Israel dan Iran Kena Semprot! Yordania Marah, Gegara Negaranya Terkena Rudal

- Penulis

Kamis, 3 Oktober 2024 - 02:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, KOTA SEMARANG – Ibarat dua anak kecil sedang berkelahi, saling lempar batu dan pentungan lainnya, kemudian mengenai anak kecil lainnya. Sontak, anak kecil yang sesungguhnya tak terlibat dengan perkelahian itu kemudian marah. Dia engga terima, dirinya terkena lemparan batu atau pentungan oleh dua temannya yang sedang berkelahi.

Begitulah kira-kira perumpamaan yang tepat untuk menggambarkan pertarungan Israel versus Iran yang menjadikan negara tetangga seperti Yordania sebagai “korbannya”. Oleh karena, Yordania menegaskan bahwa negaranya tidak ingin ikut campur pertempuran Iran vs Israel apalagi terkena dampak peperangan kedua negara tersebut.

Baca Juga :  PM Irak Bilang, Konflik di Timur Tengah Bisa Dicegah dengan Hentikan Israel

Dilansir dari CNN, Kamis (3/10/2024), Menteri Luar Negeri Yordania, Ayman Safadi, memperingatkan Israel dan Iran bahwa negaranya tidak akan menjadi medan perang siapa pun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Yordania tidak akan menjadi medan pertempuran bagi siapa pun,” kata Safadi pada Rabu (2/10/2024) seperti dikutip Al Jazeera.

Safadi menuturkan negaranya akan “membela diri dengan segala kemampuan dari setiap ancaman” setelah rudal Iran yang ditembakkan ke Israel melanggar wilayah udara Yordania.

“Yordania akan membela diri dengan segala kemampuannya dari setiap ancaman terhadap keamanannya, stabilitasnya, dan keselamatan warganya. Yordania telah dengan jelas menyampaikan sikap ini kepada Iran dan Israel,” ucap Safadi menambahkan.

Baca Juga :  Batang Makin Ngegas! Investasi Rp37,1 Triliun Bikin Daerah Ini Dijuluki 'The New Shenzhen'

Pernyataan itu diutarakan Safadi menyusul serpihan rudal yang tampaknya rudal Iran jatuh di wilayahnya. Rudal itu tampak meledak di wilayah Yordania usai dicegat Israel hingga melukai tiga orang.

Juru bicara pemerintah Yordania, Mohammad Momani, mengatakan pihak berwenang sedang melakukan penyelidikan terkait insiden tersebut.

Momani juga menekankan pemerintah tak akan mengizinkan apa pun yang dapat mengganggu stabilitas Yordania. Namun, Momani tak menyebut serpihan rudal siapa yang jatuh ke wilayah Yordania. (Red)

 

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 12 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Kamis, 17 September 2026 - 08:45 WIB

DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB