Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dilansir dari Kompas, Senin (14/10/2024), Abdul Mu’ti menyatakan bahwa dirinya siap mendukung pemerintahan Prabowo Subianto. Ia mengatakan, dirinya ditawarkan untuk memimpin Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

“Pak Prabowo pertama menyampaikan memberikan amanah kepada saya untuk memimpin Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah,” kata Abdul Mukti usai bertemu dengan Prabowo yang disiarkan Kompas TV, Senin (14/10/2024).

Abdul juga menyatakan bahwa kesanggupannya dalam memimpin kementerian tersebut. Ia mengatakan, pendidikan adalah kunci untuk membangun bangsa terutama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana amanat dalam Undang-Undang Dasar 1945.

“Kami juga menyampaikan bahwa untuk menjadikan pendidikan sebagai gerakan mencerdaskan untuk Indonesia Raya yang berkemajuan,” tuturnya.

Profil Singkat Abdul Mu’ti

Baca Juga :  Kata Pakar: Ini Alasan Sri Mulyani Tetap Dipilih Prabowo Jadi Menteri Keuangan

Dilansir dari detik.com, Senin (14/10/2024), Abdul lahir di Kudus pada 2 September 1968. Abdul Mu’ti dikenal publik sebagai Sekretaris Umum PP Muhammadiyah. Ia kini menjalankan roda organisasi Islam tersebut bersama sang Ketua Umum, Haedar Nashir pada periode 2022-2027.

Abdul disebut telah aktif di PP Muhammadiyah sejak tahun 2000. Jabatan pertama yang ia pegang adalah sebagai PWM Jateng periode 2000-2002. Lalu, memegang jabatan selaku Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah pada 2002-2006.

Tak berhenti sampai itu, ia kemudian menjalankan amanah sebagai Sekretaris Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah 2005-2010. Adapun jabatan Sekum di PP Muhammadiyah ia lakoni juga pada dua periode sebelumnya (2010-2015 dan 2015-2022).

Di kancah internasional, Abdul pun terkenal aktif dalam banyak komunitas. Seperti anggota British Council Advisory Board 2006-2008, Indonesia-United Kingdom Advisory Board (2007-2009), Executive Committee of Asian Conference of Religion for Peace (2010-2015), dan Indonesia-United States Council on Religion and Pluralism (2016-Sekarang).

Melansir situs Universitas Muhammadiyah Jakarta, Abdul juga merupakan Ketua Umum Indonesia Conference on Religion and Peace (ICRP) untuk periode 2023-2028.

Kiprah Akademis

Selain aktif dalam banyak organisasi dan pergerakan, Abdul Mu’ti merupakan seorang akademisi. Ia adalah Guru Besar di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, demikian dikutip dari laman kampus tersebut.

Baca Juga :  Di Forum Internasional, Muhammadiyah Kenalkan Pendidikan Inklusi dan Harmoni di Brasil

Pria dengan gelar Prof Dr Abdul Mu’ti M.Ed ini mengajar di program studi Pendidikan Agama Islam, UIN Jakarta. Sebagai dosen dan akademisi, Abdul aktif meneliti dan membagikan ilmu seputar pendidikan berbasis agama Islam.

Ia juga sering menyuarakan soal pluralisme dan perdamaian. Dilihat dari jejak risetnya di Google Scholar, Abdul pernah mengkaji soal konvergensi Muslim dan Kristen dalam pendidikan, kekerasan seksual di pesantren, pluralisme dalam pendidikan Muhammadiyah, dan masih banyak lagi.

Sebagai seorang Guru Besar, tentunya riwayat pendidikan Abdul tak perlu dipertanyakan. Abdul sendiri adalah alumni dari UIN Jakarta tempatnya kini mengajar.

Lebih lengkapnya, ini riwayat pendidikan Abdul Mu’ti.
1. Madrasah Ibtidaiyah Manafiul Ulum Kudus
2. Madrasah Tsanawiyah Negeri Kudus
3. Madrasah Aliyah Negeri Purwodadi Filial Kudus
4. Fakultas Tarbiyah IAIN Walisongo Semarang
5. Sekolah Pendidikan Universitas Flinders, Adelaide, Australia
6. Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. (Red)

 

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

4,65 Detik dan Emas Pertama Robby: Saat Mental Berubah, Prestasi Mengikuti
Hong Kong Berduka, Tung Chee-hwa Meninggal Dunia: Dari Taipan Kapal ke Kursi Pemimpin
Farhan, Anak Sopir Truk yang Tak Takut Bermimpi: Lulus ITB dengan IPK 3,98 dan Raih Beasiswa S2 ke Korea
Jonatan Christie, Sang Pewaris Takhta Taufik Hidayat: 26 Tahun Kemudian, Indonesia Punya Nomor 1 Dunia
Kisah Nathan: Remaja 18 Tahun Pecahkan Rekor Profesor Termuda Dunia, Rekor 306 Tahun Tumbang
Bocah Purworejo Ini Siap Terbang ke Jerman! Jago Matematika Berkat Metode Jari Aljabar
Jadikan Prestasi sebagai Kompas, Danisha Resmi Pimpin IPM Ranting MTs Muhammadiyah 20 Menongo
Profil Tiyo Ardianto: Dari Jalur Paket C hingga Jadi Suara Kritis Mahasiswa UGM
Berita ini 31 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:04 WIB

4,65 Detik dan Emas Pertama Robby: Saat Mental Berubah, Prestasi Mengikuti

Rabu, 9 September 2026 - 07:39 WIB

Hong Kong Berduka, Tung Chee-hwa Meninggal Dunia: Dari Taipan Kapal ke Kursi Pemimpin

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:19 WIB

Farhan, Anak Sopir Truk yang Tak Takut Bermimpi: Lulus ITB dengan IPK 3,98 dan Raih Beasiswa S2 ke Korea

Kamis, 27 Agustus 2026 - 10:04 WIB

Jonatan Christie, Sang Pewaris Takhta Taufik Hidayat: 26 Tahun Kemudian, Indonesia Punya Nomor 1 Dunia

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:11 WIB

Kisah Nathan: Remaja 18 Tahun Pecahkan Rekor Profesor Termuda Dunia, Rekor 306 Tahun Tumbang

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB