Duati Mayangsari, Solois Surabaya yang Bawa Isu Sosial & Kosmik ke Musik Dream Pop

- Penulis

Sabtu, 6 September 2025 - 16:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, JAKARTA — Siapa sangka, seorang mahasiswa kedokteran gigi yang dulunya sibuk kuliah bisa banting setir jadi solois dengan musik yang dalam dan penuh makna?

Itulah kisah Duati Mayangsari, penyanyi asal Kediri yang kini tinggal di Surabaya, dan sudah 6 tahun terakhir konsisten berkarya di industri musik Indonesia.

Duati awalnya menempuh pendidikan kedokteran gigi, tapi merasa jiwanya nggak di sana. Ia memilih meninggalkan jalur koass dan serius menekuni musik. Dari situlah lahir karya-karya yang kini membuat namanya mulai diperhitungkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Musik Dream Pop dengan Sentuhan Kosmik

Duati dikenal dengan genre dream pop, dengan warna musik unik berkat sentuhan alat seperti glockenspiel dan qchord. Inspirasi musiknya datang dari nama-nama besar seperti Lana Del Rey, The Beatles, John Lennon, sampai Bruno Major.

Baca Juga :  Puisi: Keluargaku Sayang

Tapi bukan sekadar soal musik enak didengar, Duati juga menyalurkan isu sosial dan kesadaran kosmik ke dalam lirik lagunya. Ia mengangkat keresahan manusia modern, sejarah peradaban, hingga refleksi kemanusiaan.

“Buatku, musik bukan cuma hiburan, tapi cara untuk menyadarkan dan menemani orang lain dalam memproses perasaan mereka,” kata Duati.

Mimpi untuk Musik Indonesia

Pada Mei 2025 lalu, Duati merilis album “Sanctuary of Love” yang penuh nuansa reflektif. Tak berhenti di situ, ia kembali hadir dengan single terbaru berjudul “Curious Eyes” (6 September 2025).

Baca Juga :  TDA Depok Kembali Menggelar Workshop Series 2025 Part 2: UMKM Depok Belajar Market Research & Customer Insight

Lagu ini terinspirasi dari keingintahuan anaknya yang masih berusia 2 tahun—sebuah karya personal yang hangat, tapi tetap punya kedalaman makna.

Duati berharap semakin banyak musisi di Indonesia yang berani mengusung musik penuh pesan, bukan sekadar catchy. Ia ingin karyanya bisa membuka cakrawala berpikir, sekaligus memberi energi positif untuk masyarakat.

Dengan semangat itu, Duati membuktikan kalau musik bisa jadi ruang kontemplasi sekaligus alat penyadaran. Dari seorang mahasiswa kedokteran gigi hingga jadi solois dengan idealisme kuat, perjalanan Duati jelas bukan cerita biasa. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tumpukan Sampah Menggunung di Bawah Jembatan Pasar Sugio, Warga Keluhkan Bau hingga Rawan Kebakaran
Membedah Program Unggulan Sakola Kembara (Bimbel Gratis Masuk PTN)
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
Staycation Seru di Montera Glamping Lembang
Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
TEP UI Dorong Hilirisasi Pala Berbasis Riset Melalui Uji Laboratorium
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Berita ini 16 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 12:23 WIB

Tumpukan Sampah Menggunung di Bawah Jembatan Pasar Sugio, Warga Keluhkan Bau hingga Rawan Kebakaran

Minggu, 27 September 2026 - 09:20 WIB

Membedah Program Unggulan Sakola Kembara (Bimbel Gratis Masuk PTN)

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Rabu, 16 September 2026 - 18:44 WIB

Staycation Seru di Montera Glamping Lembang

Sabtu, 12 September 2026 - 15:04 WIB

Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”

Berita Terbaru

KABAR NUSANTARA

Madas Sedarah Soroti BPH Migas, Pertanyakan Ruang Suara DEM Madura

Selasa, 29 Sep 2026 - 10:03 WIB