Begini Amanat Ketua Umum PBNU di Pelantikan PWNU Jateng, Simak!

- Penulis

Sabtu, 3 Agustus 2024 - 14:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA – Dalam acara pelantikan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah masa khidmat 2024-2029, Ketua Umum Tanfidziyah PBNU, K.H Yahya Cholil Staquf memberikan amanatnya.

“Sejak awal, kami di PBNU telah mencanangkan agenda strategis yang mencakup dua agenda besar yakni repositioning dan rekonsilidasi. Repositiong artinya menata lagi kedudukan NU. NU harus berada di atas negara agar mampu berkontribusi dalam menata masyarakat. Ini matra yang pertama,” kata Gus Yahya.

Matra yang kedua berkaitan dengan melakukan konsolidasi lagi organisasi Nahdlatul Ulama. Gus Yahya mengatakan bahwa kita juga melakukan rekonsolidasi dengan melakukan tata kelola organisasi termasuk regulasi yang ada hingga metode atau model administrasi bahkan cara kerja.

“Pada awal Agustus ini, kami sudah meluncurkan platform digital untuk menata urusan berkaitan dengan NU. Platform ini kita sebut dengan Digdaya NU, digitalisasi data dan layanan NU,” ujar Gus Yahya.

Selain itu, sebagai bagian dari penataan organisasi adalah konsolidasi kaderisasi. Ini berkaitan dengan agenda kaderisasi hingga rencana strategis nasional Nahdlatul Ulama.

“Berkaitan dengan organisasi, akan ada fungsi baru untuk Lakpesdam. Ini agar Lakpesdam seperti Bappenasnya NU. Kita sebut dengan Bapenu yakni Badan Perencanaan Nahdlatul Ulama,” ujar Gus Yahya.

Karena itu, perintah pertama saya kepada PWNU Jawa Tengah adalah menerjemahkan renstra nasional menjadi resntra provinsi dan dibreakdown menjadi renstra cabang atau kabupaten. “Ini harus koheren semua,” tegas Gus Yahya.

Baca Juga :  Diawali Pelantikan Lembaga, Rangkaian Muskerwil I PWNU Jateng di Unwahas Resmi Dibuka

Matra ketiga adalah berkaitan dengan sumber daya manusia dan sumber daya pembiayaan.

“Kita butuh konsolidasi sumber daya ini untuk penguatan organisasi. Misalnya soal tambang adalah hasil rapat PBNU. Ini adalah rapat organisasi, bukan keinginan Yahya,” iimbuh gus Yahya.

Gus Yahya juga menegaskan bahwa PBNU ke depan akan mengembangkan akademi kepemimpinan Nahdlatul Ulama. “Program ini berkaitan dengan penguatan sumber daya manusia,” ujar Gus Yahya.

Di masa mendatang, NU harus mampu berdiri di atas kepentingannya dan menjadi ekosistem yang koheren dan saling tersambung antara satu dengan yang lain. PBNU berharap agar organisasi ini bisa berjalan bersama-sama. “Semua Banom harus bersinergi dan mutamasik dengan PBNU,” tutupnya. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 8 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Kamis, 17 September 2026 - 08:45 WIB

DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB