Nder, Kini Tak Ada Lagi Kementerian BUMN

- Penulis

Jumat, 3 Oktober 2025 - 08:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Kabar baru dari Senayan, gengs! Kementerian BUMN yang selama ini kita kenal, resmi pamit dari panggung. Sebagai gantinya, kini lahir Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN).

Perubahan ini jadi sejarah baru setelah DPR RI ngetok palu dalam rapat paripurna ke-6 masa sidang 2025–2026, Kamis (2/10/2025). Rapat dipimpin langsung Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad.

Awalnya, Ketua Komisi VI DPR RI Anggia Ermarini bacain laporan hasil rapat. Pas Dasco nanya ke anggota dewan apakah RUU soal perubahan UU BUMN bisa disetujui, jawabannya kompak: “Setujuuu!

Apa yang Berubah?

Menurut Ketua Panja RUU BUMN, Andre Rosiade, ada 84 pasal yang dirombak. Salah satu yang paling heboh tentu soal status Kementerian BUMN yang berubah jadi Badan Pengaturan alias BP BUMN.

Selain itu, ada juga aturan larangan rangkap jabatan buat menteri dan wakil menteri di BUMN. Jadi lebih clean and clear lah, ya.

“Intinya sekarang namanya Badan Pengaturan BUMN, selanjutnya disebut BP BUMN. Nantinya detailnya diatur lagi lewat Perpres dan PP dari pemerintah,” jelas Andre.

Baca Juga :  Lagi! Pemkot Semarang Raih 2 Penghargaan, Kali ini dari CNN Indonesia Awards 2024

Apa Bedanya dengan Kementerian BUMN?

Tenang, fungsi utama BP BUMN nggak jauh beda dengan kementerian dulu. Bedanya cuma di fungsi pengawasan.

Kalau dulu Kementerian BUMN ikut ngawasin, sekarang urusan itu dipindahin ke Dewan Pengawas Danantara.

At the end, yang berubah cuma itu aja, guys. Dari Kementerian jadi Badan, dan fungsi pengawasan pindah ke Dewas. Simple, kan?” tegas Andre. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 7 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Kamis, 17 September 2026 - 08:45 WIB

DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB