Gagal Dimakzulkan Warga, Kini Bupati Sudewo “Dimakzulkan” KPK

- Penulis

Selasa, 20 Januari 2026 - 11:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Pati Sudewo berjalan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (22/09)./ ANTARA FOTO

Bupati Pati Sudewo berjalan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (22/09)./ ANTARA FOTO

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Upaya sebagian warga Pati untuk “memakzulkan” Bupati Sudewo beberapa waktu lalu memang kandas di tengah jalan. Gelombang protes, desakan moral, hingga kritik keras tak pernah benar-benar berujung pada pemberhentian resmi.

Namun Senin pagi (19/1), takdir seolah mengambil jalannya sendiri. Bukan lewat parlemen atau tekanan massa, melainkan lewat pintu hukum: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pati mendadak heboh. Kota yang biasanya bergerak pelan itu tersentak oleh kabar panas Operasi Tangkap Tangan (OTT). Bupati Sudewo diamankan KPK dalam operasi senyap yang langsung mengubah suhu politik lokal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kabar tersebut dikonfirmasi langsung oleh Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. “Benar, salah satu pihak yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan di Pati adalah saudara SDW,” ujar Budi dalam rilis resminya.

Baca Juga :  Jreng, Jreng! KPK Panggil Ajudan Sudewo dan Para Kades: Kasus Pemerasan Jabatan Desa Makin Terbuka!

Tak lama setelah penangkapan, Sudewo digelandang ke Polres Kudus untuk menjalani pemeriksaan intensif. Dari sana, ia direncanakan akan dibawa ke Jakarta guna pendalaman perkara.

“Saat ini yang bersangkutan sedang dilakukan pemeriksaan secara intensif oleh tim di Polres Kudus,” tambah Budi.

Ironisnya, penangkapan ini datang di tengah memori publik yang belum sepenuhnya pudar soal dinamika penolakan terhadap kepemimpinan Sudewo.

Sebelumnya, sejumlah elemen masyarakat sempat menggulirkan wacana “pemakzulan” secara moral—sebuah istilah simbolik untuk menandai hilangnya kepercayaan. Namun secara formal, upaya itu tak pernah benar-benar menembus tembok kekuasaan.

Kini, sejarah mencatat babak baru. Jika sebelumnya tekanan datang dari jalanan dan ruang publik, kali ini “pemakzulan” hadir lewat borgol dan berita acara pemeriksaan.

Meski demikian, KPK masih menahan banyak kartu. Publik belum mengetahui jenis perkara yang menjerat Sudewo, konstruksi kasusnya, maupun siapa saja pihak lain yang ikut diamankan dalam OTT tersebut.

Baca Juga :  MWC NU Kecamatan Sukorejo Gelar Halal Bi Halal dan Pembinaan Lembaga serta Badan Otonom NU

“Soal perkaranya apa, konstruksinya seperti apa, dan siapa saja pihak-pihak yang diamankan, nanti akan kami sampaikan,” tutup Budi.

Drama OTT di Pati ini pun menyisakan tanda tanya besar. Apakah ini hanya puncak gunung es? Apakah akan ada nama-nama lain yang menyusul? Ataukah kasus ini akan membuka tabir praktik gelap yang selama ini hanya beredar sebagai bisik-bisik?

Satu hal yang pasti, panggung politik Pati tengah memasuki babak genting. Bupati yang gagal “dimakzulkan” oleh warga, kini harus menghadapi “pemakzulan” versi hukum oleh KPK.

Publik pun menanti, bukan sekadar kelanjutan kasus, tetapi juga jawaban atas pertanyaan lama: siapa sebenarnya yang selama ini mengendalikan arah kekuasaan di Pati? (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wujudkan Inklusi Sosial Tanpa Sekat, BAZNAS RI dan Yayasan Kiblat Abinaya Gagas Pembinaan Edutainment bagi Kaum Marjinal Sukoharjo
Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat
Gaji PPPK Mau Diambil Alih Pemerintah Pusat? Jateng Bisa Punya Napas Baru Rp2 Triliun
MUI Jateng Punya “Skuad” Baru: Banyak Profesor, Siap Jadi Cooling System di Tengah Dinamika Zaman
Berita ini 9 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 09:24 WIB

Wujudkan Inklusi Sosial Tanpa Sekat, BAZNAS RI dan Yayasan Kiblat Abinaya Gagas Pembinaan Edutainment bagi Kaum Marjinal Sukoharjo

Minggu, 13 September 2026 - 15:36 WIB

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak

Kamis, 10 September 2026 - 15:15 WIB

FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!

Senin, 7 September 2026 - 20:18 WIB

Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB