Kisah Alwijo: Pemuda Temanggung yang Menyulut Gerakan Literasi hingga Alor, Nusa Tenggara Timur

- Penulis

Selasa, 4 November 2025 - 09:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sosok Alwi Johan Yogatama (Alwijo), konten kreator literasi asal Temanggung, Jawa Tengah.  (gambar: Instagram @Alwijo)

Sosok Alwi Johan Yogatama (Alwijo), konten kreator literasi asal Temanggung, Jawa Tengah. (gambar: Instagram @Alwijo)

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Alwijo Johan Yogatama, yang dikenal sebagai Alwijo atau @alwijo, adalah seorang content creator Indonesia yang fokus pada literasi, sejarah, dan pengembangan diri.

Ia dikenal luas karena menyebarkan kontennya melalui berbagai platform, terutama YouTube dan Instagram. Dengan gaya bahasa yang segar dan kritis, Alwijo seringkali merekomendasikan buku untuk dibaca oleh para followers-nya.

Alwijo sering membahas dunia literasi, sejarah, dan topik-topik pengembangan diri. Lewat berbagai platform media sosial, yang didukung banyaknya followers ia aktif membagikan pengalaman literasi. Alwi juga aktif menulis di blog pribadinya: Alwijo Blog.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Konten-konten yang diproduksinya disampaikan dengan gaya yang segar dan kritis, justru membantunya menjadi idola banyak orang—terutama kaula muda dan para pecinta buku.

Ekspedisi Literasi Alwijo, nebeng hingga Alor, NTT. (gambar: Instagram @Alwijo)

Alwijo berasal dari pedalaman Temanggung, Jawa Tengah, dan belajar Ilmu Komunikasi di Universitas Padjadjaran (Unpad). Meskipun berlatar belakang ilmu komunikasi, minat besarnya adalah sejarah, yang sering ia bawakan dalam kontennya.

Baca Juga :  Jadikan Prestasi sebagai Kompas, Danisha Resmi Pimpin IPM Ranting MTs Muhammadiyah 20 Menongo

Alwijo juga sering merekomendasikan buku, salah satunya adalah buku-buku yang bercerita tentang pencarian makna hidup, seperti Sang Alkemis, Man’s Search for Meaning, dan Into the Wild.

“Dari Temanggung ke Alor sejauh 2.300 km! Alwijo buktikan literasi bukan cuma kata, tapi aksi nyata lewat Rumah Belajar Melang”

Keseruan Perjalanan Nebeng ke Alor, NTT

Hal yang makin menarik dari sosok pemuda asal Jawa Tengah itu, yakni perihal perjalanannya menuju ke Alor, Nusa Tenggara Timur, yang dimulai pada 10 Agustus 2025.

Pasalnya, perjalanan Alwi yang dilakukan dengan cara ‘nebeng’ atau menumpang kendaraan orang lain itu tanpa diawali dengan perencanaan sebelumnya. Ia hanya menggunakan insting dan pertanda alam semesta.

Ekspedisi Literasi Alwijo, nebeng hingga Alor, NTT. (gambar: Instagram @Alwijo)

Ekspedisi” Alwijo ke Alor sejauh 2350 km jelas memukau para followers-nya. Betapa tidak? Ke pulau paling timur Indonesia itu, ia bukan sedang berwisata melainkan menyelesaikan misi membangun Rumah Belajar Melang.

Baca Juga :  4,65 Detik dan Emas Pertama Robby: Saat Mental Berubah, Prestasi Mengikuti

Project literasi yang menginspirasi jutaan anak muda Indonesia itu tentu tak dikerjakan sendiri. Dengan tekad kuat, Alwijo berkolaborasi dengan @kibikukibooks dan @booksforlife.id untuk mewujudkan niat tulusnya itu.

POV: Kondisi dalam Rumah Belajar Melang yang akan direnovasi oleh Alwijo dan @kibikukibooks dan @booksforlife.id. (gambar: Instagram @Alwijo)

“Buat temen-temen yang mau support perjalanan gua, bisa beli buku di Kibikuki Books Shop yang sebagian penjualannya akan kami gunakan untuk membangun Rumah Belajar Melang yang ada di Alor NTT, “pesan Alwijo, dalam konten Instagramnya.

Ia juga membuka kesempatan kepada para penerbit untuk berkolaborasi dalam project literasi tersebut.

POV: Rumah Belajar Melang yang akan direnovasi oleh Alwijo dan @kibikukibooks dan @booksforlife.id. (gambar: Instagram @Alwijo)

“Buat penerbit buku yang ingin menyumbangkan bukunya, silahkan hubungi gua. Dan temen-temen followers yang ketemu saya di jalan, jangan lupa menyapa, “pintanya.

Alwijo membuktikan bahwa literasi bukan sekadar membaca buku, tapi membuka jalan menuju masa depan yang lebih terang.

Alwijo telah memulainya! Mari jadi generasi muda yang berpikir kritis, gemar belajar, dan berani beraksi untuk Indonesia yang lebih cerdas. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

4,65 Detik dan Emas Pertama Robby: Saat Mental Berubah, Prestasi Mengikuti
Hong Kong Berduka, Tung Chee-hwa Meninggal Dunia: Dari Taipan Kapal ke Kursi Pemimpin
Farhan, Anak Sopir Truk yang Tak Takut Bermimpi: Lulus ITB dengan IPK 3,98 dan Raih Beasiswa S2 ke Korea
Jonatan Christie, Sang Pewaris Takhta Taufik Hidayat: 26 Tahun Kemudian, Indonesia Punya Nomor 1 Dunia
Kisah Nathan: Remaja 18 Tahun Pecahkan Rekor Profesor Termuda Dunia, Rekor 306 Tahun Tumbang
Bocah Purworejo Ini Siap Terbang ke Jerman! Jago Matematika Berkat Metode Jari Aljabar
Jadikan Prestasi sebagai Kompas, Danisha Resmi Pimpin IPM Ranting MTs Muhammadiyah 20 Menongo
Profil Tiyo Ardianto: Dari Jalur Paket C hingga Jadi Suara Kritis Mahasiswa UGM
Berita ini 56 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:04 WIB

4,65 Detik dan Emas Pertama Robby: Saat Mental Berubah, Prestasi Mengikuti

Rabu, 9 September 2026 - 07:39 WIB

Hong Kong Berduka, Tung Chee-hwa Meninggal Dunia: Dari Taipan Kapal ke Kursi Pemimpin

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:19 WIB

Farhan, Anak Sopir Truk yang Tak Takut Bermimpi: Lulus ITB dengan IPK 3,98 dan Raih Beasiswa S2 ke Korea

Kamis, 27 Agustus 2026 - 10:04 WIB

Jonatan Christie, Sang Pewaris Takhta Taufik Hidayat: 26 Tahun Kemudian, Indonesia Punya Nomor 1 Dunia

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:11 WIB

Kisah Nathan: Remaja 18 Tahun Pecahkan Rekor Profesor Termuda Dunia, Rekor 306 Tahun Tumbang

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB