Matinya Etika Lingkungan BEM Universitas Trunojoyo Madura

- Penulis

Minggu, 28 September 2025 - 09:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Festival Budaya merupakan kegiatan tahunan yang termasuk rentetan dari kegiatan PKKMB di Universitas Trunojoyo Madura.

Kegiatan yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Trunojoyo Madura secara umum diharapkan menjadi wadah positif bagi mahasiswa dalam berkarya dan memperkenalkan budaya daerah asal setiap mahasiswa.

Namun, di balik semaraknya acara, sering kali tersisa pemandangan yang kurang mengenakkan, tumpukan sampah berserakan di sekitar lokasi kegiatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fenomena ini memunculkan pertanyaan mengenai tanggung jawab panitia dan kesadaran lingkungan mahasiswa. Hal yang seharusnya tidak terjadi dikalangan kampus dengan penghuni para pengemban amanah social agent of change.

Permasalahan sampah pasca-event ini muncul karena beberapa faktor. Pertama, kurangnya kesadaran anggota panitia maupun peserta dalam menjaga kebersihan. Kedua, budaya “acara selesai berarti tanggung jawab selesai” masih melekat, sehingga kebersihan kerap terabaikan.

Kebiasaan ini sangat mencoreng citra mahasiswa yang selalu menggaungkan kaum akademis tapi tidak mencerminkan nilai-nilai akademisinya. Fakta ini tidak bisa menjadi tauladan yang baik bagi masyarakat.

Baca Juga :  Hadir di Kota Probolinggo, Pro Night Culture Festival 2024 Sukses Padukan Seni Tradisi dengan Sentuhan Modern

Badan Ekskutif Mahasiswa (BEM) sebagai organisasi mahasiswa terbesar di kampus, yang seharusnya menunjukkan sikap bertanggung jawab dan peduli lingkungan malah sebaliknya yaitu menjadi biang permasalahan membiarkan sampah berserakan pasca event.

Miris melihat perilaku buruk ini terpelihara terlebih lagi dilakukan oleh para kaum akademis yang merupakan ujung tombak dari kemajuan bangsa.

Jalan menuju ke gerbang kampus yang harusnya bersih dan nyaman dilewati, sudah tak lagi elok dipandang karena kelalaian panitia penyelenggara. Jika hal ini masih berlanjut kita akan bisa melihat masa depan yang buruk bagi bangsa Indonesia ini.

Untuk menghindari masalah ini terulang lagi setiap panitia event kampus terutama Badan Eksekutif Mahasiwa yang menjadi organisasi terbesar di kampus perlu memasukkan program kebersihan sebagai bagian dari rencana acara, termasuk membentuk tim khusus pasca event.

Baca Juga :  Pelantikan Pengurus Baru FOSR 2025–2027: Sinergi Komunitas Otomotif dan Pemerintah untuk Solo Raya yang Tertib Berlalu Lintas

Kedua, menanamkan peduli lingkungan melalui aturan tegas dan sanksi bagi panitia atau peserta yang abai.

Ketiga, BEM dapat menginisiasi kampanye “green event” sebagai wujud komitmen menjaga kebersihan dan berkelanjutan lingkungan kampus.

Kebersihan merupakan tanggung jawab bersama. Jika mahasiswa khususnya BEM tidak mampu membeperbaiki kebiasaan buruk ini, maka kegiatan mahasiswa tidak akan menjadi contoh yang bisa memberikan dampak positif dan juga tidak bisa meninggalkan kesan baik bagi lingkungan kampus apalagi bagi masyarakat.

Hal semacam ini bukanlah sekedar masalah
kecil yang bisa diabaikan, melainkan cerminan kedewasaan sebuah organisasi kemahasiswaan.

Sebab, justru dari hal-hal kecil seperti inilah, yang bisa memberikan dampak yang besar bagi bangsa atau pun negara. (Red)

*) Fajar Agung Cahyo Pratama, mahasiswa Prodi Pendidikan Informatika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Trunojoyo Madura

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wujudkan Inklusi Sosial Tanpa Sekat, BAZNAS RI dan Yayasan Kiblat Abinaya Gagas Pembinaan Edutainment bagi Kaum Marjinal Sukoharjo
Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat
Gaji PPPK Mau Diambil Alih Pemerintah Pusat? Jateng Bisa Punya Napas Baru Rp2 Triliun
MUI Jateng Punya “Skuad” Baru: Banyak Profesor, Siap Jadi Cooling System di Tengah Dinamika Zaman
Berita ini 14 kali dibaca

1 Komentar

  • Selalu terulang kembali, Pagi harinya pasti banyak sampah dah tuh sepanjang gerbang utama UTM ke gerbang keluar baru utm

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 09:24 WIB

Wujudkan Inklusi Sosial Tanpa Sekat, BAZNAS RI dan Yayasan Kiblat Abinaya Gagas Pembinaan Edutainment bagi Kaum Marjinal Sukoharjo

Minggu, 13 September 2026 - 15:36 WIB

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak

Kamis, 10 September 2026 - 15:15 WIB

FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!

Senin, 7 September 2026 - 20:18 WIB

Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB