Teknik Kimia Mengabdi: Penyuluhan Pengawetan Hasil Pertanian Menuju Pangan Sehat dan Produksi Berkelanjutan (SDGs 3, 8, 12, 13)

- Penulis

Rabu, 5 November 2025 - 16:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, SURABAYA — Siapa bilang sains cuma urusan lab dan jas putih? Para dosen Teknik Kimia dari Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (UPNVJT) membuktikan hal sebaliknya!

Selasa, 21 Oktober 2025 lalu, mereka turun langsung ke tengah warga RW 04 Perumahan Kosagrha Medayu Selatan. Bareng kelompok tani dan ibu-ibu PKK, mereka ngadain kegiatan keren bertema “Optimalisasi Potensi Hasil Panen untuk Perekonomian Keluarga.”

Tujuannya sederhana tapi berdampak besar: ngajarin masyarakat cara ubah hasil pertanian dan limbah agro jadi produk bernilai tinggi — ramah lingkungan, tapi tetap bisa jadi sumber penghasilan baru.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari Kulit Melon Jadi Sabun Cantik

Siapa sangka, kulit melon yang biasanya dibuang begitu aja ternyata punya “kekuatan tersembunyi”!

Dua dosen kece, Dr. Hendrix Abdul Ajiz dan Dr. Nur Ikhtiarini, ngajarin peserta cara bikin sabun kecantikan non-surfaktan dari kulit melon.

Ternyata, kulit melon punya kandungan antioksidan lebih tinggi dari dagingnya. Hasilnya? Sabun alami yang menyehatkan kulit sekaligus punya peluang bisnis besar. Kulit buah yang tadinya limbah, bisa berubah jadi cuan!

Baca Juga :  Pelantikan Pengurus Mabicab dan Pengurus/Andalan Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Kendal Masa Bhakti 2024-2029

Masuk ke sesi berikutnya, Dr. Hanim Istatik Badi’ah dan Fitria Dwi Andriani ngajak peserta bereksperimen bikin pewarna makanan alami dari sayur dan buah.

Mereka juga buka rahasia cara bedain pewarna alami vs sintetis. Dengan trik kimia sederhana, peserta belajar mengekstrak pigmen alami seperti antosianin dan karotenoid buat bikin makanan lebih sehat, aman, dan tetap menggoda mata.

Eco Enzyme: Pembersih Alami dari Limbah Dapur

Nah, ini inovasi yang paling “green”!
Amani Salsabil Husodo dan Nindia Noor Indah ngenalin eco enzyme, cairan multifungsi dari fermentasi kulit buah dan sisa sayuran.

Fungsinya? Banyak! Bisa buat pembersih rumah, pengusir serangga, sampai pupuk cair organik.

Dengan bahan yang gampang didapat dan murah, warga bisa ngurangin sampah sekaligus bantu jaga lingkungan. Double impact!

Limbah dapur lain juga nggak kalah bermanfaat. Dr. T. Ir. Susilowati ngajarin peserta cara sulap nasi sisa jadi pupuk organik cair.

Lewat fermentasi sederhana, limbah makanan bisa berubah jadi nutrisi cair buat tanaman — tanpa bahan kimia berbahaya.

Baca Juga :  Gerak Jalan MTs Muhammadiyah 20 Menongo Makin Solid Jelang HUT RI ke-81

Selain bantu tanaman tumbuh subur, cara ini juga jadi solusi zero waste yang bisa diterapkan di rumah.

Asap Cair, Pengawet Alami ala Saintis

Sebagai penutup, Dr. Ir. Sintha Soraya Santi ngenalin teknologi asap cair buat pengawet alami buah dan sayuran.

Nggak cuma bikin produk panen tahan lama, tapi juga aman dikonsumsi tanpa residu bahan kimia.

Inovasi ini bikin produk tani lokal bisa bersaing di pasar — bahkan berpotensi jadi komoditas unggulan.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bukan sekadar proyek kampus. Tim dosen UPN Veteran Jawa Timur bener-bener nunjukin gimana ilmu kimia bisa diterapkan langsung untuk bantu masyarakat mandiri secara ekonomi — dari limbah jadi berkah!

Dengan pendekatan eco-friendly dan berbasis sains, mereka membuka jalan menuju pertanian berkelanjutan yang cerdas, hijau, dan menguntungkan.

Ilmu, inovasi, dan masyarakat — kombinasi yang bikin masa depan sektor agro makin cerah. (Red)

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bukan Sekadar Datang! Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo Siap “Berburu” Inspirasi di EXTRANAS 2026
Honor Guru Madrasah Swasta Cuma Rp50 Ribu, Menag Akui Realita Pahit
Zuhri: Diplomasi Bukan Cuma Urusan Negara, Warga Bisa Jadi Jembatan Indonesia–Tiongkok
Dari Usus Ayam Jadi Cuan: UPN Veteran Jatim Dorong Siswa SMK Nazhatut Thullab Jadi Wirausaha
Dorong Produksi Lebih Efisien dan Bermutu, Tim Pengabdian Terapkan Mesin Chopper Kedelai Termodifikasi di UMKM Tahu Tulungagung
Tingkatkan Mutu Produk Olahan, Tim Pengabdian UPN Veteran Jatim Dampingi UMKM Sambal Pecel “Lestari” Blitar
Modernisasi Produksi Telur Asin di Tulungagung, Alat Pencuci Berbasis Riset Bikin UMKM Makin Efisien
Dorong UMKM Naik Kelas, Akademisi UPN Veteran Jawa Timur Kenalkan Oven Multitray dan Kemasan Baru di Bolu “Bu Pur”
Berita ini 13 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 05:53 WIB

Bukan Sekadar Datang! Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo Siap “Berburu” Inspirasi di EXTRANAS 2026

Sabtu, 12 September 2026 - 11:41 WIB

Honor Guru Madrasah Swasta Cuma Rp50 Ribu, Menag Akui Realita Pahit

Rabu, 9 September 2026 - 17:39 WIB

Zuhri: Diplomasi Bukan Cuma Urusan Negara, Warga Bisa Jadi Jembatan Indonesia–Tiongkok

Selasa, 8 September 2026 - 18:53 WIB

Dari Usus Ayam Jadi Cuan: UPN Veteran Jatim Dorong Siswa SMK Nazhatut Thullab Jadi Wirausaha

Senin, 7 September 2026 - 22:34 WIB

Dorong Produksi Lebih Efisien dan Bermutu, Tim Pengabdian Terapkan Mesin Chopper Kedelai Termodifikasi di UMKM Tahu Tulungagung

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB