Ogah Dengarkan Pidato PM Israel Netanyahu, Delegasi Indonesia ‘WO’ Saat Sidang PBB

- Penulis

Sabtu, 28 September 2024 - 08:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA – Delegasi Indonesia yang diikuti sejumlah negara lainnya melakukan aksi ‘WO’ alias walk out dari ruang sidang jelang Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, berpidato di Sidang Majelis Umum PBB di New York pada Jumat (27/9/2024) kemarin.

Dalam cuitan di akun X resmi Kementerian Luar Negeri RI, deretan kursi yang sebelumnya diisi oleh delegasi RI terlihat kosong sebelum Netanyahu mulai berpidato.

Beberapa saat sebelum Netanyahu naik ke podium, delegasi RI sempat masih berada di ruang sidang. Namun saat PM Israel itu akan mulai berpidato, para diplomat RI langsung beranjak dari kursi dan keluar dari ruang sidang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada video yang juga diunggah di X Kemlu RI, aksi walk out ini disambut riuh tepuk tangan dan sorakan dari peserta di dalam ruang sidang.

“Indonesia bersama banyak negara melakukan walk out saat Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menyampaikan pidato di Sidang Majelis Umum PBB ke 79 di New York, Amerika Serikat pada (27/9),” demikian cuitan di X @Kemlu_RI.

Baca Juga :  Aldi Satya Mahendra, Pembalap Muda yang Bikin Lagu 'Indonesia Raya' Berkumandang di Sirkuit Misano Italia

Dilansir Anadolu Agency, delegasi Turki dan negara lainnya juga disebut meninggalkan ruang Majelis Umum PBB jelang pidato Netanyahu. Dipimpin oleh Perwakilan Tetap Turki untuk PBB, Ahmet Yildiz, delegasi meninggalkan aula sebelum Netanyahu memulai pidatonya. Namun tak disebutkan negara mana saja selain RI dan Turki yang keluar di momen tersebut.

Lanjutkan Serang Lebanon

PM Israel Netanyahu berada di New York untuk berpidato di Sidang PBB. Dalam pidatonya, Netanyahu mengatakan akan melanjutkan serangan di Lebanon.

“Setelah saya mendengar kebohongan dan fitnah yang ditujukan kepada negara saya oleh banyak pembicara di podium ini, saya memutuskan untuk datang ke sini dan meluruskan semuanya,” kata Netanyahu.

Pidato Netanyahu di Sidang Umum PBB dilakukan kala Israel tengah melancarkan serangan intens ke Lebanon untuk menargetkan kelompok milisi Hizbullah yang dibekingi Iran. Hingga kini serangan udara Israel telah menewaskan 700 orang dan memicu eksodus 118 ribu orang.

Baca Juga :  Tim Special Olympics Indonesia Juara di Gothia Cup 2024 di Swedia, Alhamdulillah!

Netanyahu mengatakan Israel akan melanjutkan serangan terhadap Lebanon, “sampai memenuhi tujuan kami”.

Di tengah serangan brutal Israel ke Lebanon, sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Prancis, dan sekutu lainnya mengajukan proposal gencatan senjata untuk Israel dan Hizbullah selama 21 hari.

Gedung Putih juga sebelumnya memastikan proposal gencatan senjata itu sudah “dikoordinasikan” dengan Israel. Namun sehari usai proposal itu diumumkan, Netanyahu mengatakan pihaknya masih belum menanggapi bahkan menolak usulan itu.

Alih-alih mengindahkan proposal yang diajukan Amerika Serikat dan sekutunya, Israel justru mengatakan bakal melanjutkan serangan ke Lebanon dengan kekuatan penuh.

PBB mengatakan peningkatan serangan Israel yang menghancurkan, yang menargetkan milisi Hizbullah, menyebabkan Lebanon menghadapi “periode paling mematikan” dalam satu generasi.generasi (Red/ CNN)

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Kamis, 17 September 2026 - 08:45 WIB

DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB