SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Era “cumi-cumi darat” tampaknya akan segera tamat. Setelah lama dikeluhkan karena asap hitamnya yang mengepul tebal, armada BRT di Kota Semarang kini mulai berbenah.
Gantinya? Bus listrik yang lebih senyap, lebih bersih, dan pastinya lebih ramah lingkungan.
Langkah ini ditandai dengan uji coba bus listrik produksi PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) di Koridor 1 Trans Semarang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Perusahaan tersebut menyatakan komitmennya mendukung transportasi hijau dan mobilitas perkotaan berkelanjutan.
Jawaban atas Keluhan Warga
Selama ini, sebagian armada BRT berbahan bakar fosil kerap disorot karena polusi udara yang ditimbulkan. Julukan “cumi-cumi darat” pun viral di tengah masyarakat.
Direktur dan Chief Operational Officer VKTR, V. Bimo Kurniatmoko, menegaskan bahwa pihaknya tak hanya memproduksi kendaraan listrik, tetapi juga mendorong adopsi EV (electric vehicle) di sektor transportasi umum.
Bersama karoseri Laksana, VKTR menghadirkan bus listrik 12 meter untuk diuji coba langsung oleh Dinas Perhubungan Kota Semarang.
Uji Coba di Koridor 1
Bus listrik ini akan beroperasi selama satu bulan penuh di rute Terminal Mangkang – Terminal Penggaron, jalur utama Koridor 1 Trans Semarang.
Selama masa uji coba, penumpang bisa langsung menjajal bus listrik. Evaluasi juga dilakukan dari sisi teknis, operasional, hingga pengalaman pengguna.
Pemerintah dan operator pun akan terus mengukur kesiapan transisi armada.
Sebelum uji coba dimulai, VKTR dan Laksana juga menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Strategi Modernisasi dan Transisi Bus Listrik Menuju Angkutan Umum Kota Semarang yang Berkelanjutan.”
Bukan Sekadar Uji Coba
Langkah ini bukan proyek coba-coba. Kota Semarang sudah menyiapkan rencana pengadaan 27 unit bus listrik 12 meter pada 2026 untuk Koridor 1 sebagai bagian dari modernisasi armada.
Secara nasional, VKTR sendiri telah mengoperasikan 122 unit bus listrik di Jakarta melalui sejumlah operator Transjakarta.
Tambahan 30 unit lainnya sedang dalam proses perakitan bodi di Laksana, Ungaran, Semarang.
Menuju Transportasi Kota yang Lebih Bersih
Kolaborasi antara pemerintah daerah dan industri nasional ini diharapkan bukan hanya menghapus stigma “cumi-cumi darat”, tetapi juga membuka babak baru transportasi publik yang lebih bersih, efisien, dan futuristik.
Semarang bersiap masuk era baru:
Dari asap hitam mengepul, menuju bus listrik yang melaju nyaris tanpa suara. (Red)













Komentar