Mangadhyayaksara 2025: Saatnya Anak Muda Jember Hidupkan Aksara Kuno

- Penulis

Minggu, 21 September 2025 - 07:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, JEMBER — Aksara Kawi, jejak literasi kuno Nusantara yang dulu jadi bahasa prasasti dan lontar, kini makin jarang dikenal. Padahal, di Jember masih ada warisan berharga seperti Prasasti Congapan yang menyimpan cerita masa lampau.

Berangkat dari keresahan itu, sejarawan muda Jember Gazza Triatama Ramdhani menggagas program “Mangadhyayaksara: Membaca Jember Lewat Jejak Aksara”.

Acara ini bagian dari Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan 2025 yang difasilitasi BPK Wilayah XI Jawa Timur dan didukung komunitas sejarah lokal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dua Hari Belajar Aksara Kawi

Mangadhyayaksara akan digelar 20–21 September 2025 di Balai Kecamatan Sukorambi, Jember.

  • Hari pertama, Gazza membuka acara sekaligus memperkenalkan bukunya “Aksara Kawi Kwadrat: Sejarah, Seni, dan Popularitas”.
  • Hari kedua, ada seminar bersama epigraf Universitas Negeri Malang, Drs. Ismail Lutfi, M.A., ditemani Gazza dan dipandu M. Fadlal Khayri dari UIN KHAS Jember.
Baca Juga :  Puisi: Boneka Kesayangan

Selain materi, peserta juga diajak praktek membaca dan menulis aksara Kawi di media lontar. Jadi bukan cuma teori, tapi langsung merasakan pengalaman seru belajar aksara kuno.

Gerakan Kolektif Anak Muda

Mangadhyayaksara lahir dari semangat kolaborasi. Mahasiswa dari UIN KHAS, Universitas Jember, hingga UM Jember, bersama komunitas budaya dan peneliti lokal, ikut jadi bagian dari gerakan ini.

Baca Juga :  Cowok Ganteng ini Adalah Pangeran Hisahito dari Kekaisaran Jepang! Hayo, Siapa Mau PDKT?

“Banyak orang tahu situs sejarah, tapi jarang yang bisa membaca prasasti Kawi. Padahal di situlah identitas kita tersimpan,” kata Gazza.

Di tengah gempuran modernisasi, Mangadhyayaksara mengajak generasi muda untuk kembali mencintai sejarah.

Bukan untuk mundur ke masa lalu, tapi menjadikannya pijakan untuk memperkuat identitas lokal.

Gazza percaya, merawat budaya bisa dimulai dari langkah kecil: mengenal, memahami, lalu mencintainya.

Jangan Lewatkan!

Mangadhyayaksara terbuka untuk umum—mahasiswa, pegiat budaya, peneliti, atau siapa saja yang peduli sejarah.

Jadi, catat tanggalnya: 20–21 September 2025. Mari ikut merawat aksara Kawi, menghidupkan masa lalu, dan menulis masa depan Jember. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Staycation Seru di Montera Glamping Lembang
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
Berita ini 18 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Kamis, 17 September 2026 - 08:45 WIB

DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB