Apel Pagi, Syarif Hidayatullah Bagikan Kisahnya Saat Meraih Juara PAI Award 2024

- Penulis

Selasa, 3 September 2024 - 13:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA – Penyuluh Agama Islam (PAI) Kemenag Kota Semarang, sekaligus peraih Juara Terbaik dalam PAI Award 2024 kategori Penguatan Moderasi Beragama, Syarif Hidayatullah, memberikan apresiasi dan motivasi kepada ASN di halaman Kantor Kementerian Agama Kota Semarang, Senin (2/9/2024) kemarin.

“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih atas doa dan dukungan Bapak Kepala Kemenag, para Kasi dan Gara, wabil khusus Bapak Kasi Bimas Islam Bapak Sumari, yang melecut motivasi kami dengan kata-katanya yang cukup spektakuler yakni, “Nyantol”,” tuturnya.

“Kata “Nyantol” inilah yang memacu niat saya, bagaimana agar inovasi atau materi yang diusung bisa masuk dalam nominasi PAI Award tingkat provinsi hingga nasional. Alhamdulillah berkat dukungan dari keluarga besar Kemenag Kota Semarang, program kami lolos mewakili Jawa Tengah ke tingkat nasional, bahkan bisa meraih prestasi sebagai Juara Terbaik,” imbuhnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, Syarif Hidayatullah juga menyampaikan apresiasi kepada rekan sejawatnya yang turut hadir dalam ajang PAI Award 2024 yang digelar di Jakarta beberapa waktu lalu.

“Terima kasih kepada rekan-rekan Penyuluh Agama Islam yang jauh-jauh datang dari Semarang ke Jakarta, memberikan dukungan dengan meneriakkan kata-kata “Gentho”. Tetapi justru kata “Gentho” inilah yang membuat saya menjadi lebih rileks dalam menghadapi para dewan juri dan menjadi tidak terbebani, santai tetapi pasti, seakan-akan hanya ngobrol dengan teman saja,” ungkapnya.

Baca Juga :  Ratusan Warga Kepung PN Pati, Tuntut Botok Cs Dibebaskan: “Mereka Bukan Koruptor!”

Menurutnya, publikasi melalui website dan media sosial yang diunggah oleh Tim Publikasi Kemenag Kota Semarang turut berperan dalam kesuksesannya dalam meraih PAI Award 2024.

Dalam kesempatan itu, Syarif juga berbagi pengalaman saat maju dalam ajang bergensi tersebut.

“Pada awalnya, saya cukup khawatir dengan kelemahan yang saya miliki, yaitu GOT. GOT itu kepanjangan dari groyok, ompong, celat (red : cadel). Tapi dengan kelemahan inilah, saya berupa memberikan tampilan yang terbaik melalui video, portofolio, dan KTI yang saya sajikan. Tetapi ternyata hasilnya belum bisa optimal. Kesemuanya masih di bawah ekspektasi. Namun hal ini tak mengurangi semangat saya. Masih ada satu lagi tahap konfirmasi atau presentasi, yakni kesempatan untuk memberikan wawasan kepada para dewan juri bahwa eks napi teroris, jika digarap dengan benar, sabar, dan ikhlas, mereka bisa menjadi aset yang luar biasa. Alhamdulillah, presentasi yang disampaikan memuaskan bagi para dewan juri, sehingga melejitlah nilainya, semuanya di atas 90,” urainya.

Baca Juga :  Kemenag Kota Semarang Kembalikan 15 Mahasiswa PPL UIN Walisongo

Ia pun mengajak ASN Kemenag Kota Semarang untuk bisa mengambil hikmah dari pengalaman itu.

“Janganlah kita mengendurkan kinerja sebagai abdi negara. Meskipun sejak 2016 saya belum naik pangkat, atau kurang lebih 18 tahun, tetapi ini tidak menyurutkan semangat saya untuk melaksanakan tusi dengan baik, tanpa pamrih, niatkan hanya demi Kementerian Agama, memberikan pelayanan yang terbaik dan bermanfaat bagi umat,” ajaknya.

“Tentunya apresiasi apa pun kami terima, tetapi prioritas saya saat ini, agar orang mendengar Kemenag lebih banyak positifnya dari pada negatifnya. Jika tidak dari kita masing-masing selaku ASN, siapa lagi?,” ujarnya.

Syarif mengajak ASN Kemenag Kota Semarang untuk tidak berhenti berkreasi dan berinovasi.

“Bekerja sesuai tupoksi, tetapi tetap jangan lupa untuk berkreasi dan berinovasi, sehingga masyarakat dapat merasakan hasil karya dengan penuh kasih. Saya berharap, di tahun-tahun yang akan datang, kreasi dan inovasi ASN Kemenag Kota Semarang kembali mewarnai dan berkibar di tingkat nasional,” pungkasnya. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wujudkan Inklusi Sosial Tanpa Sekat, BAZNAS RI dan Yayasan Kiblat Abinaya Gagas Pembinaan Edutainment bagi Kaum Marjinal Sukoharjo
Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat
Gaji PPPK Mau Diambil Alih Pemerintah Pusat? Jateng Bisa Punya Napas Baru Rp2 Triliun
MUI Jateng Punya “Skuad” Baru: Banyak Profesor, Siap Jadi Cooling System di Tengah Dinamika Zaman
Berita ini 6 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 09:24 WIB

Wujudkan Inklusi Sosial Tanpa Sekat, BAZNAS RI dan Yayasan Kiblat Abinaya Gagas Pembinaan Edutainment bagi Kaum Marjinal Sukoharjo

Minggu, 13 September 2026 - 15:36 WIB

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak

Kamis, 10 September 2026 - 15:15 WIB

FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!

Senin, 7 September 2026 - 20:18 WIB

Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB