Rumah di Ujung Kampung

- Penulis

Kamis, 26 Maret 2026 - 11:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Aku pulang dari Jogja, menempuh perjalanan panjang menuju kampung halamanku di Lamongan. Angin pagi yang khas desa menyambutku, membawa aroma tanah dan kenangan masa kecil yang tak pernah benar-benar hilang. Jalan kecil yang dulu sering kulewati kini terasa berbeda—lebih sunyi, tapi juga lebih akrab.

Lebaran memang hampir usai, tapi rasanya hangatnya masih tertinggal di setiap sudut kampung ini. Di rumah sederhana itu, aku berkumpul bersama mamaku, bapakku, dan mbakku.

Tawa kecil, obrolan ringan, hingga cerita-cerita lama mengalir begitu saja tanpa dipaksa. Tidak ada yang mewah, tapi justru di situlah letak keindahannya.

Kami makan bersama, saling memaafkan, dan merasakan kembali arti pulang yang sesungguhnya—bukan sekadar kembali ke tempat, tapi kembali ke rasa.

Aku menyadari, selama di perantauan, ada banyak hal yang terlewat. Waktu bersama keluarga, perhatian kecil, bahkan sekadar duduk tanpa tujuan di ruang tengah.

Lebaran menjadi jeda, memberi ruang untuk memperbaiki yang renggang, dan menguatkan yang hampir pudar. Dalam diam, aku bersyukur masih diberi kesempatan untuk kembali, untuk memeluk mereka yang selama ini hanya bisa kutemui lewat layar.

Kini, ketika hari-hari Lebaran mulai berlalu, suasana perlahan kembali seperti semula. Tidak ada lagi hiruk-pikuk tamu, tidak ada lagi suara petasan atau gema takbir yang bersahutan.

Baca Juga :  Begini Kisah Fahmi, Sosok Pemuda yang Sukses Bantu 8.000 Warga Agar Tetap Dapat Akses Layanan Kesehatan yang Lebih Baik

Yang tersisa hanyalah ketenangan—dan rasa yang lebih jernih di dalam hati. Lebaran bukan hanya tentang perayaan, tapi tentang perjalanan kembali pada diri sendiri.

Dan pada akhirnya, kami semua kembali pada fitrah. Membawa pulang hati yang lebih lapang, jiwa yang lebih bersih, dan harapan untuk menjadi lebih baik ke depan.

Aku tahu, sebentar lagi aku akan kembali ke Jogja, melanjutkan kehidupan seperti biasa. Tapi kali ini, aku tidak pergi dengan kosong—aku membawa pulang hangatnya keluarga, yang akan selalu menjadi alasan untuk kembali. (Red)

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tumpukan Sampah Menggunung di Bawah Jembatan Pasar Sugio, Warga Keluhkan Bau hingga Rawan Kebakaran
Membedah Program Unggulan Sakola Kembara (Bimbel Gratis Masuk PTN)
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
Staycation Seru di Montera Glamping Lembang
Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
TEP UI Dorong Hilirisasi Pala Berbasis Riset Melalui Uji Laboratorium
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Berita ini 16 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 12:23 WIB

Tumpukan Sampah Menggunung di Bawah Jembatan Pasar Sugio, Warga Keluhkan Bau hingga Rawan Kebakaran

Minggu, 27 September 2026 - 09:20 WIB

Membedah Program Unggulan Sakola Kembara (Bimbel Gratis Masuk PTN)

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Rabu, 16 September 2026 - 18:44 WIB

Staycation Seru di Montera Glamping Lembang

Sabtu, 12 September 2026 - 15:04 WIB

Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”

Berita Terbaru

Ilustrasi: suaramuda.net

Sino Insight

China Pimpin BRICS 2027, Dedolarisasi Kembali Jadi Sorotan

Rabu, 30 Sep 2026 - 13:42 WIB

KILAS GLOBAL

Mengapa Greenland Penting bagi AS, Eropa, dan Masa Depan Arktik

Rabu, 30 Sep 2026 - 12:28 WIB

KABAR NUSANTARA

Madas Sedarah Soroti BPH Migas, Pertanyakan Ruang Suara DEM Madura

Selasa, 29 Sep 2026 - 10:03 WIB