SUARAMUDA.NET, SUKOHARJO — Regenerasi jalan terus! Pimpinan Cabang IPNU–IPPNU Kabupaten Sukoharjo resmi menggelar Konfercab IX di Pondok Pesantren Raudlatul Ma’arif 2, Bendosari, Ahad (18/1/2025).
Mengusung tema puitis “Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti”, forum ini menjadi momentum estafet kepemimpinan sekaligus ruang refleksi kader pelajar NU di Sukoharjo.
Konfercab IX menjadi agenda pamungkas kepengurusan PC IPNU–IPPNU Sukoharjo, sekaligus penanda dimulainya babak baru regenerasi organisasi.
Sebelum hari H, rangkaian Pra-Konfercab telah digelar, mulai dari sayembara logo, Rapimcab, hingga seminar anti-bullying yang menyasar isu pelajar kekinian.
Agenda konfercab berlangsung dinamis, dari pembukaan, sidang tata tertib, sidang komisi, hingga puncaknya pemilihan ketua baru. Suasana forum pun terasa hidup dengan diskusi gagasan dan adu ide demi masa depan IPNU–IPPNU yang lebih progresif.
Ketua PW IPPNU Jawa Tengah, Rekanita Dwi Sangita, menegaskan bahwa Konfercab bukan sekadar forum formalitas.
“Jadikan forum ini sebagai ruang menuangkan ide dan gagasan untuk membangun IPNU–IPPNU. Sampaikan usulan terbaik yang kalian punya,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua PC IPNU Sukoharjo demisioner, Ahmad Ali Khusaini, memaparkan sejumlah program strategis yang telah dijalankan selama satu periode.
Mulai dari pendampingan PAC, upgrading kader, LAKMUD, riset perilaku pelajar, seminar isu terkini, hingga pendampingan kegiatan Matsama di sekolah dan penggalian sejarah IPNU–IPPNU Sukoharjo.
Hal senada disampaikan Ketua PC IPPNU Sukoharjo, Nur Mila Naim, yang menekankan pentingnya Konfercab sebagai ruang evaluasi.
“Forum ini menjadi refleksi bersama atas kinerja yang sudah kita jalankan dan bekal penting untuk dua tahun ke depan,” ujarnya.
Melalui sidang pleno pemilihan ketua periode 2026–2028, Aditya Yuliyanto resmi terpilih sebagai Ketua PC IPNU Kabupaten Sukoharjo, sementara Dewi Novitasari dipercaya menakhodai PC IPPNU Kabupaten Sukoharjo.
Dengan kepemimpinan baru, IPNU–IPPNU Sukoharjo diharapkan semakin adaptif, progresif, dan dekat dengan realitas pelajar masa kini. (Ahmad Zuhdy Alkhariri)