SUARAMUDA.NET, YOGYAKARTA — Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menggelar bahasan khusus terkait budaya akademik dan plagiarisme dalam perkuliahan, Rabu (2/9/2026).
Kegiatan ini menekankan pentingnya membangun etika, budaya menulis, dan jejaring akademik yang berintegritas.
Pemateri Prof. Dr. Sabarudin, M.Si menyampaikan, plagiarisme merupakan “perusak” utama budaya akademik. Menurutnya, kampus khususnya di level pascasarjana harus mengarah pada bidang riset yang kuat dan produktif.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Esensi dari budaya akademik adalah etika dan integritas. Melalui kepenulisan riset, jurnal, artikel ilmiah atau karya lain, mahasiswa harus menunjukkan budaya akademik yang baik dan positif,” tegas Prof. Sabarudin.
Budaya Kolaborasi dan Membangun Jejaring
Lebih lanjut, ia mendorong mahasiswa untuk membangun budaya berkolaborasi. Jejaring akademik, lanjutnya, bisa dimulai sejak masa perkuliahan dengan menjalin keterkaitan bersama dosen maupun pakar ahli melalui karya tulis bersama.
“Akademisi sejati tidak pernah berhenti belajar. Ijazah hanyalah tanda dari sebuah perjalanan. Yang paling penting adalah bagaimana budaya itu kita tunjukkan dalam sikap akademik yang berintegritas,” ujarnya.
Nama Dosen Tercantum di Karya Mahasiswa?
Dalam sesi diskusi, salah satu audiens mengajukan pertanyaan terkait praktik pencantuman nama dosen dalam karya ilmiah mahasiswa.
“Bagaimana jika ada karya ilmiah mahasiswa tapi nama dosen ikut tercantum? Teman-teman saya berpendapat feedback-nya ke kita tidak ada, malah dosen dapat reportase akademik,” tanya salah satu peserta.
Menjawab hal tersebut, Prof. Sabarudin menjelaskan bahwa bagi mahasiswa manfaatnya tetap ada.
“Yang mahasiswa dapat adalah nilai. Dan ini bisa mendukung dalam kolaborasi menulis jurnal atau artikel ilmiah. Nilai bisa diperbaiki, apalagi jika sudah dapat LOA dan terbit. Itu bisa digunakan untuk memperbaiki nilai,” jawabnya.
Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 09.10 WIB ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran mahasiswa Pascasarjana UIN SUKA untuk menghindari plagiarisme, memperkuat budaya menulis, serta membangun kolaborasi riset yang sehat dan beretika. (Red)
Penulis: Nashrul Mu’minin S.Pd,. C.PW,. C.IJ













Komentar