Keren! Delegasi FISIP Undip Bawa Semangat “Bandung Spirit” ke Wuhan, China

- Penulis

Selasa, 28 Oktober 2025 - 07:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Delegasi FISIP UNDIP dalam International Symposium on “The Bandung Spirit and China–Indonesia Community with A Shared Future”, Wuhan, China, 25–26 Oktober 2025: Muhammad Arief Zuliyan. (dok pribadi)

Delegasi FISIP UNDIP dalam International Symposium on “The Bandung Spirit and China–Indonesia Community with A Shared Future”, Wuhan, China, 25–26 Oktober 2025: Muhammad Arief Zuliyan. (dok pribadi)

SUARAMUDA.NET, WUHAN, CHINA — Dosen muda dari FISIP Universitas Diponegoro (Undip) bikin bangga nih! Dia jadi salah satu delegasi Indonesia yang tampil di International Symposium on “The Bandung Spirit and China–Indonesia Community with A Shared Future”.

Event yang digelar di Central China Normal University, Wuhan, Tiongkok, pada 25–26 Oktober 2025 ini nggak sembarangan.

Simposium internasional ini digelar untuk memperingati 70 tahun Konferensi Asia-Afrika di Bandung sekaligus 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Tiongkok.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Temanya juga keren banget: “Carrying Forward the Spirit of Bandung: Promoting Solidarity in the Global South in a Multipolar World.”

POV: Foto bersama antardelegasi International Symposium on “The Bandung Spirit and China–Indonesia Community with A Shared Future”, Wuhan, China, 25–26 Oktober 2025. (dok pribadi)

Delegasi FISIP Undip, Muhammad Arief Zuliyan, S.IP., LL.M, tampil membawakan tulisan berjudul “Reviving the Bandung Spirit: China’s Soft Diplomacy and the Reconfiguration of China–Indonesia Relations.”

Menurut Arief, menghidupkan kembali Bandung Spirit itu bukan cuma soal nostalgia sejarah, tapi juga soal gimana nilai-nilai kesetaraan bisa diwujudkan di era global sekarang.

Baca Juga :  Penasehat Grand Syaikh Al Azhar Mesir, Prof. Dr. Nahla Shobri As-Sha'idy Kunjungi Pondok Pesantren Darul Amanah

Revisiting the Spirit of Bandung is not merely about remembering history — it is about reimagining equitable partnership in the 21st century,” jelas Arief dalam presentasinya.

Arief juga melempar pertanyaan tajam: apakah soft diplomacy Tiongkok sekarang ini benar-benar mencerminkan nilai moral dari Konferensi Bandung?

Apakah sudah sejalan dengan semangat kesetaraan dan saling menghormati yang dulu diperjuangkan para pendiri bangsa Asia-Afrika?

Dalam forum itu, para akademisi juga banyak membahas bagaimana hubungan Tiongkok–Indonesia kini nggak cuma soal proyek infrastruktur atau perdagangan.

Tapi juga soal narasi bersama tentang pembangunan, solidaritas, dan kesetaraan antarnegara berkembang.

Baca Juga :  Apel Tahunan dan PORSEKA XXXI Pondok Pesantren Darul Amanah Kendal

Arief menutup dengan pesan penting: kebangkitan Bandung Spirit harus diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan sekadar jargon.

Delegasi FISIP UNDIP dalam International Symposium on “The Bandung Spirit and China–Indonesia Community with A Shared Future”, Wuhan, China, 25–26 Oktober 2025: Muhammad Arief Zuliyan. (dok pribadi)

“Kalau kerja sama Tiongkok–Indonesia tetap berpegang pada prinsip Bandung—saling menghormati, kesetaraan, dan non-intervensi—maka hubungan kedua negara bisa jadi model kemitraan Selatan–Selatan yang adil. Tapi kalau nggak, Bandung cuma akan jadi slogan masa lalu,” tegasnya.

Simposium ini sendiri jadi ajang refleksi seru bagi akademisi dan peneliti dari berbagai negara. Semua sepakat: di tengah dunia yang makin multipolar, semangat solidaritas dan kolaborasi antarnegara berkembang harus terus dijaga.

Buat FISIP Undip, keikutsertaan dalam forum bergengsi ini bukan cuma soal eksistensi, tapi bukti nyata komitmen mereka untuk ikut menyuarakan isu keadilan global dan memperkuat jejaring akademik internasional.

Semangat Bandung dibawa sampai Wuhan — keren banget, kan? (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bukan Sekadar Datang! Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo Siap “Berburu” Inspirasi di EXTRANAS 2026
Honor Guru Madrasah Swasta Cuma Rp50 Ribu, Menag Akui Realita Pahit
Zuhri: Diplomasi Bukan Cuma Urusan Negara, Warga Bisa Jadi Jembatan Indonesia–Tiongkok
Dari Usus Ayam Jadi Cuan: UPN Veteran Jatim Dorong Siswa SMK Nazhatut Thullab Jadi Wirausaha
Dorong Produksi Lebih Efisien dan Bermutu, Tim Pengabdian Terapkan Mesin Chopper Kedelai Termodifikasi di UMKM Tahu Tulungagung
Tingkatkan Mutu Produk Olahan, Tim Pengabdian UPN Veteran Jatim Dampingi UMKM Sambal Pecel “Lestari” Blitar
Modernisasi Produksi Telur Asin di Tulungagung, Alat Pencuci Berbasis Riset Bikin UMKM Makin Efisien
Dorong UMKM Naik Kelas, Akademisi UPN Veteran Jawa Timur Kenalkan Oven Multitray dan Kemasan Baru di Bolu “Bu Pur”
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 05:53 WIB

Bukan Sekadar Datang! Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo Siap “Berburu” Inspirasi di EXTRANAS 2026

Sabtu, 12 September 2026 - 11:41 WIB

Honor Guru Madrasah Swasta Cuma Rp50 Ribu, Menag Akui Realita Pahit

Rabu, 9 September 2026 - 17:39 WIB

Zuhri: Diplomasi Bukan Cuma Urusan Negara, Warga Bisa Jadi Jembatan Indonesia–Tiongkok

Selasa, 8 September 2026 - 18:53 WIB

Dari Usus Ayam Jadi Cuan: UPN Veteran Jatim Dorong Siswa SMK Nazhatut Thullab Jadi Wirausaha

Senin, 7 September 2026 - 22:34 WIB

Dorong Produksi Lebih Efisien dan Bermutu, Tim Pengabdian Terapkan Mesin Chopper Kedelai Termodifikasi di UMKM Tahu Tulungagung

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB