Pemerintah Jateng Uji Coba Makan Bergizi Senilai Rp15 Ribu di Desa Bedono Kab. Semarang, ‘Piye Tanggapanmu?’

- Penulis

Selasa, 27 Agustus 2024 - 10:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menguji coba program makan bergizi, yang diikuti 526 siswa dari empat sekolah dasar, di Desa Bedono, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang Selasa (27/8/2024).

Menggandeng kader PKK setempat, dengan anggaran per porsi Rp 15 ribu, mereka mendapat nasi, berikut lauk berupa bistik ayam, ayam krispi, tempe goreng, sayur sup, semangka dan susu UHT.

Seorang siswa SD Negeri Bedono 02, Gibran Arkana mengaku senang, mendapat makanan di sekolahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Senang banget, ini menunya, sayur, ayam, dan semangka,” tutur siswa kelas III tersebut.

Siswa MI Al-Islam Bedono Fabian mengaku, menu yang dimakannya itu nikmat. Apalagi, siswa kelas dua itu menyantapnya bersamaan dengan teman-teman sekelas.

Sambil mengangguk, ia mengaku setuju bila program tersebut dilanjutkan di tahun depan.

“Sayur, nasi tempe, kriuk-kriuk (ayam). Seneng karena maem bareng-bareng. Kalau cita-citanya saya, jadi (pengemudi) kapal laut (pelaut),” ujar Fabian polos.

Hal serupa diungkapkan Aleya. Ia mengaku menu yang didapatnya di sekolah lebih komplet.

Baca Juga :  Ketika Janji Politik "Zonk", Warga Semarang Patungan Benahi Jalan yang Rusak Sudah 20 Tahun

“Kalau di rumah makannya telur. Ini makan bistik, sayur, ayam, tempe, enak rasanya,” tuturnya.

Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana turun langsung mengawasi program tersebut, didampingi Tim Ahli Dewan Pertimbangan Presiden RI Chandra Rahmansyah.

“Pemberian makan bergizi di Bedono diberikan ke 526 siswa di SD Negeri 02 Bedono, SD Negeri 03 Bedono, MI Jerukwangi dan MI Al Islam Bedono. Kita melihat dengan (anggaran) Rp15 ribu sudah mendapat ayam krispi tempe, buah dan sayuran. Itu menu yang baik, dan akan kami kembangkan,” ucap Nana, sesuai acara di SD Negeri Bedono 02.

Nana berharap, nantinya ketika presiden dan wapres RI terpilih Prabowo-Gibran dilantik, program tersebut bisa terlaksana merata di seluruh negeri. Di tingkat provinsi, pemberian makanan bergizi telah dilakukan, melalui pemberian makanan beragam, bergizi, seimbang dan aman.

“Hal ini sebenarnya sudah dilakukan oleh Bapanas dengan Pemprov dan kabupaten, khususnya di kabupaten rawan pangan dan stuntingnya tinggi. Program ini akan terus kita lakukan,” imbuh Nana.

Baca Juga :  Pj Gubernur Jateng Kukuhkan Tujuh Anggota KPID 2024-2027, Soroti Tantangan Penyiaran Lokal

Tim Ahli Dewan Pertimbangan Presiden RI, Chandra Rahmansyah, mengapresiasi pemberian menu makanan bergizi oleh Pemprov Jateng. Menurutnya, dengan pemberdayaan kader PKK, anggaran Rp15 ribu per orang dapat dimaksimalkan.

“Ini hal menarik dicermati, karena dengan pelibatan PKK untuk penyiapan program makanan bergizi, berdampak positif dan akan berpotensi meningkatkan perekonomian desa,” tuturnya.

Dengan penerapan ini, Chandra berharap agar kader PKK bisa dilibatkan pada program makan bergizi untuk sekolah dasar.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Jateng Dyah Lukisari mengungkapkan, pelibatan kader PKK memberi nilai lebih. Sebab, proses produksi dan distribusi makanan lebih efisien.

“Lokasi lebih dekat sehingga proses masak dan distribusi bisa dijaga keamanannya. Tepak (wadah makan) disiapkan kosong, dibagi ke anak, kemudian PKK baru membagi makanan fresh,” tuturnya.

Pada acara tersebut, juga dilakukan Gerakan Pasar Murah (GPM) yang menyediakan pangan murah bagi warga di sekitar Desa Bedono. Seperti, beras, telur, gula pasir, bawang merah, bawang putih, cabai rawit, dan sebagainya. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 9 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 22:54 WIB

Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB