Marak Pernikahan Dini, KKN Unnes Adakan Sosialisasi

- Penulis

Rabu, 14 Agustus 2024 - 13:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Batang – Desa Adinuso, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang belum ada pengajuan dispensasi nikah sejak Juli pasca dilaksanakan sosialisasi Pencegahan Pernikahan Dini untuk Mewujudkan Generasi yang Solutif dan Prestatif oleh Kerja Kuliah Nyata (KKN) Giat 9 Universitas Negeri Semarang (Unnes) pada Sabtu (10/8/2024).

Sosialisasi ini merespon atas maraknya pernikahan dini sehingga dapat menimbulkan efek domino. Kepala Desa Adinuso, Ahmad Kuwat mengatakan sosialisasi ini dinilai tepat dikarenakan masih tingginya angka pelanggaran ketentuan yang ditetapkan pemerintah tentang pernikahan dini. Ia juga memberikan apresiasi terhadap KKN Unnes telah menyelenggarakan sosialisasi di Adinuso, Limpung.

“Per-Juli 2024, Pengadilan Agama (PA) Batang sudah mengbulkan dispensasi total 98 pasangan belum cukup usia,” ucapnya.

Ia menambahkan, angka pernikahan dini tersebut sudah menurun. Akan tetapi, dengan total sejumlah puluhan masih tergolong tinggi sehingga sosialisasi masih perlu digencarkan.

Senada dengan Kepdes, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kabupaten Batang, Nur Aidin dalam penyampaian materinya, memaparkan bahwa pernikahan dini merupakan akar dari banyaknya masalah yang muncul di permukaan hingga dapat berpengaruh pada aspek kesehatan, ekonomi, psikologis, sosial dan pendidikan.

“Stuntung menjadi akibat pernikahan dini dikarenakan ibu bayi belum siap secara psikologis, ekonomi dan kesehatan,” jelasnya.

Menurut Nur Aidin, perlu disosialisasikan mengenai Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) mengingat Indonesia sudah memutus Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1974 tentang batas minimal usia menikah, yakni antara perempuan atau laki-laki berusia 19 tahun.

Baca Juga :  Sebelum Melangkah Jauh, KKN UA Posko 41 Adakan Bincang Santai Bersama Sekdes Taro’an

“Penundaan usia pernikahan di kalangan remaja dan edukasi secara berkala kepada masyarakat tentang pentingnya kehidupan masa muda menjadi upaya mengurangi permasalahan pernikahan dini,” tuturnya.

Jika remaja merencanakan pendewasaan usia perkawinan, menurut Aidin dapat memunculkan dampak positif di mulai penurunan total Fertility Rate (TFR) dengan tujuan meningkatkan kesempatan perempuan berkarir. Selain itu, dapat tercapainya norma keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera. Sedangkan, pemerintah lebih mudah mengatur bonus demokrasi.

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat
Gaji PPPK Mau Diambil Alih Pemerintah Pusat? Jateng Bisa Punya Napas Baru Rp2 Triliun
MUI Jateng Punya “Skuad” Baru: Banyak Profesor, Siap Jadi Cooling System di Tengah Dinamika Zaman
Demi Rp5,3 Triliun, Perut Gunung Ungaran Mau Dibongkar: Dapat Listrik atau Cuma Lubang?
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:18 WIB

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat

Minggu, 13 September 2026 - 15:36 WIB

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak

Kamis, 10 September 2026 - 15:15 WIB

FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!

Senin, 7 September 2026 - 20:18 WIB

Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB