Mini Bootcamp Sobat Perdamaian: 70 Pemuda Solo Raya Belajar Menjadi Agen Toleransi

- Penulis

Rabu, 24 September 2025 - 07:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, SURAKARTA — Sebanyak 70 pemuda dari berbagai latar belakang di kawasan Solo Raya mengikuti Mini Bootcamp Sobat Perdamaian yang diselenggarakan oleh Lembaga Kajian Lintas Kultural (LKLK) bekerja sama dengan Indika Foundation, Sabtu-Minggu (tanggal pelaksanaan).

Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam rangkaian program Impact Collaboration 2025, yang bertujuan melahirkan agen perdamaian muda di tingkat lokal.

Bootcamp ini menghadirkan metode pembelajaran partisipatif yang menggabungkan sesi diskusi, refleksi kelompok, hingga praktik penulisan esai bertema perdamaian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Para peserta yang berusia 15–25 tahun berasal dari komunitas pelajar, mahasiswa, organisasi kepemudaan, hingga perwakilan kelompok aktivis rumah ibadah.

Mereka dipandu oleh Safina Maulany, Direktur Program Gerak Dampak Academy LKLK, dan Nanda Mahindra Aji, Program Officer LKLK, bersama fasilitator lain yang telah mendapatkan pelatihan khusus dari Indika Foundation dengan modul Sustainable Peace Curriculum.

Ketua LKLK, Sofwan Faizal Sifyan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ruang penting bagi anak muda Solo Raya untuk berlatih berpikir kritis dan terbuka terhadap keberagaman.

“Kami percaya, perdamaian harus dimulai dari ruang-ruang kecil yang membangun kesadaran bersama. Melalui bootcamp ini, anak muda tidak hanya diajak belajar, tetapi juga menyiapkan diri menjadi pelaku perubahan nyata di lingkungannya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kapolres Kendal Lakukan Kunjungan Silaturahmi Ke Pondok Pesantren Darul Amanah

Selama dua hari pelaksanaan, peserta diajak mengikuti Pre Test untuk mengukur pemahaman awal, Post Test untuk melihat peningkatan pengetahuan, serta menghasilkan esai Sobat Perdamaian sebagai wujud refleksi personal.

Dari total 70 peserta, 67 orang mengisi Post Test, menunjukkan konsistensi keikutsertaan yang tinggi. Selain itu, seluruh peserta berhasil menulis esai yang memuat gagasan praktis tentang bagaimana perdamaian bisa dihidupkan di lingkungan sekitar mereka.

Menurut Safina Maulany, kegiatan ini membuktikan bahwa anak muda Solo Raya memiliki energi dan semangat yang luar biasa untuk menjadi agen perubahan.

“Antusiasme peserta luar biasa. Mereka bukan hanya hadir, tetapi juga aktif berdiskusi, saling mendengarkan, bahkan mengkritisi isu-isu perdamaian di sekitar mereka. Ini membuktikan bahwa anak muda di Solo Raya memiliki potensi besar menjadi changemaker,” ujarnya.

Sementara itu, Nanda Mahindra Aji menambahkan bahwa hasil bootcamp ini juga menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep perdamaian, toleransi beragama, kesetaraan akses, serta hak berekspresi.

Baca Juga :  Kisah Menteri Keuangan Sri Mulyani Bareng Keluarga di Semarang: Joget Velocity, Tapi Malah Tak Bagi THR, Kenapa?

“Kami melihat anak muda bukan hanya memahami teori, tetapi sudah mulai mengaitkan konsep perdamaian dengan realitas sosial yang mereka hadapi sehari-hari. Ini bekal penting sebelum mereka masuk ke tahap Intensive Course,” katanya.

Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata kolaborasi multipihak dalam membangun ekosistem perdamaian berkelanjutan. Selain dukungan dari Indika Foundation, kegiatan turut melibatkan komunitas lokal yang peduli pada isu toleransi dan inklusi sosial.

Ke depan, para peserta Mini Bootcamp akan terus didampingi dalam perjalanan mereka sebagai Sobat Perdamaian. Setelah Intensive Course, mereka akan merancang dan mengimplementasikan Rencana Aksi Orang Muda di komunitas masing-masing.

Aksi ini diharapkan mampu memberikan dampak langsung, seperti penguatan literasi toleransi, peningkatan kesadaran kesetaraan gender, hingga advokasi untuk ruang aman bagi anak muda.

Dengan semangat “Dari Pemuda untuk Perdamaian”, program ini diharapkan dapat melahirkan kader-kader muda yang tidak hanya paham konsep, tetapi juga berani mempraktikkan nilai-nilai perdamaian di tengah kehidupan masyarakat.

Solo Raya pun diproyeksikan menjadi salah satu daerah percontohan di Jawa Tengah dalam gerakan perdamaian yang dipimpin generasi muda. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wujudkan Inklusi Sosial Tanpa Sekat, BAZNAS RI dan Yayasan Kiblat Abinaya Gagas Pembinaan Edutainment bagi Kaum Marjinal Sukoharjo
Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian
Bukan Sekadar Datang! Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo Siap “Berburu” Inspirasi di EXTRANAS 2026
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
Honor Guru Madrasah Swasta Cuma Rp50 Ribu, Menag Akui Realita Pahit
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Zuhri: Diplomasi Bukan Cuma Urusan Negara, Warga Bisa Jadi Jembatan Indonesia–Tiongkok
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 09:24 WIB

Wujudkan Inklusi Sosial Tanpa Sekat, BAZNAS RI dan Yayasan Kiblat Abinaya Gagas Pembinaan Edutainment bagi Kaum Marjinal Sukoharjo

Minggu, 13 September 2026 - 15:36 WIB

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian

Minggu, 13 September 2026 - 05:53 WIB

Bukan Sekadar Datang! Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo Siap “Berburu” Inspirasi di EXTRANAS 2026

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak

Sabtu, 12 September 2026 - 11:41 WIB

Honor Guru Madrasah Swasta Cuma Rp50 Ribu, Menag Akui Realita Pahit

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB