Sebelum Doa, Gus Mus Sampaikan Pentingnya Belajar ke Peradaban Desa

- Penulis

Sabtu, 3 Agustus 2024 - 14:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA – Sebelum memanjatkan doa penutup dalam acara pelantikan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah masa khidmat 2024-2029, KH Ahmad Mushtofa Bisri Rembang (Gus Mus) menyampaikan mauidhoh hasanah.

“Saya ingin menyampaikan selamat, tapi saya perlu jelaskan dahulu. Selamat jika kepada para pejabat, itu cocok. Tapi jika untuk pengurus NU, maka saya heran, kok ada yang mau? NU itu organisasi dari desa. Kiai pesantren itu dari desa-desa. Pesantren-pesantren itu sejak dahulu dari desa dan menamakan dirinya dengan desa,” ujar Gus Mus mengawali pembicaraan.

Baca Juga :  Pelantikan Pengurus PWNU, Mufid Rahmat: Pengurus Berasal dari Pengasuh Pesantren hingga Akademisi NU

Jika di sini memakai tema-tema, imbuh Gus Mus, maka tidak semua akan paham. “Tapi yang Kiai-Kiai desa paham adalah bahwa budaya desa tidak sama dengan budaya kota. Desa tidak perlu dalil rigid, tapi mereka paham menjalankan. Contoh memuliakan tamu, kesederhanaan, dan lain-lain. Berbeda biasanya dengan budaya kota yang seringkali meminta dalil ini dan itu,” ujar Gus Mus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perjuangan kyai-kyai desa, lanjut Gus Mus, adalah menanamkan ajaran Islam dan menjadi budaya bahkan peradaban, meski tidak terlalu mempedulikan dalil.

Baca Juga :  Info Kuota CPNS dan PPPK Provinsi Jawa Tengah Lurrr, Simak!

“Sehingga perumusan-perumusan tema itu harus dipahami dan bisa diejawantahkan seperti kiai-kiai itu tadi. Menjadi budaya dan peradaban secara alami. Perjuangan membudayakan perlu terus-menerus, sehingga menjadi budaya dan peradaban,” terang Gus Mus.

Gus Mus menegaskan bahwa prinsip NU dalam berkhidmah tidak hanya untuk orang NU saja. “Bahkan untuk umat Islam, dan kemanusiaan pada umumnya,” ujar Gus Mus, sebelum akhirnya memimpin doa penutupan. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Kamis, 17 September 2026 - 08:45 WIB

DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB