Ayu Hendranata Temani Mbak Rara pada Pawai Ogoh-Ogoh di Bundaran HI

SUARAMUDA.NET, JAKARTA — Suasana Car Free Day di kawasan Bundaran HI, Jakarta, pada Minggu pagi kemarin terasa berbeda. Pawai ogoh-ogoh yang digelar di tengah kawasan ikonik ibu kota tersebut turut diwarnai dengan kehadiran pawang hujan Mbak Rara.

Menariknya, dalam momen itu terlihat pula Ayu Hendranata yang mendampingi jalannya ritual sejak pagi hari.

Pawai ogoh-ogoh sendiri merupakan tradisi umat Hindu yang biasanya dilakukan menjelang Hari Raya Nyepi. Ogoh-ogoh berbentuk patung raksasa yang melambangkan sifat-sifat negatif atau energi buruk dalam diri manusia.

Patung ini diarak sebagai simbol pembersihan diri dan alam semesta sebelum memasuki Nyepi, hari raya yang dimaknai dengan perenungan, keheningan, dan penyucian diri.

Ayu Hendranata, seorang komunikator kreatif yang juga dikenal lewat lagu tentang anjing kesayangannya, Milo, hadir sebagai salah satu umat Hindu yang tinggal di Jakarta.

Ia memang kerap berolahraga di kawasan Sudirman, Jakarta, dan memiliki ciri khas tersendiri: berlari menggunakan kebaya sambil ditemani anjing kesayangannya.

Pada hari tersebut, Ayu datang sejak pukul 06.00 pagi menggunakan kereta KRL bersama suaminya. Setibanya di lokasi, ia sempat membantu Mbak Rara sejak awal proses ritual yang dilakukan sebelum pawai dimulai.

“Saya hanya menemani Mbak Rara sembari melakukan ritual pembacaan doa Gayatri Mantram,” ujar Ayu.

Menariknya, saat parade ogoh-ogoh tampil di depan panggung Bundaran HI yang juga dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno.

Hujan yang sebelumnya turun terlihat mulai mereda. Namun setelah pertunjukan tari selesai dan Mbak Rara menuntaskan rangkaian ritualnya, hujan kembali turun cukup lebat.

Banyak pengunjung yang akhirnya membuka payung atau berteduh di area sekitar Bundaran HI.

Ayu memandang kejadian tersebut sebagai bagian dari keharmonisan semesta yang tidak sepenuhnya dapat dikendalikan manusia.

“Saya merasa semesta menuntun jalannya acara ini dengan baik. Kita tidak bisa menolak kuasa Tuhan. Tapi setidaknya acara parade ogoh-ogoh seperti ini adalah yang pertama kali dalam sejarah dihadiri langsung oleh gubernurnya, setidaknya yang saya ingat sebagai masyarakat Jakarta,” katanya.

Ia juga berharap kegiatan budaya seperti ini dapat memperkuat rasa persatuan dalam masyarakat yang beragam.

“Semoga ke depannya kehidupan kita yang multikultural ini membuat kita semakin saling bersatu dan menghargai satu sama lain sebagai Indonesia. Dan satu lagi, selamat menyambut Hari Raya Nyepi bagi umat Hindu yang akan merayakannya minggu depan,” tutup Ayu. (Red)

Redaksi Suara Muda, Saatnya Semangat Kita, Spirit Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like