Chaos! Menteri Luar Negeri Nepal di Amuk Massa, Bandara Ikut Lumpuh

- Penulis

Rabu, 10 September 2025 - 19:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Para demonstran yang rata-rata berusia gen-z sedang mengibarkan bendera Nepal. (Foto: diolah dari Kompas)

Para demonstran yang rata-rata berusia gen-z sedang mengibarkan bendera Nepal. (Foto: diolah dari Kompas)

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Nepal lagi-lagi panas! Demo yang awalnya cuma gara-gara pemerintah ngeblokir medsos kayak Facebook, X, dan YouTube, malah berubah jadi kerusuhan gila-gilaan.

Puncaknya? Menteri Luar Negeri Nepal, Arzu Deuba, jadi korban amukan massa. Videonya udah viral banget di sosmed, nunjukkin momen ngeri ketika Deuba dipukul, ditendang, bahkan wajahnya sampai berdarah.

Gokilnya lagi, banyak rekaman itu diambil langsung sama demonstran yang nyelonong masuk rumahnya.

Meski blokir medsos udah dicabut, api amarah rakyat nggak padam. Malah makin panas, sampai-sampai rumah pejabat dibakar dan gedung parlemen ikut jadi sasaran.

Efek domino kerusuhan makin parah, Bandara Internasional Tribhuvan di Kathmandu terpaksa tutup total! Penerbangan domestik maupun internasional auto cancel dan dialihin. Bayangin aja, itu satu-satunya bandara internasional di Nepal, bro.

Menurut The Himalayan Times, alasan penutupan bukan cuma karena demo, tapi juga kebakaran yang pecah di beberapa wilayah. Kondisi keamanan penerbangan udah dianggap nggak aman lagi.

Baca Juga :  Catatan Penting 75 Tahun Hubungan Diplomasi Indonesia-Rusia

Kabar baiknya, menurut Kemenlu RI, semua WNI di Nepal aman. Ada 57 orang Indonesia di sana, dan KBRI Dhaka udah standby koordinasi. Jadi, nggak ada korban dari pihak kita.

Singkatnya: Nepal lagi chaos besar-besaran. Dari blokir medsos → demo → kerusuhan → pejabat dipukuli → bandara tutup. Lengkap banget kayak drama series tapi versi real life. Huft! (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!
International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas
GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029
Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
EEF-2026: Kehadiran Internasional Tunjukkan Pergeseran Ekonomi Global, Barat Tak Lagi Sentral
Iran Tebar Ranjau Lagi di Selat Hormuz, Perang dengan AS Makin Memanas
Prabowo di Rusia: Samudra Pasifik Penghubung, Indonesia Tegaskan Posisi Non-Blok
Berita ini 8 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:09 WIB

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Minggu, 20 September 2026 - 08:36 WIB

International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas

Minggu, 20 September 2026 - 08:25 WIB

GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029

Sabtu, 12 September 2026 - 12:14 WIB

Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?

Rabu, 9 September 2026 - 07:53 WIB

Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB