Menanti Realisasi Daging Sapi pada Menu MBG!

- Penulis

Kamis, 26 Februari 2026 - 08:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi daging sapi pada Program MBG. (Gambar: pinterest)

Ilustrasi daging sapi pada Program MBG. (Gambar: pinterest)

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) makin terdengar seperti proyek Avengers versi dapur umum.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, melaporkan langsung ke Presiden Prabowo Subianto soal kebutuhan logistik pangan yang … ya ampun, nggak main-main.

Bayangin ini: satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) butuh satu ekor sapi per hari. Targetnya? 19.000 dapur aktif akhir Desember 2025. Artinya? 19.000 sapi dipotong serentak dalam sehari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bukan konser K-Pop. Ini konser sapi nasional. “Sekali masak menu lele saja, dibutuhkan 3.000 ekor lele di setiap dapur,” kata Dadan. Menu daging? Satu sapi per titik dapur.

Kalau dihitung cepat, ini bukan lagi program makan gratis. Ini program “Gerakan Nasional Potong Massal”.

Presiden bahkan sempat tertawa dalam sidang kabinet. Mungkin karena sadar, angka-angkanya terdengar seperti skrip film distopia peternakan.

Susu Mengalir Deras… di Atas Kertas

Belum selesai. Untuk susu, kebutuhannya lebih fantastis lagi. Setiap dapur butuh sekitar 450 liter susu per hari. Jika dihitung skala nasional maka diperlukan sekitar 1,55 juta sapi perah.

Baca Juga :  Publik Sorot 'Proyek Gaib' Badan Gizi Nasional Senilai Rp 1,2 Triliun, Begini Respon Dadan

Produksi itu setara 45–50 sapi perah per dapur, tiap hari. Namun pertanyaannya sederhana: apakah peternaknya sudah siap? Rantai dinginnya aman? Distribusinya realistis? Atau ini cuma angka PowerPoint yang terlihat keren saat dipresentasikan?

465 Ribu Pengusaha Baru? Serius?

Dadan optimistis MBG bakal melahirkan 465 ribu pengusaha baru. Logikanya, setiap dapur akan bekerja sama dengan minimal 15 pemasok bahan pangan.

Konsepnya memang manis: Program gizi + pengentasan stunting + pemberdayaan UMKM + ketahanan pangan.

Lengkap. Multitafsir. Multimanfaat. Multiklaim.

Masalahnya, di lapangan cerita sering beda. Lele utuh? Jarang. Susu segar? Sulit. Daging sapi? Faktanya ada, tapi kadang “api jauh dari panggang”.

Narasi nasionalnya gemuk. Tapi realitasnya nyatanya kurus.

Antara Mimpi Besar dan Logika Waras

Program MBG memang terdengar revolusioner. Skala nasional, ambisi besar, jargon kemandirian pangan.

Baca Juga :  Potensi Cuan Gede bagi Pelaku UMKM dalam Program Makan Bergizi Gratis, Benarkah?

Tapi publik bukan lagi generasi yang menelan angka mentah-mentah. Orang sekarang bisa hitung. Bisa bandingkan data. Bisa cek fakta.

Kalau 19 ribu sapi harus tersedia tiap hari, berarti dalam sebulan lebih dari setengah juta sapi. Dalam setahun? Coba kita hitung apakah populasi ternak nasional sanggup?

Kalau jawabannya belum, ya bilang belum.
Kalau masih proses, ya jujur proses. Yang bikin publik kesal bukan mimpinya. Tapi ketika mimpi dijual seolah-olah sudah jadi kenyataan.

Jadi, Ini Program Gizi atau Program Ilusi?

MBG bisa jadi solusi besar. Tapi solusi nggak lahir dari angka bombastis saja. Ia butuh transparansi, kesiapan hulu-hilir, dan kejujuran komunikasi.

Kalau tidak, yang kenyang cuma narasi.
Rakyat tetap lapar informasi yang jujur. Dan pertanyaan paling sederhana tetap menggantung: Sampai kapan publik disuguhi angka spektakuler tanpa realita yang sebanding?

Karena di era sekarang, yang paling cepat viral bukan janji. Tapi ketidaksesuaian! Zonk! (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar
Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?
Waduh, Peserta SPPI Kok pada Meninggal Saat Latihan Militer?
Sino-Nusantara Institute Jembatani Peluang Investasi Kesehatan Indonesia–Tiongkok
Taufik Hidayat, Rupanya Kau Benar-benar Sangat Sadis dan Keji!
Geger! Ketua BEM FH UBK Ngaku Terima Uang Rp20 Juta dari Wapres Gibran
GEMABUDHI Sulawesi Selatan Hadiri Perayaan Syukur Ulang Tahun Vihara Maitreya Makassar Bertajuk “Simfoni Cahaya”
Gandeng APRI, Bupati Aceh Selatan Komit Usulkan WPR Tahun 2026
Berita ini 6 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:51 WIB

Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:45 WIB

Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:38 WIB

Sino-Nusantara Institute Jembatani Peluang Investasi Kesehatan Indonesia–Tiongkok

Rabu, 24 Juni 2026 - 08:30 WIB

Taufik Hidayat, Rupanya Kau Benar-benar Sangat Sadis dan Keji!

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:46 WIB

Geger! Ketua BEM FH UBK Ngaku Terima Uang Rp20 Juta dari Wapres Gibran

Berita Terbaru