SUARAMUDA.NET., JAKARTA — Setelah merilis lagu “MILO” yang terinspirasi dari anjing kesayangannya dan berhasil meraih ribuan pendengar di berbagai platform musik digital, Ayu Hendranata kembali melanjutkan perjalanan kreatifnya di dunia musik.
Kali ini, Ayu merilis karya keduanya berjudul “Teruntuknya, Bukan untuk Kumiliki”, sebuah lagu reflektif yang dinyanyikan oleh sahabatnya, Novialetlola, atau yang akrab disapa Ola.
Berbeda dari karya sebelumnya, Ayu memilih untuk tidak membawakan lagu ini sendiri. Lagu ini justru dipercayakan kepada Ola karena karakter vokal dan kedalaman emosinya dinilai mampu menyampaikan pesan lagu secara lebih jujur dan utuh.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Teruntuknya, Bukan untuk Kumiliki” lahir dari sebuah refleksi personal yang terinspirasi dari sebuah unggahan media sosial seorang teman serta curahan curahan hati dari beberapa temannya yang relete.
Unggahan tersebut menyiratkan bahwa dalam hidup, ada kalanya kita tidak benar-benar kehilangan seseorang, melainkan mengembalikannya ke tempat yang seharusnya.
Pemikiran inilah yang kemudian dirangkai Ayu menjadi lirik-lirik puitis tentang batas, kesetiaan, dan keikhlasan.
Secara tematik, lagu ini menggambarkan pergulatan batin ketika hati hampir tergoda, namun akhirnya memilih untuk tetap setia pada komitmen yang telah ada.
Lirik “Aku tak kehilanganmu, hanya mengembalikanmu” menjadi inti emosional lagu, merepresentasikan keberanian untuk melepaskan tanpa menyakiti, dan mencintai tanpa harus memiliki.
Bagi Novialetlola, lagu ini juga menjadi penanda penting dalam perjalanan bermusiknya. “Teruntuknya, Bukan untuk Kumiliki” merupakan lagu kedua yang ia rilis sebagai penyanyi.
Ola mengungkapkan bahwa lagu ini terasa sangat dekat dengan pengalaman banyak orang tentang perasaan yang harus disimpan rapi demi menjaga pilihan hidup yang sudah diambil.
“Lagu ini seperti pengakuan sunyi. Tidak keras, tapi jujur,” tutur Ola.
Melalui aransemen yang tenang dan lirik yang penuh makna, “Teruntuknya, Bukan untuk Kumiliki” hadir sebagai ruang refleksi bagi pendengarnya.
Lagu ini mengingatkan bahwa cinta tidak selalu berujung pada kepemilikan, dan bahwa kedewasaan sering kali hadir saat kita memilih setia pada yang telah kita genggam, sambil dengan lapang dada mengembalikan yang bukan menjadi bagian dari takdir kita. (Red)













Komentar